Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

KAPj IAI Gelar Konferensi Pajak Internasional 2019, Berminat?

2
2

JAKARTA, DDTCNews – Perkembangan ekonomi digital yang cukup pesat telah membawa tantangan dalam sistem perpajakan internasional. Terlebih, hingga saat ini belum ada kesepakatan secara global bagaimana pemajakan harus dijalankan secara tepat.

Tantangan muncul karena sistem perpajakan internasional selama ini mengganggap kewajiban pembayaran pajak di suatu negara muncul ketika ada kehadiran secara fisik (physical presence). Padahal, raksasa teknologi mungkin aktif di berbagai negara tanpa kehadiran fisik.

Akibatnya, muncul kesulitan untuk menentukan tempat terjadinya value creation. Baik otoritas maupun pelaku usaha juga mengalami kesulitan dalam menentukan hak pemajakan atas pendapatan yang dihasilkan dari kegiatan lintas batas di era digital.

Baca Juga: Strategi Pemajakan Terhadap Jasa Iklan Online

Pesatnya digitalisasi juga berpengaruh pada aktivitas transfer pricing dari perusahaan multinasional. Dengan berbagai sistem perpajakan yang berbeda di setiap negara, potensi peningkatan sengketa juga tidak terhindarkan. Dalam konteks ini, kepastian perpajakan menjadi krusial.

Berpijak dari fakta tersebut, Kompartemen Akuntan Pajak Ikatan Akuntan Indonesia (KAPj IAI) dan Bureau van Djik (a Moody’s Analytics Company) akan menggelar International Tax Conference 2019 bertajuk ‘The Current Issues of International Taxation and Digital Economy Era’.

Konferensi internasional yang menggandeng DDTC sebagai salah satu pendukung kegiatan ini diselenggarakan pada Selasa, 17 September 2019. Acara 8 SKP ini diselenggarakan di Ballroom Grand Hyatt Hotel, Jl. M. H. Thamrin Kav. 28-30, Plaza Indonesia, Jakarta Pusat.

Baca Juga: Cara Baru Memajaki Ekonomi Digital

Wakil Menteri Keuangan sekaligus Ketua Dewan Pengurus Nasional IAI Mardiasmo direncanakan hadir untuk memberikan pidato pembuka. Selanjutnya, Dirjen Pajak Robert Pakpahan dijadwalkan hadir untuk menjadi pembicara kunci. Direktur Perpajakan Internasional Ditjen Pajak sekaligus Ketua KAPj IAI John Hutagaol dijadwalkan memberi closing remarks.

Acara ini tersebut akan memuat empat panel discussion dengan tema yang berbeda-beda. Pertama, tax and customs challenges in digital economy. Kedua, improving tax and customs certainty in Indonesia. Ketiga, how to resolve the transfer pricing dispute in Indonesia. Keempat, how to utilize big data to increase tax and customs compliance in Indonesia.

Senior Partner DDTC Danny Septriadi dijadwalkan hadir untuk menjadi pembicara dalam beberapa dalam salah satu sesi. Selain itu, ada pula Direktur Audit Kepabeanan dan Cukai Kushari Supriyanto, Senior Director for Tax & Transfer Pricing Solution Bureau van Djik, dan Vice Managing of PB Taxand Permana Adi Saputra.

Baca Juga: Soal Pajak Digital, Sri Mulyani: Saya Merasa Tidak Sendiri Lagi

Selain itu, ada pula Direktur Tax Risk Solutions Bureau van Djik Maqbool Lalljee, Head of Tax Division PT Adaro Energy Jul Seventa Tarigan, Deputi Direktur Pencegahan dan Penyelesaian Sengketa Perpajakan Internasional DJP Achmad Amin, Direktur Data dan Informasi Perpajakan DJP Dasto Ledyanto, dan Partner PWC Indonesia Ay Tjhing Phan.

Pendaftaran bisa dilakukan secara online lewat http://bit.ly/ITC092019 . Biaya investasi senilai Rp1,9 juta (Anggota IAI); Rp2,4 juta (Non-Anggota IAI); US$184 (foreigner),; atau Rp1,45 juta (akademisi). Informasi selengkapnya bisa dilihat di sini. (kaw)

Baca Juga: Rangkul Start Up Teknologi untuk Reformasi Perpajakan

Akibatnya, muncul kesulitan untuk menentukan tempat terjadinya value creation. Baik otoritas maupun pelaku usaha juga mengalami kesulitan dalam menentukan hak pemajakan atas pendapatan yang dihasilkan dari kegiatan lintas batas di era digital.

Baca Juga: Strategi Pemajakan Terhadap Jasa Iklan Online

Pesatnya digitalisasi juga berpengaruh pada aktivitas transfer pricing dari perusahaan multinasional. Dengan berbagai sistem perpajakan yang berbeda di setiap negara, potensi peningkatan sengketa juga tidak terhindarkan. Dalam konteks ini, kepastian perpajakan menjadi krusial.

