Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Bersiap, Insentif Vokasi & Riset Dirilis Pekan Depan

1
1

Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso.

JAKARTA, DDTCNews – Pemerintah berencana merilis insentif fiskal untuk kegiatan vokasi serta penelitian dan pengembangan (litbang) pada pekan depan. Insentif super deduction tax ini sudah ditunggu-tunggu sejak tahun lalu.

Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan finalisasi aturan main super deduction tax yang dituangkan dalam peraturan pemerintah (PP) sudah selesai. Otoritas terkait juga sudah meneken beleid tersebut sehingga siap diluncurkan.

“PP-nya sudah final dan sudah diparaf menteri dan lain-lain,” katanya kepada DDTCNews, Kamis (13/6/2019).

Baca Juga: Pemerintah Perlu Beri Definisi yang Jelas Soal Litbang

Rencananya, lanjut Susiwijono, insentif pajak tersebut akan rilis pada pekan depan. Publikasi dan sosialisasi akan dilakukan serentak mulai akhir Juni 2019. Dengan demikian, pelaku usaha bisa segera memanfaatkan fasilitas pengurangan basis pengenaan pajak ini setidaknya pada semester II/2019.

“Untuk rilisnya minggu depan dan kita akan adakan konferensi pers khusus untuk itu,” imbuhnya.  

Seperti diketahui, rencana pemberian super deduction tax untuk vokasi dan litbang sudah bergulir sejak tahun lalu. Dalam perkembangan terakhir, pengurang penghasilan bruto direncanakan hingga maksimal 200% bagi industri yang menjalankan pendidikan vokasi. Ini berbeda dari rencana semula yang maksimal hanya 100%.

Baca Juga: Tekan Harga Tiket Pesawat, Insentif Pajak Siap Dirilis

Selanjutnya, untuk industri yang melakukan litbang (research and development/R&D), pemerintah berencana memberikan pengurang penghasilan bruto maksimal 300%. Hal ini juga lebih besar dari rencana semula yang hanya 200%.

Sebanyak 16 kompetensi keahlian vokasi kategori umum yang direncanakan bisa mendapatkan insentif super deduction tax, antara lain elektronika industri, instalasi pemanfaatan tenaga listrik, permesinan, pengelasan, pengecoran, pemeliharaan mekanik industri, instrumentasi logam, serta fabrikasi logam.

Selain itu, insentif ini rencananya akan diberikan untuk 20 kompetensi keahlian yang terbagi menjadi lima kategori. Kelima kategori ini adalah otomotif, furnitur, perkapalan, tekstil dan garmen, serta logistik industri. (kaw)

Baca Juga: Menko Darmin Sebut Super Tax Deduction Indonesia Lebih Menarik

“PP-nya sudah final dan sudah diparaf menteri dan lain-lain,” katanya kepada DDTCNews, Kamis (13/6/2019).

Baca Juga: Pemerintah Perlu Beri Definisi yang Jelas Soal Litbang

Rencananya, lanjut Susiwijono, insentif pajak tersebut akan rilis pada pekan depan. Publikasi dan sosialisasi akan dilakukan serentak mulai akhir Juni 2019. Dengan demikian, pelaku usaha bisa segera memanfaatkan fasilitas pengurangan basis pengenaan pajak ini setidaknya pada semester II/2019.

“Untuk rilisnya minggu depan dan kita akan adakan konferensi pers khusus untuk itu,” imbuhnya.  

Seperti diketahui, rencana pemberian super deduction tax untuk vokasi dan litbang sudah bergulir sejak tahun lalu. Dalam perkembangan terakhir, pengurang penghasilan bruto direncanakan hingga maksimal 200% bagi industri yang menjalankan pendidikan vokasi. Ini berbeda dari rencana semula yang maksimal hanya 100%.

Baca Juga: Tekan Harga Tiket Pesawat, Insentif Pajak Siap Dirilis

Selanjutnya, untuk industri yang melakukan litbang (research and development/R&D), pemerintah berencana memberikan pengurang penghasilan bruto maksimal 300%. Hal ini juga lebih besar dari rencana semula yang hanya 200%.

Sebanyak 16 kompetensi keahlian vokasi kategori umum yang direncanakan bisa mendapatkan insentif super deduction tax, antara lain elektronika industri, instalasi pemanfaatan tenaga listrik, permesinan, pengelasan, pengecoran, pemeliharaan mekanik industri, instrumentasi logam, serta fabrikasi logam.

Selain itu, insentif ini rencananya akan diberikan untuk 20 kompetensi keahlian yang terbagi menjadi lima kategori. Kelima kategori ini adalah otomotif, furnitur, perkapalan, tekstil dan garmen, serta logistik industri. (kaw)

Baca Juga: Menko Darmin Sebut Super Tax Deduction Indonesia Lebih Menarik
Topik : insentif pajak, riset, R&D, super deduction tax
artikel terkait
Senin, 03 Oktober 2016 | 20:23 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Rabu, 21 September 2016 | 08:01 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Selasa, 04 Oktober 2016 | 17:55 WIB
INSENTIF PENDIDIKAN
Selasa, 20 September 2016 | 12:01 WIB
KEBIJAKAN INVESTASI
berita pilihan
Senin, 03 Oktober 2016 | 20:23 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Selasa, 04 Oktober 2016 | 17:55 WIB
INSENTIF PENDIDIKAN
Selasa, 13 September 2016 | 14:15 WIB
KINERJA BUMN
Senin, 03 Juli 2017 | 10:30 WIB
STRATEGI MAKRO
Minggu, 31 Juli 2016 | 12:19 WIB
FASILITAS IMPOR
Selasa, 18 April 2017 | 17:49 WIB
KETENTUAN PP 18 TAHUN 2015
Senin, 08 Mei 2017 | 16:57 WIB
KEUANGAN PUBLIK
Selasa, 11 April 2017 | 14:01 WIB
WAMENKEU:
Rabu, 18 Oktober 2017 | 17:29 WIB
DESENTRALISASI FISKAL
Selasa, 13 September 2016 | 13:01 WIB
SHORTFALL PAJAK