PERTUMBUHAN EKONOMI NASIONAL

Belanja Online Melejit, Konsumsi Topang Ekonomi Kuartal III/2026

[DDTCNews] Aurora K. M. Simanjuntak
Kamis, 05 November 2026 | 13.00 WIB
Belanja Online Melejit, Konsumsi Topang Ekonomi Kuartal III/2026
<p>Ilustrasi. Warga melihat barang dagangan melalui perangkat elektronik pada aplikasi platform niaga elektronik (e-commerce) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2026). ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/nym.</p>

JAKARTA, DDTCNews – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,47% pada kuartal III/2026 masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Edy Mahmud mengatakan kontribusi konsumsi rumah tangga memberikan andil sebesar 51,97% terhadap produk domestik bruto (PDB). Komponen ini juga tercatat tumbuh 5,04% pada kuartal III/2026.

"Komponen pengeluaran yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB adalah konsumsi rumah tangga, dengan kontribusi sebesar 51,97%," ujarnya, Kamis (5/11/2026).

Edy memaparkan kinerja konsumsi rumah tangga pada kuartal III/2026 utamanya didorong oleh kenaikan nilai transaksi barang dan jasa secara online. BPS mencatat nilai transaksi barang dan jasa online tersebut tumbuh 22,02% secara tahunan.

Selain itu, pertumbuhan kinerja konsumsi didorong peningkatan mobilitas masyarakat dan aktivitas pariwisata, serta berbagai kebijakan pemerintah dalam pengendalian inflasi. Menurut Edy, kondisi tersebut menunjukkan tingkat konsumsi masyarakat masih terjaga.

"Pada kuartal III/2026, komponen konsumsi tumbuh 5,04% yang menunjukkan masih terjaganya tingkat konsumsi masyarakat," kata Edy.

Pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kuartal III/2026 tercatat lebih tinggi ketimbang periode yang sama tahun lalu sebesar 4,89%. Namun, angka tersebut lebih rendah ketimbang capaian kuartal I/2026 sebesar 5,52%, tetapi masih lebih tinggi daripada kuartal II/2026 sebesar 5,06%.

Selain konsumsi rumah tangga, komponen pembentuk PDB terdiri atas pembentukan modal tetap bruto (PMTB), ekspor, konsumsi pemerintah, konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT), dan impor.

BPS mencatat PMTB tumbuh sebesar 6,06% yang mencerminkan peningkatan investasi. Sementara itu, konsumsi pemerintah tumbuh 8,95%, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada periode yang sama tahun lalu hanya 5,66%.

Edy menuturkan konsumsi pemerintah melonjak karena peningkatan realisasi belanja pegawai, terutama pada gaji dan tunjangan ASN, serta meningkatnya realisasi belanja barang dan jasa, termasuk pada belanja barang dalam program makan bergizi gratis (MBG).

Selanjutnya, ekspor tercatat tumbuh 4,59%, lalu konsumsi LNPRT tumbuh 5,02%, dan impor tercatat tumbuh 7,31%

Dilihat dari sumber pertumbuhannya, Edy menyampaikan konsumsi rumah tangga masih menjadi kontributor terbesar pada kuartal III/2026, yakni mencapai 2,62% dari total pertumbuhan ekonomi sebesar 5,47%.

Selain itu, ekonomi Indonesia turut ditopang oleh komponen PMTB dengan sumber pertumbuhan 1,91%, lalu konsumsi pemerintah sebesar 0,62%. Sementara itu, ekspor masih memberikan kontribusi negatif 0,28%. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.