Fokus
Data & Alat
Rabu, 22 Juni 2022 | 13:15 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 22 Juni 2022 | 08:53 WIB
KURS PAJAK 22 JUNI - 28 JUNI 2022
Rabu, 15 Juni 2022 | 12:45 WIB
STATISTIK CUKAI MULTINASIONAL
Rabu, 15 Juni 2022 | 09:30 WIB
KURS PAJAK 15 JUNI - 21 JUNI 2022
Reportase
Perpajakan ID

Musim Pelaporan SPT Tahunan, Otoritas Ini Minta WP Waspadai Penipuan

A+
A-
1
A+
A-
1
Musim Pelaporan SPT Tahunan, Otoritas Ini Minta WP Waspadai Penipuan

Ilustrasi.

PETALING JAYA, DDTCNews - Otoritas pajak Malaysia (Inland Revenue Board/IRB) meminta wajib pajak mewaspadai ancaman penipuan jelang penutupan periode pelaporan SPT Tahunan 2021 pada 30 April 2022.

Juru bicara IRB Ranjeet Kaur mengatakan modus penipuan yang mengaku sebagai petugas pajak dan mengatasnamakan otoritas biasanya meningkat pada periode pelaporan SPT. Menurutnya, terdapat tanda-tanda yang dapat diwaspadai wajib pajak sehingga terhindar dari penipuan.

"Jangan pernah menelepon kembali nomor yang tak dikenal, tetapi hubungi IRB untuk memverifikasi keaslian komunikasi yang diterima," katanya, dikutip pada Minggiu (17/4/2022).

Baca Juga: Catatan OECD: Pandemi Genjot Digitalisasi Layanan Perpajakan

Ranjeet menuturkan IRB selalu menghubungi wajib pajak melalui saluran telepon atau alamat email resmi. Apabila dihubungi oleh nomor telepon atau alamat email asing, ia menyarankan wajib pajak untuk tidak meresponsnya.

Dia menambahkan metode pembayaran tunggakan pajak juga hanya dapat dilakukan ke rekening resmi IRB. Oleh karena itu, wajib pajak tidak akan diarahkan untuk melakukan transfer ke rekening pihak ketiga.

Seperti dilansir freemalaysiatoday.com, otoritas juga mengingatkan wajib pajak untuk tidak membuka atau memberikan informasi detail mengenai rekening pribadi, terutama kata sandi, ketika berhadapan dengan pihak yang mencurigakan.

Baca Juga: Belum Isi Daftar Harta di SPT 2016-2020, Bisa Pembetulan? Ini Kata DJP

Ranjeet memaparkan terdapat sejumlah modus penipuan yang dapat wajib pajak antisipasi ketika berhadapan dengan penipu. Pertama, modus penipu yang menyamar sebagai polisi atau petugas pajak dan memberitahukan korban terindikasi melakukan penghindaran pajak.

Dalam hal ini, penipu akan menghubungi korban dan memberitahukan tunggakan pajak melalui surat, telepon, atau email. Korban kemudian diminta mengunduh aplikasi palsu Bank Negara Malaysia dan meminta perincian data pribadi dengan dalih penyelidikan.

Kedua, korban dihubungi atas dugaan keterlibatan dalam kegiatan ilegal seperti pencucian uang. Pada kasus ini, penipu menyamar sebagai polisi atau petugas KPK Malaysia untuk menakut-nakuti korban dan membujuk mereka mentransfer uang ke rekening pihak ketiga sehingga tidak masuk daftar hitam.

Baca Juga: Bareng Coretax System, Penggunaan NIK sebagai NPWP Dimulai Tahun Depan

Ketiga, penipu menyamar sebagai petugas pajak mengunjungi korban dengan alasan mengumpulkan data pajak untuk kebutuhan audit lapangan dan investigasi pajak.

Penipu akan beralasan bahwa korban melakukan restitusi pajak atau melaporkan pajak penghasilan dengan tidak benar sehingga diminta menyerahkan dokumen tertentu dan membayar pajak terutang ke rekening pihak ketiga.

Keempat, korban dihubungi melalui surat atau email tentang keterlibatan mereka dalam aktivitas perdagangan saham, tetapi belum membayar dengan benar. Kelima, korban menerima email palsu tentang restitusi pajak yang akan diterima tetapi harus memberikan data perbankan. (rig)

Baca Juga: Ikut Kebijakan II PPS? Ini Risiko Jika WP Tidak Ungkap Seluruh Harta

Topik : malaysia, spt tahunan, pajak, pajak internasional, modus penipuan

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Minggu, 26 Juni 2022 | 13:00 WIB
INGGRIS

Lembaga Think Tank Ini Usulkan Garam Dikenai Cukai

Minggu, 26 Juni 2022 | 12:00 WIB
KPP PRATAMA SITUBONDO

KPP Akhirnya Sita Tanah Milik Wajib Pajak Seluas 2.104 Meter Persegi

Minggu, 26 Juni 2022 | 11:30 WIB
DATA PPS HARI INI

Tinggal 4 Hari! DJP Sudah Terbitkan 176.417 Surat Keterangan PPS

Minggu, 26 Juni 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Kriteria Hibah yang Dikecualikan dari Objek Pajak Penghasilan

berita pilihan

Senin, 27 Juni 2022 | 18:00 WIB
PRANCIS

Catatan OECD: Pandemi Genjot Digitalisasi Layanan Perpajakan

Senin, 27 Juni 2022 | 17:35 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

PPS Jadi Booster Penerimaan Pajak, Setoran PPh Final Melonjak

Senin, 27 Juni 2022 | 17:08 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Belum Isi Daftar Harta di SPT 2016-2020, Bisa Pembetulan? Ini Kata DJP

Senin, 27 Juni 2022 | 17:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

WP Punya Opsi Pembetulan SPT Jika Tak Mau Ikut PPS, Begini Kata DJP

Senin, 27 Juni 2022 | 16:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Sri Mulyani Sebut Investasi di Bidang Pendidikan Lebih Menguntungkan

Senin, 27 Juni 2022 | 16:00 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Bareng Coretax System, Penggunaan NIK sebagai NPWP Dimulai Tahun Depan

Senin, 27 Juni 2022 | 15:32 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Ikut Kebijakan II PPS? Ini Risiko Jika WP Tidak Ungkap Seluruh Harta

Senin, 27 Juni 2022 | 15:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Ajak Wajib Pajak Ikut PPS, Via Vallen: Daripada Kena Sanksi

Senin, 27 Juni 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK

Cara Buat Faktur Pajak Kode Transaksi 04 Lewat e-Faktur Versi 3.2