Fokus
Literasi
Senin, 06 Desember 2021 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 06 Desember 2021 | 17:00 WIB
TIPS CUKAI
Jum'at, 03 Desember 2021 | 19:00 WIB
KAMUS PERPAJAKAN
Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:00 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 01 Desember 2021 | 08:17 WIB
KURS PAJAK 1 DESEMBER - 7 DESEMBER 2021
Rabu, 24 November 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 24 NOVEMBER - 30 NOVEMBER 2021
Rabu, 17 November 2021 | 08:51 WIB
KURS PAJAK 17 NOVEMBER - 23 NOVEMBER 2021
Rabu, 10 November 2021 | 07:33 WIB
KURS PAJAK 10-16 NOVEMBER 2021
Reportase
Perpajakan.id

Perbedaan Persepsi Kesenjangan Keahlian pada Divisi Pajak Perusahaan

A+
A-
5
A+
A-
5
Perbedaan Persepsi Kesenjangan Keahlian pada Divisi Pajak Perusahaan

THOMSON Reuters Institute bekerja sama dengan Acritas mengadakan survei yang menyasar lebih dari 300 profesional pajak dari berbagai level di perusahan-perusahaan Amerika Serikat. Survei diadakan pada Januari—April 2020 dengan komposisi responden pada level tinggi (49%), level menengah (32%), dan level rendah (19%).

Adapun survei yang dilakukan secara web based tersebut fokus terhadap area-area seperti tantangan-tantangan apa saja yang dihadapi, strategi rekrutmen, kesenjangan keahlian (skill gap), penggunaan teknologi automasi beserta perkembangannya, serta pemanfaatan jasa konsultan pajak.

Masa pandemi pada era digitalisasi membawa tantangan tersendiri bagi perusahaan dan karyawan. Perubahan proses bisnis dan manajemen dikhawatirkan dapat berujung pada pengurangan jumlah pegawai untuk menghemat biaya, meningkatkan efisiensi, serta mempertahankan produktivitas kerja.

Baca Juga: Sri Mulyani Beberkan 3 Upaya Pemerintah Dorong Teknologi Digital

Namun demikian, perkembangan teknologi merupakan suatu peluang untuk mengasah kemampuan pegawai yang pada akhirnya dapat memberikan nilai lebih. Di sisi lain, perubahan proses bisnis dan manajemen sering kali mendapatkan hambatan dari para pegawai karena mengubah cara kerja mereka.

Dari beragam faktor krusial yang menyangkut permasalahan sumber daya tenaga kerja, kesenjangan keahlian merupakan tantangan tersendiri bagi banyak perusahaan, tak terkecuali pada divisi yang menangani hal-hal yang menyangkut perpajakan.

Tabel berikut memperlihatkan hasil survei atas responden yang terdiri dari 250 karyawan internal dan 185 rekrutmen baru di berbagai perusahaan. Masing-masing memberikan pendapatnya terkait dengan adanya kesenjangan keahlian pada domain-domain tertentu seperti pengetahuan pajak, teknologi, legal dan kepatuhan, riset dan analis, serta akuntansi.

Baca Juga: Terkait dengan Sengketa Pajak, DJP Pakai Teknologi AI untuk Ini


Hasilnya, sebanyak 39% karyawan internal dan 38% karyawan baru menyadari adanya kekurangan pengetahuan yang berkaitan dengan pajak. Di sisi lain, sebanyak 30% karyawan internal menyadari adanya skill gap terkait teknologi.

Menariknya, hanya 11% rekrutmen baru di berbagai perusahaan yang berpendapat tidak ada suatu skill gap yang menyangkut dengan teknologi. Hal ini menyiratkan hasil rekrutmen baru di berbagai perusahaan-perusahaan tersebut pada umumnya cenderung memiliki kemampuan terkait dengan teknologi dibandingkan pengetahuan pajak.

