Review
Jum'at, 29 Mei 2020 | 05:58 WIB
Seri Tax Control Framework (11)
Kamis, 28 Mei 2020 | 05:22 WIB
Seri Tax Control Framework (10)
Rabu, 27 Mei 2020 | 06:06 WIB
Seri Tax Control Framework (9)
Selasa, 26 Mei 2020 | 14:16 WIB
Seri Tax Control Framework (8)
Fokus
Literasi
Jum'at, 29 Mei 2020 | 17:56 WIB
KAMUS PERPAJAKAN
Jum'at, 29 Mei 2020 | 17:43 WIB
TIPS E-FAKTUR
Jum'at, 29 Mei 2020 | 16:29 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 29 Mei 2020 | 13:30 WIB
PROFIL PAJAK KABUPATEN BANYUWANGI
Data & alat
Rabu, 27 Mei 2020 | 15:03 WIB
STATISTIK IKLIM PAJAK
Minggu, 24 Mei 2020 | 12:00 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 22 Mei 2020 | 10:08 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:59 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Reportase

Ini Target Tax Ratio 2020

A+
A-
1
A+
A-
1
Ini Target Tax Ratio 2020

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (foto: DJP)

JAKARTA, DDTCNews – Pemerintah masih terus berusaha untuk meningkatkan tax ratio pada tahun depan. Agenda ini akan dilakukan dengan memegang prinsip kehati-hatian.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat (Rakorbangpus) 2019 di Kantor Bappenas. Menurutnya, peningkatan tax ratio wajib dilakukan untuk menjaga keberlangsungan anggaran negara.

Untuk tahun anggaran 2020, rasio pajak terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ditargetkan berada pada rentang 11,8%—12,3%. Angka tersebut naik dari capaian tax ratio pada 2018 yang sebesar 11,42 terhadap PDB.

Baca Juga: Simak Profil Pajak Kabupaten yang Punya Pelayanan Publik Terinovatif

Tax ratio akan dinaikkan tapi kita juga jaga kondisi perekonomian dan daya saing,” katanya, Selasa (30/4/2019).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyatakan untuk mengerek tax ratio, otoritas akan bekerja secara hati-hati. Dengan demikian, tidak ada risiko munculnya distorsi bagi perekonomian nasional karena agresifnya otoritas pajak mengumpulkan penerimaan.

Menurutnya, memperbaiki kinerja tax ratio merupakan pekerjaan penting bagi keberlanjutan anggaran negara. Apalagi, hingga saat ini, penerimaan pajak menjadi penyumbang terbesar pendapatan negara secara total. Dengan demikian, kemandirian fiskal dalam jangka panjang dapat dicapai.

Baca Juga: Efek Corona, Penerimaan Pajak yang Hilang Tembus Rp98 Miliar

Sri Mulyani tidak memungkiri tax ratio yang cenderung turun dalam lima tahun terakhir. Berbagai faktor yang menjadi penyebabnya antara lain pemberian fasilitas fiskal hingga gejolak harga komoditas. Gejolak harga komoditas, sambungnya, berpengaruh pada penerimaan pajak.

“Tax ratio yang cenderung turun karena gejolak harga komoditas. Kita juga lakukan tax amnesty. Ada pula penurunan tarif untuk UMKM dan kenaikan PTKP. Itu semua mengurangi penerimaan dalam jangka pendek. Sekarang kita mau naikkan tax ratio dan akan dilakukan secara hati-hati,” jelasnya. (kaw)

Baca Juga: Efek Corona, Potensi Setoran Pajak Kota Ini Hilang Rp12 Miliar/Bulan
Topik : tax ratio, penerimaan pajak, Sri Mulyani, Dirjen Pajak
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 20 Mei 2020 | 18:19 WIB
KINERJA FISKAL
Rabu, 20 Mei 2020 | 17:37 WIB
KINERJA FISKAL
Rabu, 20 Mei 2020 | 16:53 WIB
KINERJA FISKAL
berita pilihan
Sabtu, 30 Mei 2020 | 08:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Sabtu, 30 Mei 2020 | 07:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN
Jum'at, 29 Mei 2020 | 22:19 WIB
PPN PRODUK DIGITAL
Jum'at, 29 Mei 2020 | 21:58 WIB
EKONOMI DIGITAL
Jum'at, 29 Mei 2020 | 17:56 WIB
KAMUS PERPAJAKAN
Jum'at, 29 Mei 2020 | 17:43 WIB
TIPS E-FAKTUR
Jum'at, 29 Mei 2020 | 16:51 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Jum'at, 29 Mei 2020 | 16:29 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 29 Mei 2020 | 15:57 WIB
EFEK VIRUS CORONA