A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: opendir(/var/cpanel/php/sessions/ea-php56): failed to open dir: Permission denied

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 329

Backtrace:

File: /home/ddtc/public_html/news.ddtc.co.id/application/controllers/News.php
Line: 12
Function: __construct

File: /home/ddtc/public_html/news.ddtc.co.id/index.php
Line: 298
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Cannot send session cache limiter - headers already sent (output started at /home/ddtc/public_html/news.ddtc.co.id/system/core/Exceptions.php:272)

Filename: Session/Session.php

Line Number: 140

Backtrace:

File: /home/ddtc/public_html/news.ddtc.co.id/application/controllers/News.php
Line: 12
Function: __construct

File: /home/ddtc/public_html/news.ddtc.co.id/index.php
Line: 298
Function: require_once

Huawei Korea Diduga Hindari Pajak
Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Huawei Korea Diduga Hindari Pajak

0
0
businesskorea.co.kr

SEOUL, DDTCNews – National Tax Service (NTS) melakukan investigasi pajak terhadap anak perusahaan asal China, yakni Huawei Korea atas dugaan telah melakukan praktek penghindaran pajak melalui perusahaan cangkangnya di luar negeri.

Salah satu petugas pajak di NTS Korea mengungkapkan pihaknya sedang berupaya untuk fokus terhadap kasus Huawei ini. Dugaan utamanya, Huawei Korea telah menggunakan harga di bawah harga normal ketika melakukan ekspor ke luar negeri, baik atas ekspor barang maupun jasa.

“Kami juga menyelidiki apakah Huawei sengaja menaikkan harga dia tas harga normal ketika melakukan impor baik itu produk maupun jasa terkait hubungan perdagangannya dengan kantor pusat,” ujar petugas pajak tersebut.

Baca Juga: Meghan Markle dan Anaknya Hadapi Dilema Pajak AS

Kasus yang menyeret perusahaan pembuatan peralatan telekomunikasi ini telah resmi dibawa ke kantor pajak regional di bawah naungan Departemen Investigasi Internasional di Junggu, Seoul, sejak satu minggu yang lalu.

Beberapa pengamat industri di Korea memprediksi meskipun NTS meluncurkan hasil investigasinya terhadap Huawei Korea terkait kasus penghindaran pajak, volume penjualan Huawei justru tetap mencapai level yang signifikan.

Selain itu, pengamat juga mengatakan Departemen Investigasi Internasional pasti akan mencari dokumen perdagangan antara Huawei Korea dengan kantor pusatnya.

Baca Juga: Mulai 1 Januari 2020, Perusahaan Layanan Digital Dipajaki 6%

Sebelumnya, seperti dilansir melalui businesskorea.co.kr, Huawei sempat tersandung kasus dengan Samsung Electronics. Huawei Korea mengajukan gugatan pelanggaran paten terhadap Samsung Electronic.

Namun Samsung Electronic justru berusaha menuntut balik tersebut dengan nilai 13,7 miliar won dalam kompensasinya melawan Huawei. Perseteruan dengan Samsung Electronics inilah yang kemudian membuat kasus penghindaran pajak Huawei ini menyita banyak perhatian publik. (Amu)

Baca Juga: Tunggak Pajak, 68 Koleksi Lukisan Mewah Miliarder Ini Dilelang

“Kami juga menyelidiki apakah Huawei sengaja menaikkan harga dia tas harga normal ketika melakukan impor baik itu produk maupun jasa terkait hubungan perdagangannya dengan kantor pusat,” ujar petugas pajak tersebut.

Baca Juga: Meghan Markle dan Anaknya Hadapi Dilema Pajak AS

Kasus yang menyeret perusahaan pembuatan peralatan telekomunikasi ini telah resmi dibawa ke kantor pajak regional di bawah naungan Departemen Investigasi Internasional di Junggu, Seoul, sejak satu minggu yang lalu.

Beberapa pengamat industri di Korea memprediksi meskipun NTS meluncurkan hasil investigasinya terhadap Huawei Korea terkait kasus penghindaran pajak, volume penjualan Huawei justru tetap mencapai level yang signifikan.

Selain itu, pengamat juga mengatakan Departemen Investigasi Internasional pasti akan mencari dokumen perdagangan antara Huawei Korea dengan kantor pusatnya.

Baca Juga: Mulai 1 Januari 2020, Perusahaan Layanan Digital Dipajaki 6%

Sebelumnya, seperti dilansir melalui businesskorea.co.kr, Huawei sempat tersandung kasus dengan Samsung Electronics. Huawei Korea mengajukan gugatan pelanggaran paten terhadap Samsung Electronic.

Namun Samsung Electronic justru berusaha menuntut balik tersebut dengan nilai 13,7 miliar won dalam kompensasinya melawan Huawei. Perseteruan dengan Samsung Electronics inilah yang kemudian membuat kasus penghindaran pajak Huawei ini menyita banyak perhatian publik. (Amu)

Baca Juga: Tunggak Pajak, 68 Koleksi Lukisan Mewah Miliarder Ini Dilelang
Topik : berita pajak internasional, huawei, korea
artikel terkait
Jum'at, 11 November 2016 | 17:27 WIB
BRASIL
Kamis, 08 Juni 2017 | 14:18 WIB
ARAB SAUDI
Rabu, 05 Oktober 2016 | 12:33 WIB
AFRIKA SELATAN
Jum'at, 21 Oktober 2016 | 10:03 WIB
SUDAN SELATAN
berita pilihan
Selasa, 23 April 2019 | 11:16 WIB
ZIMBABWE
Senin, 12 September 2016 | 17:01 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 31 Agustus 2017 | 08:54 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 15 September 2016 | 06:02 WIB
ZIMBABWE
Senin, 17 Oktober 2016 | 10:15 WIB
ZIMBABWE
Selasa, 17 Januari 2017 | 09:40 WIB
ZIMBABWE
Selasa, 02 Oktober 2018 | 10:48 WIB
ZIMBABWE
Senin, 31 Desember 2018 | 14:35 WIB
ZIMBABWE
Rabu, 31 Oktober 2018 | 11:58 WIB
ZIMBABWE
Senin, 12 Juni 2017 | 11:29 WIB
ZAMBIA