Fokus
Data & Alat
Rabu, 18 Mei 2022 | 08:43 WIB
KURS PAJAK 18 MEI - 24 MEI 2022
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 11 MEI - 17 MEI 2022
Selasa, 10 Mei 2022 | 14:30 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase
Perpajakan ID

Jokowi Minta Kebijakan Proteksi Dihapus

A+
A-
0
A+
A-
0
Jokowi Minta Kebijakan Proteksi Dihapus

JAKARTA, DDTCNews – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berseru kepada negara-negara anggota G-20 untuk menghapus semua kebijakan proteksi baik tarif maupun non-tarif yang dinilai menghambat perdagangan bebas.

Menurutnya, kebijakan proteksi itu justru merugikan negara-negara berkembang. Jokowi kembali mengingatkan semangat perjanjian perdagangan bebas yang sejatinya bertujuan mendorong perdagangan global.

“Tujuannya agar perdagangan tetap terbuka dan konsisten dengan World Trade Organization (WTO) serta dapat menghindari pengecualian bagi para negara non-anggota,” ujarnya pada sesi ketiga KTT G-20 di Huangzhou International Expo Center, Tiongkok, Senin (5/9).

Baca Juga: Ekspor Minyak Goreng Dibuka Kembali, Jokowi Pastikan Pasokan Cukup

Jokowi meminta negara-negara G-20 bersinergi memperkuat perdagangan multilateral yang belakangan ini terus melemah dan menemui banyak kendala. Pasalnya, perdagangan merupakan motor penggerak perekonomian.

Menurutnya ntuk semakin memajukan UMKM di negara berkembang, Jokowi meminta agar para pelaku UMKM diberikan kesempatan yang lebih besar untuk bersaing di level internasional dan berperan dalam perekonomian dunia.

Jokowi menyebutkan saat ini di Indonesia UMKM semakin mengukuhkan posisinya sebagai tulang punggung perekonomian lantaran telah membuka banyak lapangan kerja bagi masyarakat.

Baca Juga: Jokowi: Aktivitas Outdoor Tidak Padat Orang Boleh Tak Pakai Masker

Dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, UMKM juga berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) dan memperluas akses kegiatan ekonomi produktif.

Dalam pidatonya, Jokowi menyampaikan Indonesia benar-benar berkomitmen meningkatkan iklim usaha dan investasi dalam negeri. Terbukti, dengan dikeluarkannya sejumlah paket ekonomi yang diyakini mampu menggairahkan investasi. (Gfa)

Baca Juga: Oleh-oleh Jokowi dari Space X, Elon Musk Bakal ke Indonesia Akhir 2022
Topik : jokowi, konferensi g20, tiongkok, perdagangan bebas, kebijakan proteksi

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Kamis, 28 April 2022 | 12:11 WIB
MUSRENBANGNAS 2022

Musrenbangnas 2022, Jokowi Serukan Optimalisasi Penerimaan Perpajakan

Kamis, 28 April 2022 | 09:05 WIB
KEBIJAKAN PERDAGANGAN

Tegaskan Larang Total Ekspor CPO, Jokowi: Negara Butuh Pajak, Tapi..

Rabu, 27 April 2022 | 09:00 WIB
KEPPRES 4/2022

Keppres Cuti Bersama ASN Terbit, Tidak Potong Hak Cuti Tahunan

Selasa, 26 April 2022 | 10:19 WIB
MALAYSIA

Jokowi Larang Ekspor CPO, Malaysia Ketiban Rezeki Nomplok

berita pilihan

Senin, 23 Mei 2022 | 18:25 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Catat! DJP Makin Gencar Kirim Email Imbauan PPS Berbasis Data Rekening

Senin, 23 Mei 2022 | 18:09 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Perhatian! DJP Evaluasi e-Bupot, Ada Klasifikasi Jumlah Bukti Potong

Senin, 23 Mei 2022 | 18:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu PPFTZ 01, PPFTZ 02, dan PPFTZ 03?

Senin, 23 Mei 2022 | 17:39 WIB
KINERJA FISKAL

APBN Surplus Rp103,1 Triliun Per April 2022, Begini Kata Sri Mulyani

Senin, 23 Mei 2022 | 17:25 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Batas Akhir SPT Tahunan, Penerimaan PPh Badan April 2022 Tumbuh 105,3%

Senin, 23 Mei 2022 | 17:11 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Penerimaan Pajak Tumbuh 51,49% di April 2022, Sri Mulyani: Sangat Kuat

Senin, 23 Mei 2022 | 17:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

Yellen Dukung Relaksasi Bea Masuk atas Barang-Barang Asal China

Senin, 23 Mei 2022 | 16:45 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Sri Mulyani Sebut Inflasi April 2022 Tertinggi dalam 2 Tahun Terakhir