Review
Kamis, 21 Oktober 2021 | 07:00 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:30 WIB
KONSULTASI PAJAK
Senin, 18 Oktober 2021 | 11:42 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 17 Oktober 2021 | 09:00 WIB
Kepala KPP Madya Dua Jakarta Selatan II Kurniawan:
Fokus
Data & Alat
Rabu, 20 Oktober 2021 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 20 OKTOBER - 26 OKTOBER 2021
Rabu, 13 Oktober 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 13 OKTOBER - 19 OKTOBER 2021
Rabu, 06 Oktober 2021 | 08:53 WIB
KURS PAJAK 6-12 OKTOBER 2021
Rabu, 22 September 2021 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 22 - 28 SEPTEMBER 2021
Reportase
Perpajakan.id

Pemerintah Buka Peluang Pangkas PPN Kendaraan Bermotor

A+
A-
0
A+
A-
0
Pemerintah Buka Peluang Pangkas PPN Kendaraan Bermotor

Ilustrasi

NEW DELHI, DDTCNews - Pemerintah India membuka peluang untuk memangkas tarif pajak barang dan jasa atau goods and service tax (GST) atas kendaraan bermotor.

Saat ini, tarif GST yang dikenakan atas penyerahan mobil, sepeda motor, dan truk tergolong tinggi, bisa mencapai 28%. Tarif GST sebesar 28% masih belum memperhitungkan pajak yang dikenakan oleh pemerintah daerah.

"Kami membuka pintu untuk berdiskusi dengan pabrikan mengenai tarif GST. Terdapat peluang untuk mengubah tarif GST atas kendaraan bermotor tertentu guna menciptakan perlakuan yang lebih pantas," ujar Sekretaris Penerimaan Kementerian Keuangan India Tarun Bajaj, dikutip Kamis (26/8/2021).

Baca Juga: Kegiatan Ekonomi Membaik, Setoran 'Pajak Dosa' Meningkat 19%

Untuk diketahui, tarif GST atas kendaraan bermotor yang tergolong tinggi serta pengenaan pajak daerah membuat harga kendaraan bermotor pada level konsumen makin tidak terjangkau.

Bajaj mengatakan pihaknya membuka pintu diskusi dengan pabrikan kendaraan bermotor untuk membicarakan faktor-faktor yang menekan kinerja penjualan dalam beberapa tahun terakhir.

Di tengah harga bahan baku yang tinggi serta mahalnya biaya produksi untuk memenuhi standar keamanan dan emisi, harga kendaraan bermotor menjadi makin tinggi dan berpengaruh terhadap kinerja penjualan.

Baca Juga: Irlandia Sepakati Konsensus Global, Akankah Google Cs Betah?

Secara lebih terperinci, penjualan kendaraan bermotor di India tercatat melambat pada 2019 akibat perlambatan ekonomi. Pada 2020, merosotnya angka penjualan kembali berlanjut akibat pandemi Covid-19. Pada 2021, penjualan kendaraan bermotor di India kembali terganggu akibat disrupsi suplai semikonduktor.

Pabrikan kendaraan bermotor pun tercatat telah berulang kali mendorong pemerintah untuk menurunkan tarif GST. Namun, permohonan tersebut tak kunjung diakomodasi oleh pemerintah.

CEO TVS Motor Company Venu Srinivasan mengatakan sepeda motor seharusnya tidak dikenai GST hingga 28%. "Moda transportasi yang paling umum digunakan di India justru dikenai GST hingga 28%, setara dengan barang mewah," ujar Srinivasan seperti dilansir livemint.com.

Baca Juga: Menyimak Ide China Mereformasi Pajak Properti Demi Tekan Ketimpangan

Srinivasan mengatakan GST atas sepeda motor dan kendaraan bermotor secara umum perlu diturunkan karena sektor otomotif telah mempekerjakan 30 juta tenaga kerja India baik secara langsung maupun tidak langsung. (sap)

Topik : diskon pajak, diskon PPN, PPN motor, insentif pajak, pajak internasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Adella Riska Putri

Sabtu, 28 Agustus 2021 | 21:18 WIB
India ini yang menerapkan multiple vat rate sehingga akan memungkinkan untuk mengganti tarif pada barang2 tertentu tanpa mengganggu daya beli keseluruhan
1

ARTIKEL TERKAIT

Kamis, 21 Oktober 2021 | 09:45 WIB
KALIMANTAN SELATAN

Siapkan Dokumen! Pemutihan Pajak Kendaraan Kembali Diadakan Hari Ini

Kamis, 21 Oktober 2021 | 07:00 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA

Tiba di Vienna, 3 Profesional DDTC Siap Timba Ilmu Pajak Internasional

Rabu, 20 Oktober 2021 | 14:00 WIB
UU CIPTA KERJA

UMKM Dapat Porsi 40% Anggaran Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah

berita pilihan

Senin, 25 Oktober 2021 | 13:30 WIB
FILIPINA

Kegiatan Ekonomi Membaik, Setoran 'Pajak Dosa' Meningkat 19%

Senin, 25 Oktober 2021 | 13:22 WIB
UU HPP

Soal UU HPP, Dirjen Pajak: Pemerintah Lakukan Persiapan

Senin, 25 Oktober 2021 | 13:17 WIB
APBN KITA

Penerimaan PPh OP Masih Minus 0,3%, Begini Penjelasan Dirjen Pajak

Senin, 25 Oktober 2021 | 13:00 WIB
KABUPATEN MOJOKERTO

Jadi Temuan BPK, Penagihan Tunggakan Pajak Digencarkan

Senin, 25 Oktober 2021 | 12:57 WIB
APBN KITA

Tren Penerimaan Membaik, Dirjen Pajak Targetkan Tak Ada Shortfall 

Senin, 25 Oktober 2021 | 12:35 WIB
APBN KITA

Per September 2021, Setoran Pajak Seluruh Sektor Usaha Terus Membaik

Senin, 25 Oktober 2021 | 12:30 WIB
IRLANDIA

Irlandia Sepakati Konsensus Global, Akankah Google Cs Betah?

Senin, 25 Oktober 2021 | 12:19 WIB
APBN KITA

Penerimaan PPh Badan Tumbuh 7%, Pemulihan Dunia Usaha Berlanjut

Senin, 25 Oktober 2021 | 12:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Jenis Barang Bukti dalam Tindak Pidana Perpajakan