Berpijak dari fakta tersebut, Kompartemen Akuntan Pajak Ikatan Akuntan Indonesia (KAPj IAI) dan Bureau van Djik (a Moody’s Analytics Company) akan menggelar International Tax Conference 2019 bertajuk ‘The Current Issues of International Taxation and Digital Economy Era’.

Konferensi internasional yang menggandeng DDTC sebagai salah satu pendukung kegiatan ini diselenggarakan pada Selasa, 17 September 2019. Acara 8 SKP ini diselenggarakan di Ballroom Grand Hyatt Hotel, Jl. M. H. Thamrin Kav. 28-30, Plaza Indonesia, Jakarta Pusat.

Baca Juga: Cara Baru Memajaki Ekonomi Digital

Wakil Menteri Keuangan sekaligus Ketua Dewan Pengurus Nasional IAI Mardiasmo direncanakan hadir untuk memberikan pidato pembuka. Selanjutnya, Dirjen Pajak Robert Pakpahan dijadwalkan hadir untuk menjadi pembicara kunci. Direktur Perpajakan Internasional Ditjen Pajak sekaligus Ketua KAPj IAI John Hutagaol dijadwalkan memberi closing remarks.

Acara ini tersebut akan memuat empat panel discussion dengan tema yang berbeda-beda. Pertama, tax and customs challenges in digital economy. Kedua, improving tax and customs certainty in Indonesia. Ketiga, how to resolve the transfer pricing dispute in Indonesia. Keempat, how to utilize big data to increase tax and customs compliance in Indonesia.

Senior Partner DDTC Danny Septriadi dijadwalkan hadir untuk menjadi pembicara dalam beberapa dalam salah satu sesi. Selain itu, ada pula Direktur Audit Kepabeanan dan Cukai Kushari Supriyanto, Senior Director for Tax & Transfer Pricing Solution Bureau van Djik, dan Vice Managing of PB Taxand Permana Adi Saputra.

Baca Juga: Soal Pajak Digital, Sri Mulyani: Saya Merasa Tidak Sendiri Lagi

Selain itu, ada pula Direktur Tax Risk Solutions Bureau van Djik Maqbool Lalljee, Head of Tax Division PT Adaro Energy Jul Seventa Tarigan, Deputi Direktur Pencegahan dan Penyelesaian Sengketa Perpajakan Internasional DJP Achmad Amin, Direktur Data dan Informasi Perpajakan DJP Dasto Ledyanto, dan Partner PWC Indonesia Ay Tjhing Phan.

Pendaftaran bisa dilakukan secara online lewat http://bit.ly/ITC092019 . Biaya investasi senilai Rp1,9 juta (Anggota IAI); Rp2,4 juta (Non-Anggota IAI); US$184 (foreigner),; atau Rp1,45 juta (akademisi). Informasi selengkapnya bisa dilihat di sini. (kaw)

Baca Juga: Rangkul Start Up Teknologi untuk Reformasi Perpajakan
Topik : KAPj IAI, IAI, pajak internasional, ekonomi digital, agenda pajak, konferensi
Komentar
Dapatkan hadiah berupa merchandise DDTCNews masing-masing senilai Rp250.000 yang diberikan kepada dua orang pemenang. Redaksi akan memilih pemenang setiap dua minggu sekali, dengan berkomentar di artikel ini! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Jum'at, 14 Juli 2017 | 17:31 WIB
HARI JADI IKATAN AKUNTAN INDONESIA
Senin, 06 Maret 2017 | 16:30 WIB
SOSIALISASI SPT & TAX AMNESTY
Selasa, 07 Maret 2017 | 14:34 WIB
UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA
Jum'at, 03 Februari 2017 | 15:56 WIB
PELATIHAN PAJAK
berita pilihan
Sabtu, 17 Februari 2018 | 00:22 WIB
SEMINAR INTERNASIONAL
Selasa, 13 September 2016 | 16:59 WIB
CALL FOR PAPER
Kamis, 18 Mei 2017 | 12:01 WIB
CALL FOR PAPER
Rabu, 30 November 2016 | 11:01 WIB
SERTIFIKASI KONSULTAN PAJAK
Senin, 13 Februari 2017 | 12:20 WIB
KONFERENSI INTERNASIONAL
Selasa, 06 Maret 2018 | 15:22 WIB
SNAXXI 2018
Kamis, 13 Oktober 2016 | 16:01 WIB
UNIVERSITAS NEGERI SEBELAS MARET
Jum'at, 04 Agustus 2017 | 10:52 WIB
IN-HOUSE TRAINING
Jum'at, 04 November 2016 | 14:15 WIB
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Rabu, 22 Maret 2017 | 20:22 WIB
SEMINAR NASIONAL UNS