Review
Senin, 06 April 2020 | 19:46 WIB
MEMO PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 03 April 2020 | 20:18 WIB
MEMO PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 03 April 2020 | 17:38 WIB
ANALISIS PAJAK
Kamis, 02 April 2020 | 18:59 WIB
ANALISIS TRANSFER PRICING
Fokus
Literasi
Senin, 06 April 2020 | 19:16 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Senin, 06 April 2020 | 18:50 WIB
TIPS E-BUPOT
Senin, 06 April 2020 | 16:43 WIB
REKONSILIASI FISKAL (11)
Senin, 06 April 2020 | 15:28 WIB
JAGDISH BHAGWATI
Data & alat
Jum'at, 03 April 2020 | 17:01 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Kamis, 02 April 2020 | 14:31 WIB
PROFESI
Rabu, 01 April 2020 | 09:14 WIB
KURS PAJAK 1 APRIL-7 APRIL 2020
Rabu, 25 Maret 2020 | 07:34 WIB
KURS PAJAK 25 MARET-31 MARET 2020
Komunitas
Kamis, 02 April 2020 | 15:11 WIB
LEE JI-EUN:
Selasa, 31 Maret 2020 | 09:52 WIB
PROGRAM BEASISWA
Senin, 30 Maret 2020 | 17:29 WIB
UNIVERSITAS PANCASILA
Senin, 30 Maret 2020 | 16:19 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Kolaborasi
Senin, 06 April 2020 | 18:30 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Senin, 06 April 2020 | 09:40 WIB
KERJA SAMA PERPAJAKAN
Senin, 06 April 2020 | 07:00 WIB
SAMBUTAN KETUM KADIN
Reportase

Melihat Dampak Administrasi Pajak di Era Digital

A+
A-
1
A+
A-
1
Melihat Dampak Administrasi Pajak di Era Digital

Specialist of Tax Compliance & Litigation Bintang Perdana Putra berfoto di depan masjid bersejarah di Agra, India. Sebelum mengikuti konferensi pajak internasional di Mumbai, 11 delegasi DDTC berkesempatan mengunjungi beberapa wilayah di India. 

TIDAK bisa dibantahkan lagi bahwa perkembangan teknologi yang pesat saat ini memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perubahan pola kehidupan bermasyarakat. Hal ini dapat dipastikan akan memberikan akses kemudahan berbisnis bagi para pelaku usaha.

Hal tersebut juga memberikan sinyal berupa tantangan sekaligus peluang baru bagi otoritas pajak agar selalu berinovasi dalam rangka menciptakan pendekatan baru demi terciptanya sistem administrasi pajak yang lebih kondusif dan efisien. Dengan demikian, bertambahnya tingkat kepatuhan wajib pajak terhadap kewajibannya akan menjadi suatu keniscayaan.

Diskusi mengenai hal tersebut menjadi salah satu materi yang dikupas dalam konferensi pajak internasional yang diselenggarakan di Mumbai, India pada 5—7 Desember 2019. Penulis, Specialist of Tax Compliance & Litigation Bintang Perdana Putra, menjadi salah satu dari 11 delegasi DDTC yang mengikuti konferensi tersebut.

Baca Juga: Melihat Urgensi Pemanfaatan Teknologi dalam Administrasi Pajak

Materi presentasi yang disampaikan oleh Jeffrey Owens, professor yang menjabat sebagai Director of Global Tax Policy Center at the Institute for Austrian and International Tax Law, WU (Vienna University of Economics and Business) dalam konferensi pada Sabtu (7/12/2019) membawa beberapa gagasan baru terkait penerapan sistem administrasi serta peraturan pajak pada era digital.

Menurut Owens, traditional compliance model akan memakan waktu penyelesaian yang tidak sebentar karena wajib pajak perlu melalui berbagai proses administrasi. Proses itu mulai dari mencatat data akuntansi, melakukan analisis beban pajak, mengisi formulir pelaporan pajak, menyampaikan formulir pelaporan pajak, hingga harus menunggu dilakukannya proses audit oleh otoritas pajak.

Proses tax compliance secara tradisional yang sangat memakan waktu tersebut, pada dasarnya dapat dipangkas dengan adanya digital compliance model. Pendekatan ini diharapkan akan menjadi solusi untuk memangkas cycle time, mulai saat wajib pajak melakukan transaksi hingga dilakukannya proses audit oleh otoritas pajak.

Baca Juga: Tren Kepatuhan SPT Tahunan 2014-2019

Digital compliance model dapat meringkas proses tax compliance wajib pajak, yang diawali dengan melakukan ekstrasi data secara langsung dari sumber data. Kemudian, dilanjutkan dengan sinkronisasi data secara langsung kepada pihak otoritas pajak. Dengan demikian, otoritas pajak akan dapat langsung mengakses data wajib pajak serta melakukan proses audit.

