Review
Rabu, 12 Agustus 2020 | 14:34 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 11 Agustus 2020 | 09:20 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 09 Agustus 2020 | 09:00 WIB
KEPALA KKP PRATAMA JAKARTA MAMPANG PRAPATAN IWAN SETYASMOKO:
Kamis, 06 Agustus 2020 | 16:26 WIB
TAJUK
Fokus
Literasi
Rabu, 12 Agustus 2020 | 16:45 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Rabu, 12 Agustus 2020 | 14:01 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 12 Agustus 2020 | 13:37 WIB
TIPS PAJAK
Selasa, 11 Agustus 2020 | 12:09 WIB
ALI SADIKIN:
Data & alat
Rabu, 12 Agustus 2020 | 09:14 WIB
KURS PAJAK 12 AGUSTUS-18 AGUSTUS 2020
Selasa, 11 Agustus 2020 | 14:30 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 15:54 WIB
STATISTIK WITHHOLDING TAX
Rabu, 05 Agustus 2020 | 08:57 WIB
KURS PAJAK 5 AGUSTUS-11 AGUSTUS 2020
Komunitas
Rabu, 12 Agustus 2020 | 10:42 WIB
KOMIK PAJAK
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 14:01 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 11:15 WIB
IPB ACCOUNTING COMPETITION 2020
Reportase

KAPj IAI Gelar Konferensi Pajak Internasional 2019, Berminat?

A+
A-
2
A+
A-
2
KAPj IAI Gelar Konferensi Pajak Internasional 2019, Berminat?

Ilustrasi. (KAPj IAI)

JAKARTA, DDTCNews – Perkembangan ekonomi digital yang cukup pesat telah membawa tantangan dalam sistem perpajakan internasional. Terlebih, hingga saat ini belum ada kesepakatan secara global bagaimana pemajakan harus dijalankan secara tepat.

Tantangan muncul karena sistem perpajakan internasional selama ini mengganggap kewajiban pembayaran pajak di suatu negara muncul ketika ada kehadiran secara fisik (physical presence). Padahal, raksasa teknologi mungkin aktif di berbagai negara tanpa kehadiran fisik.

Akibatnya, muncul kesulitan untuk menentukan tempat terjadinya value creation. Baik otoritas maupun pelaku usaha juga mengalami kesulitan dalam menentukan hak pemajakan atas pendapatan yang dihasilkan dari kegiatan lintas batas di era digital.

Baca Juga: Setoran Pajak dari Pariwisata Rebound, Ekonomi Dianggap Mulai Pulih

Pesatnya digitalisasi juga berpengaruh pada aktivitas transfer pricing dari perusahaan multinasional. Dengan berbagai sistem perpajakan yang berbeda di setiap negara, potensi peningkatan sengketa juga tidak terhindarkan. Dalam konteks ini, kepastian perpajakan menjadi krusial.

Berpijak dari fakta tersebut, Kompartemen Akuntan Pajak Ikatan Akuntan Indonesia (KAPj IAI) dan Bureau van Djik (a Moody’s Analytics Company) akan menggelar International Tax Conference 2019 bertajuk ‘The Current Issues of International Taxation and Digital Economy Era’.

Konferensi internasional yang menggandeng DDTC sebagai salah satu pendukung kegiatan ini diselenggarakan pada Selasa, 17 September 2019. Acara 8 SKP ini diselenggarakan di Ballroom Grand Hyatt Hotel, Jl. M. H. Thamrin Kav. 28-30, Plaza Indonesia, Jakarta Pusat.

Baca Juga: Tarif PPN Naik Tiga Kali Lipat, Tiga Sektor Ini Diprediksi Terpuruk

Wakil Menteri Keuangan sekaligus Ketua Dewan Pengurus Nasional IAI Mardiasmo direncanakan hadir untuk memberikan pidato pembuka. Selanjutnya, Dirjen Pajak Robert Pakpahan dijadwalkan hadir untuk menjadi pembicara kunci. Direktur Perpajakan Internasional Ditjen Pajak sekaligus Ketua KAPj IAI John Hutagaol dijadwalkan memberi closing remarks.

Acara ini tersebut akan memuat empat panel discussion dengan tema yang berbeda-beda. Pertama, tax and customs challenges in digital economy. Kedua, improving tax and customs certainty in Indonesia. Ketiga, how to resolve the transfer pricing dispute in Indonesia. Keempat, how to utilize big data to increase tax and customs compliance in Indonesia.

Senior Partner DDTC Danny Septriadi dijadwalkan hadir untuk menjadi pembicara dalam beberapa dalam salah satu sesi. Selain itu, ada pula Direktur Audit Kepabeanan dan Cukai Kushari Supriyanto, Senior Director for Tax & Transfer Pricing Solution Bureau van Djik, dan Vice Managing of PB Taxand Permana Adi Saputra.

Baca Juga: Airbnb Dukung Proposal Pajak Digital OECD

Selain itu, ada pula Direktur Tax Risk Solutions Bureau van Djik Maqbool Lalljee, Head of Tax Division PT Adaro Energy Jul Seventa Tarigan, Deputi Direktur Pencegahan dan Penyelesaian Sengketa Perpajakan Internasional DJP Achmad Amin, Direktur Data dan Informasi Perpajakan DJP Dasto Ledyanto, dan Partner PWC Indonesia Ay Tjhing Phan.

Pendaftaran bisa dilakukan secara online lewat http://bit.ly/ITC092019 . Biaya investasi senilai Rp1,9 juta (Anggota IAI); Rp2,4 juta (Non-Anggota IAI); US$184 (foreigner),; atau Rp1,45 juta (akademisi). Informasi selengkapnya bisa dilihat di sini. (kaw)

Baca Juga: Ganjal Rencana Bisnis Unilever, Partai Usulkan Pajak Sayonara
Topik : KAPj IAI, IAI, pajak internasional, ekonomi digital, agenda pajak, konferensi
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 05 Agustus 2020 | 10:49 WIB
SELANDIA BARU
Selasa, 04 Agustus 2020 | 16:30 WIB
ITALIA
Selasa, 04 Agustus 2020 | 15:13 WIB
BELGIA
Selasa, 04 Agustus 2020 | 09:33 WIB
RUSIA
berita pilihan
Rabu, 12 Agustus 2020 | 22:40 WIB
PELAYANAN PAJAK
Rabu, 12 Agustus 2020 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Rabu, 12 Agustus 2020 | 17:15 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 12 Agustus 2020 | 17:10 WIB
INSENTIF PAJAK
Rabu, 12 Agustus 2020 | 16:45 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Rabu, 12 Agustus 2020 | 15:51 WIB
RUU OMNIBUS LAW CIPTA KERJA
Rabu, 12 Agustus 2020 | 15:34 WIB
ARAB SAUDI
Rabu, 12 Agustus 2020 | 15:18 WIB
BANTUAN SOSIAL
Rabu, 12 Agustus 2020 | 15:11 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH