Review
Rabu, 28 Oktober 2020 | 10:01 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 21 Oktober 2020 | 14:14 WIB
KONSULTASI PAJAK
Jum'at, 16 Oktober 2020 | 17:13 WIB
ANALISIS PAJAK
Rabu, 14 Oktober 2020 | 14:17 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 28 Oktober 2020 | 09:21 WIB
KURS PAJAK 28 OKTOBER - 3 NOVEMBER 2020
Selasa, 27 Oktober 2020 | 17:06 WIB
STATISTIK PAJAK DIGITAL
Rabu, 21 Oktober 2020 | 17:02 WIB
STATISTIK SISTEM PAJAK
Rabu, 21 Oktober 2020 | 09:24 WIB
KURS PAJAK 21 OKTOBER - 27 OKTOBER 2020
Komunitas
Kamis, 29 Oktober 2020 | 18:15 WIB
13 TAHUN DDTC
Kamis, 29 Oktober 2020 | 14:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Kamis, 29 Oktober 2020 | 09:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Rabu, 28 Oktober 2020 | 14:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Reportase

Melihat Dampak Administrasi Pajak di Era Digital

A+
A-
1
A+
A-
1
Melihat Dampak Administrasi Pajak di Era Digital

Specialist of Tax Compliance & Litigation Bintang Perdana Putra berfoto di depan masjid bersejarah di Agra, India. Sebelum mengikuti konferensi pajak internasional di Mumbai, 11 delegasi DDTC berkesempatan mengunjungi beberapa wilayah di India. 

TIDAK bisa dibantahkan lagi bahwa perkembangan teknologi yang pesat saat ini memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perubahan pola kehidupan bermasyarakat. Hal ini dapat dipastikan akan memberikan akses kemudahan berbisnis bagi para pelaku usaha.

Hal tersebut juga memberikan sinyal berupa tantangan sekaligus peluang baru bagi otoritas pajak agar selalu berinovasi dalam rangka menciptakan pendekatan baru demi terciptanya sistem administrasi pajak yang lebih kondusif dan efisien. Dengan demikian, bertambahnya tingkat kepatuhan wajib pajak terhadap kewajibannya akan menjadi suatu keniscayaan.

Diskusi mengenai hal tersebut menjadi salah satu materi yang dikupas dalam konferensi pajak internasional yang diselenggarakan di Mumbai, India pada 5—7 Desember 2019. Penulis, Specialist of Tax Compliance & Litigation Bintang Perdana Putra, menjadi salah satu dari 11 delegasi DDTC yang mengikuti konferensi tersebut.

Baca Juga: Kata Wamenkeu, Jasa Keuangan Jadi Sektor yang Patuh dalam Urusan Pajak

Materi presentasi yang disampaikan oleh Jeffrey Owens, professor yang menjabat sebagai Director of Global Tax Policy Center at the Institute for Austrian and International Tax Law, WU (Vienna University of Economics and Business) dalam konferensi pada Sabtu (7/12/2019) membawa beberapa gagasan baru terkait penerapan sistem administrasi serta peraturan pajak pada era digital.

Menurut Owens, traditional compliance model akan memakan waktu penyelesaian yang tidak sebentar karena wajib pajak perlu melalui berbagai proses administrasi. Proses itu mulai dari mencatat data akuntansi, melakukan analisis beban pajak, mengisi formulir pelaporan pajak, menyampaikan formulir pelaporan pajak, hingga harus menunggu dilakukannya proses audit oleh otoritas pajak.

Proses tax compliance secara tradisional yang sangat memakan waktu tersebut, pada dasarnya dapat dipangkas dengan adanya digital compliance model. Pendekatan ini diharapkan akan menjadi solusi untuk memangkas cycle time, mulai saat wajib pajak melakukan transaksi hingga dilakukannya proses audit oleh otoritas pajak.

Baca Juga: Pelaku Usaha dari Tiga Sektor Ini Diperiksa DJP dan Bapenda

Digital compliance model dapat meringkas proses tax compliance wajib pajak, yang diawali dengan melakukan ekstrasi data secara langsung dari sumber data. Kemudian, dilanjutkan dengan sinkronisasi data secara langsung kepada pihak otoritas pajak. Dengan demikian, otoritas pajak akan dapat langsung mengakses data wajib pajak serta melakukan proses audit.

Hal tersebut menjadi salah satu contoh dari sekian banyaknya peluang yang disampaikan terkait perkembangan administasi pajak di era digital. Oleh karena itu, perlu komitmen dan langkah strategis agar sistem administrasi pajak selalu dapat berjalan beriringan dengan perkembangan teknologi digital.

Dibalik potensi kemudahan administasi pajak di era digital tersebut, beberapa tantangan seperti terbukanya peluang tindak criminal digital (cybercrimes) juga muncul. Selain itu, ada pula tantangan kurangnya pemahaman serta kompetensi pada bidang teknologi digital. Tantangan pada masa transisi akibat perubahan sistem administrasi pajak juga muncul. Hingga saat ini, beberapa isu tersebutlah yang masih menjadi perbincangaan hangat oleh para ahli pajak diseluruh dunia.*

Baca Juga: Ada Tunggakan Pajak, Reklame Mulai Dibongkar Satpol PP

Topik : teknologi digital, kepatuhan pajak, digitalisasi, administrasi pajak, India, HRDP
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Senin, 28 September 2020 | 16:48 WIB
TAIWAN
Jum'at, 25 September 2020 | 10:06 WIB
PELAYANAN PAJAK
Rabu, 23 September 2020 | 15:10 WIB
PERDAGANGAN
Rabu, 23 September 2020 | 10:05 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
berita pilihan
Kamis, 29 Oktober 2020 | 18:15 WIB
13 TAHUN DDTC
Kamis, 29 Oktober 2020 | 15:00 WIB
KOTA MALANG
Kamis, 29 Oktober 2020 | 14:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Kamis, 29 Oktober 2020 | 13:01 WIB
KABUPATEN BULELENG
Kamis, 29 Oktober 2020 | 12:00 WIB
MALAYSIA
Kamis, 29 Oktober 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Kamis, 29 Oktober 2020 | 10:00 WIB
EKONOMI DIGITAL
Kamis, 29 Oktober 2020 | 09:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Kamis, 29 Oktober 2020 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Kamis, 29 Oktober 2020 | 07:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH