Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Dua Profesional DDTC Ikuti Kursus Transfer Pricing di WU Austria

1
1

Yurike Yuki (kiri) dan Verawaty (kanan) di Kampus WU Vienna, Austria.

VIENNA, DDTCNews – Memasuki akhir pekan di bulan April 2018, DDTC kembali mengirimkan dua profesionalnya, yaitu Verawaty dan Yurike Yuki yang merupakan Specialist Divisi Transfer Pricing DDTC untuk mengikuti kursus yang bertajuk Advanced Transfer Pricing Course (General Topics). Kursus tersebutdiselenggarakan oleh Institute for Austrian and International Tax Law Vienna di WU Vienna University of Economics and Business.

Kursus ini diikuti oleh peserta dari 25 negara yang berbeda antara lain: Australia, Austria, Bosnia & Herzegovina, Kolombia, Finlandia, Jerman, Yunani, Hungaria, India, Irlandia, Italia, Kazakhstan, Liechtenstein, Lithuania, Luxembourg, Norwegia, Polandia, Rusia, Slovenia, Swiss, Inggris, Ukrania, Zambia, dan tentunya Indonesia.

Para pengajar dalam kursus tersebut adalah pakar transfer pricing internasional yang terkemuka, antara lain yaitu: Prof. Dr. Alfred Storck dan Dr. Raffaele Petruzzi dari WU Vienna University of Economics and Business, Dr. Sven Bremer dari Siemens Munich, Hans Pijl yang merupakan hakim paruh waktu di The Hague Court of Appeals, Dr. Giammarco Cottani dari Ludovici Piccone & Partners Milan, dan lainnya.

Baca Juga: Ini yang Buat Perusahaan Multinasional Cenderung Pilih Banyak Utang

Kursus ini berlangsung dari tanggal 23 April hingga 27 April 2018. Selama 5 hari, kursus ini dibagi menjadi beberapa topik sebagai berikut:

Pada hari pertama, materi yang diangkat adalah pengenalan transfer pricing, analisis Value Chain global, serta penentuan atribusi laba ke Bentuk Usaha Tetap atau Permanent Establishments. Selain penyampaian teori dari pengajar, pada hari pertama para peserta juga berkesempatan untuk mengikuti Workshop yang dibawakan oleh Hans Pijl. Setelah itu, hari pertama akan ditutup dengan jamuan makan malam yang disebut Heurigen.

Selanjutnya, hari kedua diisi dengan pemaparan materi mengenai metode transfer pricing dengan pokok pembahasan terkait penggunaan lebih dari satu metode, safe-harbours, dan penggunaan valuasi keuangan.

Baca Juga: Akademisi: Ruang Pengkajian Transfer Pricing Masih Sangat Lebar

Pada hari ketiga, Dr. Giammarco Cottani akan membahas mengenai pendekatan administratif pajak dalam meminimalkan/menghindari sengketa transfer pricing. Topik ini akan mengupas tuntas pengaturan mengenai APA, MAP, arbitrase, dan lain sebagainya.

Kemudian, di hari keempat akan membahas mengenai manajemen risiko dan kepatuhan transfer pricing, pemeriksaan pajak, dan dilanjutkan dengan membahas transfer pricing di negara maju dan negara berkembang.

Pada hari terakhir, kursus ini ditutup dengan pembahasan mengenai Intra Group Services, Intra Group Financing, serta Intangibles dalam ranah transfer pricing.

Baca Juga: Fakta & Kondisi Sebenarnya Jadi Inti Penyusunan TP Doc

Selain kursus 5 hari tersebut, dua profesional DDTC juga berkesempatan untuk mengikuti Workshop tambahan pada hari Selasa dan Kamis (setelah kursus utama selesai) tentang transfer pricing di industri manajemen aset dan Cash Pooling.

Sebagai informasi, meskipun Verawaty baru bekerja kurang dari 2 tahun dan Yurike Yuki bekerja kurang dari 1 tahun di DDTC, mereka sudah diberikan beasiswa secara penuh (termasuk akomodasi) untuk mengikuti kursus transfer pricing di Vienna. Selain itu, juga diberi kesempatan selama dua hari untuk mengunjungi berbagai objek wisata yang ada di Austria dan semuanya ditanggung oleh DDTC sebagai salah satu bagian dari Human Resource Development Program (HRDP). Selain kursus di mancanegara, bentuk HRDP juga berupa pemberian beasiswa penuh untuk melanjutkan pendidikan S2 di universitas terkemuka di dunia. Ini menandakan bahwa DDTC memiliki komitmen yang tinggi dalam mengembangkan kualitas ilmu perpajakan para profesionalnya.

Baca Juga: Kupas Tuntas Transfer Pricing di Indonesia

Para pengajar dalam kursus tersebut adalah pakar transfer pricing internasional yang terkemuka, antara lain yaitu: Prof. Dr. Alfred Storck dan Dr. Raffaele Petruzzi dari WU Vienna University of Economics and Business, Dr. Sven Bremer dari Siemens Munich, Hans Pijl yang merupakan hakim paruh waktu di The Hague Court of Appeals, Dr. Giammarco Cottani dari Ludovici Piccone & Partners Milan, dan lainnya.

