Fokus
Data & Alat
Rabu, 26 Januari 2022 | 08:11 WIB
KURS PAJAK 26 JANUARI - 1 FEBRUARI 2022
Rabu, 19 Januari 2022 | 09:17 WIB
KURS PAJAK 19 JANUARI - 25 JANUARI 2022
Rabu, 12 Januari 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 JANUARI - 18 JANUARI 2022
Rabu, 05 Januari 2022 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 5 JANUARI - 11 JANUARI 2022
Reportase
Perpajakan.id

Pemberian Insentif Tenaga Kesehatan Diperpanjang Hingga Desember 2020

A+
A-
19
A+
A-
19
Pemberian Insentif Tenaga Kesehatan Diperpanjang Hingga Desember 2020

Ilustrasi. Seorang tenaga kesehatan dengan alat pelindung diri (APD) mengambil spesimen untuk swab test terhadap warga yang hasil uji rapid test reaktif, di Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (4/6/2020). Kementerian Keuangan menyatakan hingga kini belum mengantongi data tenaga kesehatan (Nakes) dari pemerintah daerah yang menangani Covid-19, sehingga insentif untuk tenaga medis belum bisa dicairkan. ANTARA FOTO/FB Anggoro/nz.

JAKARTA, DDTCNews – Pemerintah memperpanjang periode penyaluran insentif untuk tenaga kesehatan yang menangani pandemi virus Corona hingga Desember 2020.

Dirjen Anggaran Kemenkeu Askolani mengatakan perpanjangan periode penyaluran insentif kesehatan tersebut menyesuaikan dengan upaya penanganan pandemi virus Corona di Indonesia. Awalnya, penyaluran insentif untuk tenaga kesehatan tersebut direncanakan berakhir pada Juni 2020.

"Ketetapan dari Menteri Keuangan adalah melanjutkan insentif tenaga kesehatan yang awalnya selesai Juni, kemudian ditetapkan sampai penghujung tahun," katanya dalam konferensi video, Senin (20/7/2020).

Baca Juga: Pemkot Beri Hadiah Sepeda Motor untuk Wajib Pajak Patuh

Askolani tidak memerinci realisasi penyaluran insentif tenaga kesehatan, tetapi menyebut nilai belanja penanganan pandemi di Kementerian Kesehatan telah mencapai Rp23 triliun. Dia berharap penyaluran insentif untuk tenaga kesehatan tersebut dapat mendukung penanganan pandemi.

Dalam Perpres 72/2020, pemerintah mengalokasikan dana kesehatan penanganan pandemi senilai Rp87,55 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp5,9 triliun di antaranya berupa insentif tenaga kesehatan. Ada pula anggaran bantuan biaya operasional kesehatan (BOK) untuk insentif tenaga kesehatan di daerah senilai Rp3,7 triliun.

Askolani mengatakan kebijakan perpanjangan penyaluran insentif tenaga medis juga telah disampaikan kepada Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Terawan kemudian menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) No. HK.01.07/Menkes/392/2020.

Baca Juga: Sri Mulyani Mulai Sapih Insentif, Termasuk PPnBM Mobil & PPN Rumah DTP

"Insentif dan santunan kematian bagi tenaga kesehatan yang menangani Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) diberikan terhitung mulai bulan Maret 2020 sampai dengan bulan Mei 2020, dan dapat diperpanjang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," bunyi KMK tersebut.

Pemerintah juga melakukan penyederhanaan prosedur penyaluran insentif untuk tenaga kesehatan di daerah. Kemenkeu akan menyalurkan dana ke kas daerah berdasarkan rekomendasi Kemenkes sesuai estimasi kebutuhan daerah, sebesar 60% dari penyaluran tahap I dan sebesar 40% pada tahap II sesuai progres penyerapan.

Untuk para tenaga medis yang menangani pandemi virus Corona, pemerintah menetapkan insentif bagi dokter spesialis senilai Rp15 juta per bulan, sedangkan dokter umum dan dokter gigi akan mendapatkan Rp10 juta per bulan.

Baca Juga: Kemenkeu Sebut PMK Soal Perpanjangan Insentif Pajak Tengah Diundangkan

Bidan dan perawat akan mendapatkan insentif Rp7,5 juta per bulan, sedangkan tenaga kesehatan lainnya mendapatkan Rp5 juta per bulan. Adapun untuk tenaga kesehatan yang meninggal dunia karena terinfeksi virus Corona, pemerintah akan memberikan santunan kematian senilai Rp300 juta. (kaw)

Topik : insentif, insentif tenaga kesehatan, tenaga medis, virus Corona, Kemenkeu

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Nike

Rabu, 10 Februari 2021 | 13:18 WIB
tapi belum keluar juga insentif yg des😌
1

ARTIKEL TERKAIT

berita pilihan

Jum'at, 28 Januari 2022 | 19:30 WIB
KANWIL DJP ACEH

Terbitkan Faktur Pajak Fiktif, Dua Tersangka Diserahkan ke Kejari

Jum'at, 28 Januari 2022 | 19:00 WIB
JEPANG

Tax Ratio Jepang Masih Rendah, IMF Sarankan Tarif PPN Dinaikkan

Jum'at, 28 Januari 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PERPAJAKAN

Apa Itu Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas?

Jum'at, 28 Januari 2022 | 18:00 WIB
FILIPINA

Jelang Pemilu Presiden, Honor Buat Guru Diusulkan Bebas Pajak

Jum'at, 28 Januari 2022 | 17:30 WIB
KOTA MANADO

Pemkot Beri Hadiah Sepeda Motor untuk Wajib Pajak Patuh

Jum'at, 28 Januari 2022 | 17:27 WIB
PENANGANAN COVID-19

Kasus Omicron Terus Bergerak Naik, Begini Pesan Jokowi

Jum'at, 28 Januari 2022 | 17:04 WIB
PROFIL PAJAK KABUPATEN INDRAMAYU

Simak di Sini, Profil Pajak Salah Satu Daerah Penghasil Beras Nasional

Jum'at, 28 Januari 2022 | 17:00 WIB
INVESTASI

Aliran Investasi ke Sektor Manufaktur Mulai Membaik, Ini Catatan BKPM

Jum'at, 28 Januari 2022 | 16:49 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Promosi PPS Makin Kencang, Petugas Pajak Datangi Usaha Studio Foto

Jum'at, 28 Januari 2022 | 16:30 WIB
AMERIKA SERIKAT

Pajak Tinggi Tak Mampu Seret Elon Musk dari Posisi Orang Terkaya Dunia