Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Menkeu: Jangan Rusak Indonesia Dengan Pikiran Jahat

1
1

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyapa mahasiswa baru Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) di lapangan bola mini PKN STAN, Sabtu, (25/8/2018) (DDTCNews - akun Facebook Sri Mulyani Indrawati)

TANGERANG SELATAN, DDTCNews – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membuka tahun ajaran 2018/2019 Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) pada Sabtu (25/8/2018). Sejumlah pesan dia sampaikan kepada sekitar 7.000 mahasiswa baru.

Setidaknya, ada tiga poin penting yang disampaikan oleh mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut.Pertama, semangat pantang menyerah, tidak pernah berpuas diri, dan mengedepankan toleransi selama berproses di sekolah dinas tersebut.

“Anda sudah mengalahkan lebih dari 130 ribu kompetitor yang mau masuk PKN STAN. Itu adalah prestasi yang kalian harus banggakan dan menjadi modal awal. Maka, jangan pernah menyerah, jangan pernah merasa puas diri,” ujarnya, seperti dikutip pada Senin (27/8/2018).

Baca Juga: Sri Mulyani: Masih Ada Keluhan Kita Tidak Pro Bisnis

Kedua, semangat toleransi untuk seluruh peserta didik. Dengan semangat ini, mahasiswa dapat berkembang menjadi pribadi yang terbuka terhadap perbedaan dan tidak alergi jika mendapatkan kritik.

“Jangan rusak Indonesia dengan pikiran jahat, pikiran kecil, dan kecurigaan karena kita berbeda. Tuhan menciptakan kita berbeda agar kita saling memahami dan mengerti,” tuturnya, seperti dilansir dari laman Kemenkeu.

Seperti diketahui, proses seleksi PKN STAN diikuti oleh 133.000 pendaftar. Adapun yang lolos seleksi dan diterima sebagai mahasiswa tahun ajaran 2018/2019 hanya sekitar 7.000 peserta didik.

Baca Juga: Ditagih Menkeu, Pengusaha Properti: Butuh Waktu, Tidak Bisa Instan

Ketiga, ikut berkontribusi untuk Indonesia karena masuk dalam mahasiswa terpilih. Hal ini bisa dilakukan dengan intelektualitas yang unggul dan kepribadian yang berintegritas. Seperti diketahui, proses seleksi PKN STAN diikuti oleh 133.000 pendaftar.

“Jadilah generasi yang positif, jangan sinis dan negatif. Kalau pun ada kekurangan, perbaiki. Kalau ada yang bisa diperbaiki, kita perbaiki,” imbuhnya. (kaw)

Baca Juga: Setelah Guyur Insentif, Menkeu Tagih Janji Ekspansi Pengusaha Properti

“Anda sudah mengalahkan lebih dari 130 ribu kompetitor yang mau masuk PKN STAN. Itu adalah prestasi yang kalian harus banggakan dan menjadi modal awal. Maka, jangan pernah menyerah, jangan pernah merasa puas diri,” ujarnya, seperti dikutip pada Senin (27/8/2018).

Baca Juga: Sri Mulyani: Masih Ada Keluhan Kita Tidak Pro Bisnis

Kedua, semangat toleransi untuk seluruh peserta didik. Dengan semangat ini, mahasiswa dapat berkembang menjadi pribadi yang terbuka terhadap perbedaan dan tidak alergi jika mendapatkan kritik.

“Jangan rusak Indonesia dengan pikiran jahat, pikiran kecil, dan kecurigaan karena kita berbeda. Tuhan menciptakan kita berbeda agar kita saling memahami dan mengerti,” tuturnya, seperti dilansir dari laman Kemenkeu.

Seperti diketahui, proses seleksi PKN STAN diikuti oleh 133.000 pendaftar. Adapun yang lolos seleksi dan diterima sebagai mahasiswa tahun ajaran 2018/2019 hanya sekitar 7.000 peserta didik.

Baca Juga: Ditagih Menkeu, Pengusaha Properti: Butuh Waktu, Tidak Bisa Instan

Ketiga, ikut berkontribusi untuk Indonesia karena masuk dalam mahasiswa terpilih. Hal ini bisa dilakukan dengan intelektualitas yang unggul dan kepribadian yang berintegritas. Seperti diketahui, proses seleksi PKN STAN diikuti oleh 133.000 pendaftar.

“Jadilah generasi yang positif, jangan sinis dan negatif. Kalau pun ada kekurangan, perbaiki. Kalau ada yang bisa diperbaiki, kita perbaiki,” imbuhnya. (kaw)

Baca Juga: Setelah Guyur Insentif, Menkeu Tagih Janji Ekspansi Pengusaha Properti
Topik : Sri Mulyani, PKN STAN
Komentar
Dapatkan hadiah berupa merchandise DDTCNews masing-masing senilai Rp250.000 yang diberikan kepada dua orang pemenang. Redaksi akan memilih pemenang setiap dua minggu sekali, dengan berkomentar di artikel ini! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Rabu, 28 Agustus 2019 | 13:03 WIB
PERPAJAKAN INDONESIA
Senin, 11 Maret 2019 | 15:34 WIB
TAX CENTER FEB UNILA-KANWIL DJP LAMPUNG
Jum'at, 29 Maret 2019 | 17:46 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Senin, 18 Desember 2017 | 16:01 WIB
FEB UNIVERSITAS AIRLANGGA
berita pilihan
Rabu, 24 Oktober 2018 | 16:45 WIB
KULIAH HUKUM PAJAK
Senin, 18 Desember 2017 | 16:01 WIB
FEB UNIVERSITAS AIRLANGGA
Senin, 30 April 2018 | 06:31 WIB
KULIAH UMUM FEB UGM
Senin, 12 November 2018 | 18:10 WIB
BEASISWA
Minggu, 04 September 2016 | 16:01 WIB
SOSIALISASI TAX AMNESTY UI
Selasa, 09 Juli 2019 | 19:44 WIB
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Kamis, 14 Maret 2019 | 17:52 WIB
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI
Rabu, 06 Maret 2019 | 11:13 WIB
INDEF-FEB UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Kamis, 11 April 2019 | 16:37 WIB
KULIAH UMUM & OPREC DDTC
Kamis, 11 April 2019 | 10:37 WIB
EDUKASI PAJAK