Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Ekonomi Diharapkan Tumbuh 2,5%

0
0

BANGKOK, DDTCNews – Pertumbuhan ekonomi Thailand diperkirakan sebesar 2,5% pada 2016. Nilai ini lebih kecil jika dibandingkan pertumbuhan tahun lalu yang sebesar 2,8%.

Di tengah pelemahan  ekonomi global dan pergerakan ekspor yang melambat, menurut laporan Economic Monitor 2016 yang dirilis oleh Bank Dunia, Thailand tergolong yang cukup kuat, dan dukungan fiskal dan moneter yang mantap akan membantunya bertahan.

Stimulus fiskal dan pariwisata akan tetap menjadi faktor pendorong utama dalam pertumbuhan ekonomi. Meski demikian, dalam laporan itu disebutkan pula bahwa ekonomi Thailand masih harus menghadapi tantangan permasalahan dan perbaikan struktur berkelanjutan.

Baca Juga: Efektifkan Pemungutan Pajak E-Commerce, Aturan Baru Ditetapkan

“Perlambatan struktural masih terlihat pada pengimplementasian investasi publik, dalam mempertahankan serta meningkatkan daya saing ekspor dan kesenjangan keterampilan masyarakat,” ungkap laporan itu.

Selain itu, dalam laporan Bank Dunia itu juga disebutkan bahwa Thailand juga harus menghadapi permasalahan penuaan penduduk usia kerja yang diperkirakan akan sangat mempengaruhi ekonomi Thailand dalam lima tahun ke depan.

“Kami merasa senang, Bank Dunia telah memberikan reputasi kepada pemerintah Thailand. Hal ini terjadi berkat perputaran ekonomi Thailand yang cepat karena adanya stimulus fiskal serta reformasi jangka panjang dalam investasi infrastruktur dan BUMN guna mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan menyeluruh,” kata Mr Kiatchai Sophastienphong, Wakil Menteri Keuangan.

Baca Juga: Sambut Imlek, Belanja di Toko Dapat Restitusi PPN

Seperti dikutip The World Bank, rangkaian laporan The Thailand Economic Monitor menyediakan analisis perspektif mengenai tantangan yang dihadapi oleh kebijakan di Thailand, termasuk penuaan penduduk usia kerja. Populasi penduduk usia kerja Thailand diperkirakan menyusut sekitar 11% dari total populasi antara 2016-2040.

Jumlah populasi usia kerja yang hanya dibawah angka 49 juta jiwa menjadi sekitar 40,5 juta jiwa. Diproyeksikan penurunan angka populasi usia kerja di Thailand yang paling tinggi dibandingkan negara-negara berkembang di Asia Timur. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas tenaga kerja menjadi kunci utama.

Selain pemasalahan ini, Thailand juga menghadapi permasalahan yang juga perlu perhatian di berbagai bidang. Beberapa diantaranya termasuk dana pensiun, perawatan kesehatan dan perawatan jangka panjang.

Baca Juga: Inisiasi Perdagangan Bebas, China Tawarkan Insentif Pajak

Stimulus fiskal dan pariwisata akan tetap menjadi faktor pendorong utama dalam pertumbuhan ekonomi. Meski demikian, dalam laporan itu disebutkan pula bahwa ekonomi Thailand masih harus menghadapi tantangan permasalahan dan perbaikan struktur berkelanjutan.

Baca Juga: Efektifkan Pemungutan Pajak E-Commerce, Aturan Baru Ditetapkan

“Perlambatan struktural masih terlihat pada pengimplementasian investasi publik, dalam mempertahankan serta meningkatkan daya saing ekspor dan kesenjangan keterampilan masyarakat,” ungkap laporan itu.

Selain itu, dalam laporan Bank Dunia itu juga disebutkan bahwa Thailand juga harus menghadapi permasalahan penuaan penduduk usia kerja yang diperkirakan akan sangat mempengaruhi ekonomi Thailand dalam lima tahun ke depan.

“Kami merasa senang, Bank Dunia telah memberikan reputasi kepada pemerintah Thailand. Hal ini terjadi berkat perputaran ekonomi Thailand yang cepat karena adanya stimulus fiskal serta reformasi jangka panjang dalam investasi infrastruktur dan BUMN guna mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan menyeluruh,” kata Mr Kiatchai Sophastienphong, Wakil Menteri Keuangan.

Baca Juga: Sambut Imlek, Belanja di Toko Dapat Restitusi PPN

Seperti dikutip The World Bank, rangkaian laporan The Thailand Economic Monitor menyediakan analisis perspektif mengenai tantangan yang dihadapi oleh kebijakan di Thailand, termasuk penuaan penduduk usia kerja. Populasi penduduk usia kerja Thailand diperkirakan menyusut sekitar 11% dari total populasi antara 2016-2040.

Jumlah populasi usia kerja yang hanya dibawah angka 49 juta jiwa menjadi sekitar 40,5 juta jiwa. Diproyeksikan penurunan angka populasi usia kerja di Thailand yang paling tinggi dibandingkan negara-negara berkembang di Asia Timur. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas tenaga kerja menjadi kunci utama.

Selain pemasalahan ini, Thailand juga menghadapi permasalahan yang juga perlu perhatian di berbagai bidang. Beberapa diantaranya termasuk dana pensiun, perawatan kesehatan dan perawatan jangka panjang.

Baca Juga: Inisiasi Perdagangan Bebas, China Tawarkan Insentif Pajak
Topik : thailand, pertumbuhan ekonomi thailand, wisata thailand
artikel terkait
Senin, 31 Desember 2018 | 14:35 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 28 Desember 2017 | 17:12 WIB
HONG KONG
Minggu, 30 September 2018 | 20:33 WIB
OECD INCLUSIVE FRAMEWORK ON BEPS
Jum'at, 28 September 2018 | 12:32 WIB
KASUS PENGHINDARAN PAJAK
berita pilihan
Senin, 12 September 2016 | 17:01 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 31 Agustus 2017 | 08:54 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 15 September 2016 | 06:02 WIB
ZIMBABWE
Senin, 17 Oktober 2016 | 10:15 WIB
ZIMBABWE
Selasa, 17 Januari 2017 | 09:40 WIB
ZIMBABWE
Selasa, 02 Oktober 2018 | 10:48 WIB
ZIMBABWE
Senin, 31 Desember 2018 | 14:35 WIB
ZIMBABWE
Rabu, 31 Oktober 2018 | 11:58 WIB
ZIMBABWE
Senin, 12 Juni 2017 | 11:29 WIB
ZAMBIA
Rabu, 15 Agustus 2018 | 12:10 WIB
ZAMBIA