Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Bayar Pajak Itu Harus Sabar

0
0

JAKARTA, DDTCNews — "Bayar pajak itu memang harus sabar," kata Cak Lontong dengan air muka serius. Matanya lalu menyapu para pegawai pajak dan tamu undangan dalam tax gathering KPP Pratama Singosari, Malang, beberapa waktu lalu. "Kalau tidak sabar, lalu tiap hari bayar pajak, kan bisa bangkrut," sahutnya.

Lawakan pemilik nama asli Lis Hartono ini memang khas Ludruk. Maklum, Cak Lontong dibesarkan dalam tradisi Ludruk yang kental. Ia mengawali karirnya di  grup lawak Ludruk Cap Toegoe di Surabaya. Saat itu, ia masih menempuh studinya di Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh November.

Kombinasi penjungkirbalikan logika bahasa ala Ludruk dan ketangkasan retorika kampus yang disajikan Cak Lontong ternyata mendapat sambutan hangat masyarakat. Karirnya kian mencorong. Cak Lontong akhirnya semakin sering tampil di televisi, hingga akhirnya bermain film dan menjadi bintang iklan.

Baca Juga: Performa Penerimaan Kuartal I/2019 Menguatkan Risiko Shortfall

DI acara off-air, tak hanya KPP Pratama Singosari, Kanwil DJP Jateng I pun ikut mengundang komedian bertinggi badan 184 cm ini dalam tax gathering-nya. Bahkan juga Rapat Pimpinan Nasional DJP 2016. Pria kelahiran Magetan, Jawa Timur, 45 tahun silam ini, selalu sukses mengocok perut para pejabat pajak.

"Saya tahu banyak bapak-bapak pegawai pajak ini hobinya merokok,” katanya. “Bapak-bapak tentu tahu merokok itu berbahaya untuk kesehatan. Pesan saya buat Anda para perokok ini cuma satu, jangan takut mati. Karena pasti ada korek. Jadi kalau rokoknya mati tinggal nyalain lagi pakai korek." (Tf/Bs)

Baca Juga: Setoran Industri Pengolahan Masih Terkontraksi, Ini Penjelasan DJP

Kombinasi penjungkirbalikan logika bahasa ala Ludruk dan ketangkasan retorika kampus yang disajikan Cak Lontong ternyata mendapat sambutan hangat masyarakat. Karirnya kian mencorong. Cak Lontong akhirnya semakin sering tampil di televisi, hingga akhirnya bermain film dan menjadi bintang iklan.

Baca Juga: Performa Penerimaan Kuartal I/2019 Menguatkan Risiko Shortfall

DI acara off-air, tak hanya KPP Pratama Singosari, Kanwil DJP Jateng I pun ikut mengundang komedian bertinggi badan 184 cm ini dalam tax gathering-nya. Bahkan juga Rapat Pimpinan Nasional DJP 2016. Pria kelahiran Magetan, Jawa Timur, 45 tahun silam ini, selalu sukses mengocok perut para pejabat pajak.

"Saya tahu banyak bapak-bapak pegawai pajak ini hobinya merokok,” katanya. “Bapak-bapak tentu tahu merokok itu berbahaya untuk kesehatan. Pesan saya buat Anda para perokok ini cuma satu, jangan takut mati. Karena pasti ada korek. Jadi kalau rokoknya mati tinggal nyalain lagi pakai korek." (Tf/Bs)

Topik : pajak artis, cak lontong, penerimaan pajak
artikel terkait
Kamis, 15 Desember 2016 | 15:01 WIB
DEWI PERSSIK
Kamis, 08 Juni 2017 | 16:35 WIB
JOHNNY DEPP:
Jum'at, 03 Maret 2017 | 13:49 WIB
MONITA TAHALEA:
Kamis, 06 Oktober 2016 | 12:35 WIB
TITI DJ:
berita pilihan
Kamis, 17 November 2016 | 13:59 WIB
DENNY CAGUR:
Rabu, 14 September 2016 | 14:01 WIB
EKO PATRIO:
Kamis, 03 November 2016 | 14:45 WIB
LUNA MAYA:
Kamis, 10 November 2016 | 11:35 WIB
AYU TING-TING:
Jum'at, 15 Juni 2018 | 17:48 WIB
FAN BINGBING
Kamis, 26 Juli 2018 | 18:26 WIB
SKANDAL PAJAK
Selasa, 09 Januari 2018 | 16:33 WIB
PAJAK PEMAIN BOLA
Senin, 30 Juli 2018 | 16:54 WIB
SKANDAL PAJAK
Senin, 03 Juli 2017 | 09:02 WIB
ROSSA: