PEREKONOMIAN NASIONAL

Pemerintah Klaim Belanja Negara Topang Pertumbuhan Ekonomi

[DDTCNews] Muhamad Wildan
Jumat, 06 November 2026 | 11.00 WIB
Pemerintah Klaim Belanja Negara Topang Pertumbuhan Ekonomi
<p>Menteri Keuangan Suahasil Nazara.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah mengeklaim pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2026 turut disokong oleh belanja negara yang optimal.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan APBN turut mengambil peran penting dalam menjaga daya beli masyarakat, mendukung aktivitas dunia usaha, serta meredam dampak yang ditimbulkan oleh tekanan eksternal.

"Pemerintah akan terus mengoptimalkan APBN untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi, didukung penguatan koordinasi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan," ujar Suahasil, dikutip pada Jumat (6/11/2026).

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2026 tercatat sebesar 5,47%. Pada periode dimaksud, konsumsi pemerintah tercatat mampu tumbuh sebesar 8,95% dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 7,28%.

Pertumbuhan konsumsi pemerintah utamanya didorong oleh peningkatan belanja barang sebesar 39,7% serta belanja pegawai sebesar 10,3%. Peningkatan belanja diklaim sebagai cerminan komitmen pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

"Selain menopang permintaan domestik, belanja pemerintah diharapkan memberikan multiplier effect terhadap aktivitas produksi dunia usaha, penciptaan lapangan kerja, dan konsumsi masyarakat, sehingga turut memperkuat pertumbuhan ekonomi," tulis Kemenkeu dalam keterangan resminya.

Kontribusi pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi juga tecermin pada pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi yang tumbuh sebesar 6,06%. Pemerintah turut berkontribusi dalam pertumbuhan PMTB melalui belanja modal pada APBN serta penanaman modal oleh BUMN.

Investasi bangunan tercatat bertumbuh sebesar 6,39% didukung oleh percepatan pembangunan infrastruktur pada beberapa program prioritas, seperti makan bergizi gratis (MBG), sekolah rakyat, dan sektor perumahan.

Sebagai informasi, realisasi belanja pemerintah pusat hingga September 2026 tercatat mencapai Rp2.061,3 triliun atau tumbuh sebesar 29,6% bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Realisasi belanja pegawai tercatat sudah mencapai Rp287,7 triliun dengan pertumbuhan sebesar 21,3%, sedangkan realisasi belanja barang mencapai Rp463,9 triliun dengan pertumbuhan sebesar 66,9%. Adapun realisasi belanja modal mencapai Rp202 triliun dengan pertumbuhan sebesar 16,7%. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.