Review
Kamis, 02 April 2020 | 18:59 WIB
ANALISIS TRANSFER PRICING
Rabu, 01 April 2020 | 18:28 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 01 April 2020 | 17:29 WIB
MEMO PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Rabu, 01 April 2020 | 16:53 WIB
RESPONS PAJAK PERANGI DAMPAK CORONA (4)
Fokus
Data & alat
Rabu, 01 April 2020 | 09:14 WIB
KURS PAJAK 1 APRIL-7 APRIL 2020
Rabu, 25 Maret 2020 | 07:34 WIB
KURS PAJAK 25 MARET-31 MARET 2020
Rabu, 18 Maret 2020 | 09:17 WIB
KURS PAJAK 18 MARET-24 MARET 2020
Rabu, 11 Maret 2020 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 11 MARET-17 MARET 2020
Komunitas
Kamis, 02 April 2020 | 15:11 WIB
LEE JI-EUN:
Selasa, 31 Maret 2020 | 09:52 WIB
PROGRAM BEASISWA
Senin, 30 Maret 2020 | 17:29 WIB
UNIVERSITAS PANCASILA
Senin, 30 Maret 2020 | 16:19 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Reportase

PPN atas Hadiah Undian Mobil Sedan

A+
A-
0
A+
A-
0
PPN atas Hadiah Undian Mobil Sedan

Pertanyaan:

PERUSAHAAN kami bergerak dibidang otomotif yang memproduksi kendaraan roda empat (mobil) dengan berbagai jenis dan tipe di Indonesia. Pada acara tertentu perusahaan kami sering kali mengadakan kuis dan undian kepada pelanggan-pelanggan setia kami, di mana pada setiap acara tersebut kami selalu memberikan hadiah berupa mobil berjenis sedan, jeep, dan lainnya yang kami produksi sendiri untuk kemudian kami jual sebagai barang dagangan.

Terkait dengan pemberian hadiah undian dan kuis berupa mobil sedan yang kami produksi sendiri dan merupakan barang dagangan tersebut, bagaimanakah perlakuan pajak pertambahan nilainya (PPN)? Terima kasih.

Aliandy Syahriel, Jakarta.

Jawaban

TERIMA kasih atas pertanyaannya. Perlu diketahui bahwa pemberian hadiah undian termasuk dalam kategori pemberian cuma-cuma karena diberikan tanpa adanya pembayaran.

Pemberian hadiah undian tersebut juga termasuk dalam pengertian penyerahan barang kena pajak (BKP) yang dikenakan PPN sebagaimana yang disebutkan secara jelas pada Pasal 1A ayat (1) huruf  ‘d’  UU PPN beserta memori penjelasannya dan Pasal 4 ayat (1) UU PPN.

Terhadap pemberian cuma-cuma BKP tersebut terutang PPN dan harus diterbitkan faktur pajak pada saat dilakukannya penyerahan. PPN yang terutang tersebut harus dipungut dan dibayar sendiri oleh pengusaha kena pajak (PKP) yang bersangkutan dan berlaku sebagai Pajak Keluaran sebagaimana bunyi pada butir 4 Surat Edaran Dirjen Pajak Nomor SE-04/PJ.51/2002.

Kemudian atas pemberian hadiah undian secara cuma-cuma tersebut terutang PPN pada saat hadiah tersebut diserahkan secara langsung kepada penerima hadiah sebagaimana telah diatur dalam Pasal 17 ayat (3) huruf a butir 2 PP Nomor 1 Tahun 2012 dan nilai dasar pengenaan pajaknya adalah nilai lain sebagaimana yang dijelaskan pada Pasal 2 huruf b PMK-38/PMK.011/2013 yakni sebesar harga jual atau penggantian setelah dikurangi laba kotor.

Lebih lanjut, berdasarkan Butir 6 SE-04/PJ.51/2002, disebutkan bahwa PPN yang dibayarkan oleh PKP atas perolehan BKP yang digunakan untuk menghasilkan BKP yang digunakan untuk pemberian cuma-cuma merupakan pajak masukan yang dapat dikreditkan sepanjang memenuhi persyaratan sebagaimana yang ditetapkan dalam ketentuan perundang-undangan.

Pengaturan mengenai batasan-batasan pengkreditan pajak masukan diatur dalam Pasal 9 ayat (8) huruf b dan c UU PPN yang berbunyi bahwa pengkreditan pajak masukan tidak dapat diberlakukan bagi pengeluaran untuk:

  • Perolehan BKP yang tidak mempunyai hubungan langsung dengan kegiatan usaha; dan
  • Perolehan dan pemeliharaan kendaraan bermotor berupa sedan dan station wagon, kecuali merupakan barang dagangan atau disewakan.

Mengacu pada bunyi ketentuan pengkreditan pajak masukan di atas, dapat disimpulkan bahwa pajak masukan atas perolehan kendaraan berupa mobil yang kemudian diberikan secara cuma-cuma sebagai  hadiah undian, merupakan pajak masukan yang dapat dikreditkan dengan pajak keluaran karena merupakan perolehan BKP yang mempunyai hubungan langsung dengan kegiatan usaha perusahaan dan perolehan mobil sedan tersebut merupakan barang dagangan bagi perusahaan.

Dengan mengacu pada penjelasan-penjelasan di atas, maka atas pemberian hadiah undian berupa mobil sedan dari perusahaan kepada pelanggannya tersebut meupakan penyerahan yang terutang PPN dengan dasar pengenaan pajak sebesar harga jual atau nilai penggantian setelah dikurangi laba kotor dan harus diterbitkan Faktur Pajak pada saat diserahkan secara langsung kepada penerima hadiah.

Adapun pajak masukan atas perolehan mobil sedan yang juga diperdagangkan oleh perusahaan merupakan pajak masukan yang dapat dikreditkan dengan pajak keluarannya.

Demikian jawaban kami. Semoga membantu. (Disclaimer)

Topik : konsultasi pajak, pajak pertambahan nilai, hadiah undian, pajak mobil sedan
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
0/1000
artikel terkait
Selasa, 25 Juli 2017 | 17:01 WIB
CHINA
Selasa, 12 November 2019 | 15:00 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 07 Maret 2017 | 10:54 WIB
PAJAK NEGARA ARAB
Jum'at, 05 Januari 2018 | 17:59 WIB
UNI EMIRAT ARAB
berita pilihan
Kamis, 02 April 2020 | 19:51 WIB
TRANSFER PRICING
Kamis, 02 April 2020 | 18:59 WIB
ANALISIS TRANSFER PRICING
Kamis, 02 April 2020 | 18:01 WIB
PAJAK DIGITAL
Kamis, 02 April 2020 | 17:53 WIB
KABUPATEN LANDAK
Kamis, 02 April 2020 | 16:59 WIB
DENIS HEALEY
Kamis, 02 April 2020 | 16:49 WIB
KABUPATEN TRENGGALEK
Kamis, 02 April 2020 | 16:41 WIB
PMK 23/2020
Kamis, 02 April 2020 | 16:39 WIB
PROVINSI BANTEN
Kamis, 02 April 2020 | 16:25 WIB
PAJAK TRANSAKSI ELEKTRONIK