KEBIJAKAN EKONOMI

Menkeu Klaim Sistem Keuangan RI Tetap Stabil di Tengah Tekanan Global

[DDTCNews] Aurora K. M. Simanjuntak
Selasa, 03 November 2026 | 18.00 WIB
Menkeu Klaim Sistem Keuangan RI Tetap Stabil di Tengah Tekanan Global
<p>Menteri Keuangan sekaligus Ketua KSSK Suahasil Nazara.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menilai stabilitas sistem keuangan Indonesia pada kuartal III/2026 tetap terjaga.

Menteri Keuangan sekaligus Ketua KSSK Suahasil Nazara mengatakan kondisi tersebut tecermin dari pertumbuhan ekonomi domestik yang tangguh serta intermediasi keuangan yang terjaga.

"Hasil asesmen KSSK menunjukkan stabilitas fiskal, moneter, dan sektor keuangan selama kuartal III/2026 tetap terjaga baik, didukung oleh koordinasi dan sinergi kebijakan yang erat antarotoritas," ujarnya dalam Konpers KSSK, Selasa (3/11/2026).

Meski demikian, Suahasil menyoroti eskalasi konflik geopolitik pada Oktober 2026 yang menekan prospek perekonomian global. Kondisi tersebut turut mendorong kenaikan harga energi global dan berlanjutnya pengetatan kebijakan moneter, terutama di Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang.

Selain itu, hasil peninjauan Morgan Stanley Capital International (MSCI) beberapa waktu lalu turut memicu peningkatan arus modal keluar dari pasar saham. Dalam pernyataannya, MSCI berencana menurunkan klasifikasi pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.

"Namun, di tengah tekanan tersebut, fundamental ekonomi Indonesia dan respons kebijakan yang adaptif mampu menjaga stabilitas sistem keuangan kita," kata Suahasil.

Ke depan, lanjut menkeu, KSSK akan terus mencermati dan melakukan asesmen berorientasi ke depan (forward-looking) terhadap perkembangan ekonomi dan sektor keuangan. Selain itu, KSSK akan memperkuat kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mengantisipasi dampak rambatan risiko global.

Dengan serangkaian upaya tersebut, Suahasil memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III/2026 akan tetap kuat di tengah tekanan perekonomian global. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan tetap kuat, ditopang oleh permintaan domestik dan kinerja ekspor yang terjaga.

Dia menambahkan bahwa APBN akan terus berfungsi sebagai peredam gejolak (shock absorber) untuk mengurangi dampak tekanan ekonomi global terhadap perekonomian dalam negeri.

Fungsi tersebut dijalankan antara lain melalui subsidi, kompensasi, perlindungan sosial, stabilisasi harga pangan, serta berbagai program penciptaan lapangan kerja.

Tidak hanya itu, menkeu memprediksi kinerja investasi tetap tumbuh kuat seiring dengan pelaksanaan proyek hilirisasi dan pembangunan infrastruktur dalam program prioritas pemerintah. Konsumsi pemerintah juga terjaga, didukung oleh percepatan belanja dan penyaluran bantuan sosial.

Suahasil juga menyampaikan pasar SBN cukup tangguh di tengah volatilitas pasar keuangan global pada kuartal III/2026.

Menurutnya, kepercayaan investor global terhadap SBN domestik masih relatif tinggi. Hal ini tecermin dari pembelian bersih oleh investor nonresiden sebesar Rp28,79 triliun sehingga kepemilikan nonresiden naik 3,28% dibandingkan dengan posisi akhir 2025.

Lebih lanjut, dia melaporkan penerimaan negara juga relatif kuat, tecermin dari penerimaan pajak yang tumbuh 21,8% dengan realisasi mencapai Rp1.847,7 triliun.

"Realisasi tersebut dipengaruhi oleh aktivitas ekonomi dan penerapan coretax system yang semakin baik," tutur Suahasil.

Ke depan, sambung Suahasil, APBN akan terus dioptimalkan untuk melindungi, menumbuhkan, dan menjaga stabilitas perekonomian.

Beberapa upaya yang telah dilakukan antara lain menyalurkan bantuan sosial, bantuan pangan, serta memberikan insentif perpajakan. Pemerintah juga mengakselerasi pelaksanaan program prioritas, termasuk program makan bergizi gratis (MBG), serta melanjutkan program magang dan vokasi.

"Untuk menjaga momentum pertumbuhan, pemerintah juga memberikan berbagai paket stimulus yang mendukung keberlanjutan usaha dan aktivitas ekonomi, antara lain insentif perpajakan untuk penulis nasional, insentif PPN DTP perumahan, bantuan pangan, diskon transportasi, serta program magang dan vokasi," tutur Suahasil. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.