Baca Juga: Tren Adopsi Teknologi Baru dalam Administrasi Pajak di Asia Tenggara

Dalam laporan survei tersebut, divisi pajak umumnya mengalami kesulitan dalam merekrut tenaga kerja baru yang memiliki kapabilitas dalam mengoptimalkan teknologi digital yang disertai oleh perubahan dari sistem perpajakan. Ini adalah tenaga kerja yang memiliki perpaduan keahlian berbasis teknologi dan pengetahuan perpajakan.

Namun, perbedaan serupa juga terdapat pada persepsi atas skill gap yang berkaitan dengan riset dan analisis, legal dan kepatuhan, dan ranah-ranah lainnya. Secara keseluruhan, rekrutmen baru yang mengakui adanya skill gap mayoritas lebih rendah proporsinya dibandingkan dengan proporsi karyawan internal.

Hal ini kemungkinan disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, karyawan baru umumnya memang khusus direkrut untuk menangani masalah-masalah spesifik sehingga persepsi mereka terhadap adanya skill gap lebih rendah apabila dibandingkan dengan persepsi karyawan lama.

Baca Juga: Peluang Karier Luas, Profesional Pajak Harus Melek Teknologi

Kedua, karyawan baru tidak mengetahui secara menyeluruh terkait permasalahan yang ada di suatu perusahaan sehingga menghasilkan suatu persepsi yang berbeda di dalam survei tersebut.

Dalam menyikapi hasil survei tersebut, tentunya dibutuhkan analisis lebih lanjut oleh masing-masing perusahaan. Adanya perbedaan persepsi di antara karyawan akan menyebabkan perbedaan penanganan atas permasalahan-permasalahan yang dihadapi suatu perusahaan.

Untuk itu, diperlukan suatu strategi komunikasi yang jelas agar dapat membantu karyawan, baik lama maupun baru, untuk dapat terus mengembangkan keahlian dan wawasan mereka. Dengan demikian, mereka dapat terus konsisten dalam memberikan kontribusi yang optimal terhadap perusahaan.*

Baca Juga: Anggaran TIK Kemenkeu Naik, Downtime Layanan Seharusnya Teratasi

Topik : narasi data, manajemen pajak, profesional pajak, jasa konsultan pajak, skill gap, teknologi

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 18 Agustus 2021 | 11:01 WIB
DITJEN PAJAK

DJP IT Summit 2021 Resmi Dibuka, Ini Pesan Dirjen Pajak

Selasa, 17 Agustus 2021 | 16:54 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021

Memajaki Aliran Dana dari Aplikasi Penghasil Uang

Selasa, 10 Agustus 2021 | 19:00 WIB
REFORMASI PERPAJAKAN

Kembangkan Sistem Perpajakan, DJP Gelar IT Summit Bulan Ini

Kamis, 05 Agustus 2021 | 13:21 WIB
RESENSI JURNAL

Menilik Posisi Teknologi dalam Transformasi Pajak di Masa Depan

berita pilihan

Senin, 06 Desember 2021 | 19:00 WIB
MALAYSIA

Pacu Industri Pariwisata 2022, Berbagai Insentif Pajak Disiapkan

Senin, 06 Desember 2021 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Tempat Lelang Berikat?

Senin, 06 Desember 2021 | 18:00 WIB
PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI

Jangan Gampang Tergiur Penawaran Aset Kripto, Investor Perlu Tahu Ini

Senin, 06 Desember 2021 | 17:21 WIB
PRESIDENSI G-20 INDONESIA

Target Presidensi G-20 Indonesia: Proposal Pilar 1 Diteken Juli 2022

Senin, 06 Desember 2021 | 17:00 WIB
TIPS CUKAI

Cara Mengajukan Pemesanan Pita Cukai Rokok

Senin, 06 Desember 2021 | 16:37 WIB
KPP PRATAMA KUBU RAYA

Telusuri Aset WP yang Tunggak Pajak, DJP Gandeng Pemda

Senin, 06 Desember 2021 | 16:30 WIB
KINERJA FISKAL

Dana Pemda yang Mengendap di Bank Segera Susut, Ini Alasan Pemerintah

Senin, 06 Desember 2021 | 16:13 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Curhat Komunitas Difabel ke DJP: Literasi Pajak Masih Minim