Baca Juga: Ini yang Buat Perusahaan Multinasional Cenderung Pilih Banyak Utang

Kursus ini berlangsung dari tanggal 23 April hingga 27 April 2018. Selama 5 hari, kursus ini dibagi menjadi beberapa topik sebagai berikut:

Pada hari pertama, materi yang diangkat adalah pengenalan transfer pricing, analisis Value Chain global, serta penentuan atribusi laba ke Bentuk Usaha Tetap atau Permanent Establishments. Selain penyampaian teori dari pengajar, pada hari pertama para peserta juga berkesempatan untuk mengikuti Workshop yang dibawakan oleh Hans Pijl. Setelah itu, hari pertama akan ditutup dengan jamuan makan malam yang disebut Heurigen.

Selanjutnya, hari kedua diisi dengan pemaparan materi mengenai metode transfer pricing dengan pokok pembahasan terkait penggunaan lebih dari satu metode, safe-harbours, dan penggunaan valuasi keuangan.

Baca Juga: Akademisi: Ruang Pengkajian Transfer Pricing Masih Sangat Lebar

Pada hari ketiga, Dr. Giammarco Cottani akan membahas mengenai pendekatan administratif pajak dalam meminimalkan/menghindari sengketa transfer pricing. Topik ini akan mengupas tuntas pengaturan mengenai APA, MAP, arbitrase, dan lain sebagainya.

Kemudian, di hari keempat akan membahas mengenai manajemen risiko dan kepatuhan transfer pricing, pemeriksaan pajak, dan dilanjutkan dengan membahas transfer pricing di negara maju dan negara berkembang.

Pada hari terakhir, kursus ini ditutup dengan pembahasan mengenai Intra Group Services, Intra Group Financing, serta Intangibles dalam ranah transfer pricing.

Baca Juga: Fakta & Kondisi Sebenarnya Jadi Inti Penyusunan TP Doc

Selain kursus 5 hari tersebut, dua profesional DDTC juga berkesempatan untuk mengikuti Workshop tambahan pada hari Selasa dan Kamis (setelah kursus utama selesai) tentang transfer pricing di industri manajemen aset dan Cash Pooling.

Sebagai informasi, meskipun Verawaty baru bekerja kurang dari 2 tahun dan Yurike Yuki bekerja kurang dari 1 tahun di DDTC, mereka sudah diberikan beasiswa secara penuh (termasuk akomodasi) untuk mengikuti kursus transfer pricing di Vienna. Selain itu, juga diberi kesempatan selama dua hari untuk mengunjungi berbagai objek wisata yang ada di Austria dan semuanya ditanggung oleh DDTC sebagai salah satu bagian dari Human Resource Development Program (HRDP). Selain kursus di mancanegara, bentuk HRDP juga berupa pemberian beasiswa penuh untuk melanjutkan pendidikan S2 di universitas terkemuka di dunia. Ini menandakan bahwa DDTC memiliki komitmen yang tinggi dalam mengembangkan kualitas ilmu perpajakan para profesionalnya.

Baca Juga: Kupas Tuntas Transfer Pricing di Indonesia
Topik : HRDP, Transfer Pricing, Beasiswa, Reportase
artikel terkait
Sabtu, 07 Juli 2018 | 05:58 WIB
LAPORAN DDTC DARI RUST AUSTRIA
Sabtu, 07 Juli 2018 | 19:55 WIB
OLEH-OLEH DDTC DARI SINGAPURA
Minggu, 08 Juli 2018 | 08:22 WIB
LAPORAN DDTC DARI RUST CONFERENCE (1)
Jum'at, 31 Maret 2017 | 01:07 WIB
LAPORAN DDTC DARI SINGAPURA
berita pilihan
Jum'at, 05 Juli 2019 | 18:25 WIB
LAPORAN DDTC DARI AUSTRIA
Jum'at, 22 Maret 2019 | 10:12 WIB
LAPORAN DDTC DARI SINGAPURA
Rabu, 08 Maret 2017 | 18:54 WIB
LAPORAN DDTC DARI LONDON (2)
Minggu, 19 Maret 2017 | 11:30 WIB
LAPORAN DDTC DARI SINGAPURA
Senin, 02 Juli 2018 | 08:39 WIB
LAPORAN DDTC DARI SINGAPURA
Senin, 02 Juli 2018 | 23:31 WIB
OLEH-OLEH DDTC DARI KUALA LUMPUR
Senin, 03 Juli 2017 | 10:02 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA (2)
Jum'at, 31 Maret 2017 | 01:07 WIB
LAPORAN DDTC DARI SINGAPURA
Sabtu, 07 Juli 2018 | 19:55 WIB
OLEH-OLEH DDTC DARI SINGAPURA
Selasa, 03 Oktober 2017 | 16:47 WIB
LAPORAN DDTC DARI MALAYSIA