Hal tersebut menjadi salah satu contoh dari sekian banyaknya peluang yang disampaikan terkait perkembangan administasi pajak di era digital. Oleh karena itu, perlu komitmen dan langkah strategis agar sistem administrasi pajak selalu dapat berjalan beriringan dengan perkembangan teknologi digital.

Dibalik potensi kemudahan administasi pajak di era digital tersebut, beberapa tantangan seperti terbukanya peluang tindak criminal digital (cybercrimes) juga muncul. Selain itu, ada pula tantangan kurangnya pemahaman serta kompetensi pada bidang teknologi digital. Tantangan pada masa transisi akibat perubahan sistem administrasi pajak juga muncul. Hingga saat ini, beberapa isu tersebutlah yang masih menjadi perbincangaan hangat oleh para ahli pajak diseluruh dunia.*

Baca Juga: Penanganan Corona: Relaksasi Deadline Administrasi Pajak (2)

Diskusi mengenai hal tersebut menjadi salah satu materi yang dikupas dalam konferensi pajak internasional yang diselenggarakan di Mumbai, India pada 5—7 Desember 2019. Penulis, Specialist of Tax Compliance & Litigation Bintang Perdana Putra, menjadi salah satu dari 11 delegasi DDTC yang mengikuti konferensi tersebut.

Baca Juga: Melihat Urgensi Pemanfaatan Teknologi dalam Administrasi Pajak

Materi presentasi yang disampaikan oleh Jeffrey Owens, professor yang menjabat sebagai Director of Global Tax Policy Center at the Institute for Austrian and International Tax Law, WU (Vienna University of Economics and Business) dalam konferensi pada Sabtu (7/12/2019) membawa beberapa gagasan baru terkait penerapan sistem administrasi serta peraturan pajak pada era digital.

Menurut Owens, traditional compliance model akan memakan waktu penyelesaian yang tidak sebentar karena wajib pajak perlu melalui berbagai proses administrasi. Proses itu mulai dari mencatat data akuntansi, melakukan analisis beban pajak, mengisi formulir pelaporan pajak, menyampaikan formulir pelaporan pajak, hingga harus menunggu dilakukannya proses audit oleh otoritas pajak.

Proses tax compliance secara tradisional yang sangat memakan waktu tersebut, pada dasarnya dapat dipangkas dengan adanya digital compliance model. Pendekatan ini diharapkan akan menjadi solusi untuk memangkas cycle time, mulai saat wajib pajak melakukan transaksi hingga dilakukannya proses audit oleh otoritas pajak.

Baca Juga: Tren Kepatuhan SPT Tahunan 2014-2019

Digital compliance model dapat meringkas proses tax compliance wajib pajak, yang diawali dengan melakukan ekstrasi data secara langsung dari sumber data. Kemudian, dilanjutkan dengan sinkronisasi data secara langsung kepada pihak otoritas pajak. Dengan demikian, otoritas pajak akan dapat langsung mengakses data wajib pajak serta melakukan proses audit.

Hal tersebut menjadi salah satu contoh dari sekian banyaknya peluang yang disampaikan terkait perkembangan administasi pajak di era digital. Oleh karena itu, perlu komitmen dan langkah strategis agar sistem administrasi pajak selalu dapat berjalan beriringan dengan perkembangan teknologi digital.

Dibalik potensi kemudahan administasi pajak di era digital tersebut, beberapa tantangan seperti terbukanya peluang tindak criminal digital (cybercrimes) juga muncul. Selain itu, ada pula tantangan kurangnya pemahaman serta kompetensi pada bidang teknologi digital. Tantangan pada masa transisi akibat perubahan sistem administrasi pajak juga muncul. Hingga saat ini, beberapa isu tersebutlah yang masih menjadi perbincangaan hangat oleh para ahli pajak diseluruh dunia.*

Baca Juga: Penanganan Corona: Relaksasi Deadline Administrasi Pajak (2)
Topik : teknologi digital, kepatuhan pajak, digitalisasi, administrasi pajak, India, HRDP
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
0/1000
artikel terkait
Rabu, 18 Maret 2020 | 13:01 WIB
PELAPORAN SPT
Selasa, 17 Maret 2020 | 18:40 WIB
PELAPORAN SPT
Selasa, 17 Maret 2020 | 07:01 WIB
INDIA
Senin, 16 Maret 2020 | 16:49 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
berita pilihan
Senin, 06 April 2020 | 19:46 WIB
MEMO PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 06 April 2020 | 19:16 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Senin, 06 April 2020 | 19:15 WIB
PERPRES 54/2020
Senin, 06 April 2020 | 18:50 WIB
TIPS E-BUPOT
Senin, 06 April 2020 | 18:40 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Senin, 06 April 2020 | 18:30 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Senin, 06 April 2020 | 17:17 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Senin, 06 April 2020 | 17:02 WIB
KABUPATEN SLEMAN
Senin, 06 April 2020 | 16:43 WIB
REKONSILIASI FISKAL (11)
Senin, 06 April 2020 | 16:12 WIB
PELAPORAN SPT