Fokus
Literasi
Senin, 19 Oktober 2020 | 17:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 19 Oktober 2020 | 16:49 WIB
TIPS PAJAK
Senin, 19 Oktober 2020 | 16:20 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 19 Oktober 2020 | 15:58 WIB
PENAGIHAN PAJAK DENGAN SURAT PAKSA (4)
Data & alat
Jum'at, 16 Oktober 2020 | 15:24 WIB
MATRIKS AREA KEBIJAKAN
Rabu, 14 Oktober 2020 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 14 OKTOBER - 20 OKTOBER 2020
Jum'at, 09 Oktober 2020 | 17:53 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Rabu, 07 Oktober 2020 | 14:57 WIB
STATISTIK PENANGANAN COVID-19
Komunitas
Selasa, 20 Oktober 2020 | 14:11 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Selasa, 20 Oktober 2020 | 10:17 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Senin, 19 Oktober 2020 | 15:36 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Senin, 19 Oktober 2020 | 10:13 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Kolaborasi
Selasa, 20 Oktober 2020 | 14:10 WIB
KONSULTASI
Selasa, 20 Oktober 2020 | 09:45 WIB
KONSULTASI
Selasa, 13 Oktober 2020 | 14:13 WIB
KONSULTASI
Selasa, 13 Oktober 2020 | 11:54 WIB
KONSULTASI
Reportase

Asumsi Pertumbuhan Ekonomi 2021 Dipatok 5%, Ini Strategi Sri Mulyani

A+
A-
2
A+
A-
2
Asumsi Pertumbuhan Ekonomi 2021 Dipatok 5%, Ini Strategi Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani tiba untuk mengikuti rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (25/9/2020). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj.

JAKARTA, DDTCNews – Kendati efek pandemi Covid-19 masih akan ada, pemerintah mematok asumsi pertumbuhan ekonomi kembali pada kisaran 5,0% pada 2021.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai tren pemulihan ekonomi ekonomi akan mulai terlihat pada kuartal III dan IV/2020. Namun, pemerintah tetap akan melakukan sejumlah strategi untuk mencapai target pertumbuhan pada tahun depan.

"Kami proyeksikan ekonomi pada kisaran 5,0%. Ini suatu pemulihan yang harus diupayakan dan dijaga melalui berbagai kebijakan, termasuk kebijakan APBN," katanya melalui konferensi video, Selasa (30/9/2020).

Baca Juga: Laporan Setahun Jokowi - Ma'ruf, RI Masih Layak Jadi Tujuan Investasi

Faktor yang berpengaruh tahun depan adalah penanganan pandemi virus Corona yang mencakup pengendalian penyakit dan ketersediaan vaksin. Oleh karena itu, pemerintah berusaha memproduksi vaksin tersebut, baik secara mandiri maupun bekerja sama dengan perusahaan internasional.

Sri Mulyani menyebut rencana produksi vaksin secara massal dapat mengurangi ketidakpastian pada akhir 2020 dan awal 2021. Jika vaksin telah ditemukan dan vaksinasi secara luas dilakukan, dia meyakini pertumbuhan ekonomi akan segera terakselerasi.

Secara bersamaan, pertumbuhan ekonomi akan didukung ekspansi fiskal lewat keberlanjutan program pemulihan ekonomi nasional. Dari sisi permintaan, pemerintah melakukan penguatan bantuan sosial, termasuk bantuan langsung tunai. Dari sisi penawaran, fokusnya tetap pada pemberian insentif pajak serta bantuan kredit dan penjaminan bagi UMKM dan korporasi.

Baca Juga: Laporan Setahun Jokowi - Ma'ruf, Perombakan Anggaran Karena Covid-19

Sri Mulyani menambahkan pemerintah juga tetap akan melanjutkan reformasi untuk mendukung produktivitas, daya saing, dan iklim investasi melalui omnibus law Cipta Kerja, reformasi anggaran, serta lembaga pengelola investasi.

"Terakhir, pertumbuhan ekonomi global yang membaik akan menjadi faktor positif meski masih penuh ketidakpastian," ujarnya.

Sebelumnya, Sri Mulyani kembali mengoreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini dari semula -1,1% hingga positif 0,2% menjadi -1,7% hingga -0,6%. Khusus kuartal III/2020, proyeksi pertumbuhan ekonomi akan berkisar -2,9% hingga -1% atau masuk zona resesi karena pada kuartal sebelumnya ekonomi terkontraksi -5,32%. (kaw)

Baca Juga: Tolak Usulan Pajak Mobil Baru 0%, Ini Pernyataan Sri Mulyani

Topik : pertumbuhan ekonomi, PDB, APBN 2021, Sri Mulyani, virus Corona
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 14 Oktober 2020 | 14:12 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Rabu, 14 Oktober 2020 | 11:24 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Rabu, 14 Oktober 2020 | 10:59 WIB
PKN STAN
berita pilihan
Selasa, 20 Oktober 2020 | 15:15 WIB
UNI EMIRAT ARAB
Selasa, 20 Oktober 2020 | 15:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 20 Oktober 2020 | 14:49 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Selasa, 20 Oktober 2020 | 14:46 WIB
SINGAPURA
Selasa, 20 Oktober 2020 | 14:12 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 20 Oktober 2020 | 14:11 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Selasa, 20 Oktober 2020 | 14:10 WIB
KONSULTASI
Selasa, 20 Oktober 2020 | 13:41 WIB
PAJAK KENDARAAN BERMOTOR
Selasa, 20 Oktober 2020 | 13:35 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 20 Oktober 2020 | 13:03 WIB
EDUKASI PAJAK