Berita
Jum'at, 30 Juli 2021 | 20:52 WIB
DDTC TAX AUDIT & TAX DISPUTE WEBINAR SERIES
Jum'at, 30 Juli 2021 | 19:15 WIB
SELEKSI HAKIM AGUNG
Jum'at, 30 Juli 2021 | 19:10 WIB
EKONOMI DIGITAL
Jum'at, 30 Juli 2021 | 18:50 WIB
PMK 96/2021
Fokus
Data & Alat
Rabu, 28 Juli 2021 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 28 JULI 2021 - 3 AGUSTUS 2021
Rabu, 21 Juli 2021 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 21 JULI 2021-27 JULI 2021
Kamis, 15 Juli 2021 | 18:15 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 14 Juli 2021 | 13:30 WIB
KURS PAJAK 14 JULI 2021-20 JULI 2021
Reportase
Perpajakan.id

Apa Itu Tax Bracket?

A+
A-
6
A+
A-
6
Apa Itu Tax Bracket?

DALAM dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal 2022, pemerintah menyatakan mempertimbangkan untuk mengubah lapisan penghasilan kena pajak. Langkah ini menjadi salah satu upaya reformasi untuk menciptakan sistem perpajakan yang lebih sehat dan adil.

Sebelumnya, World Bank dalam laporan bertajuk Indonesia Economic Prospect juga mengusulkan penetapan lapisan penghasilan kena pajak baru di atas 4 lapisan penghasilan kena pajak yang saat ini berlaku. Lantas, sebenarnya apa itu lapisan penghasilan kena pajak?

Definisi
LAPISAN penghasilan kena pajak biasanya disebut dengan istilah tax bracket. Secara ringkas, definisi tax bracket adalah rentang penghasilan yang dikenakan pajak pada tarif tertentu (Lightbulb Press Dictionary of Financial Terms, 2008; Revenue Irish Tax and Customs, 2021)

Baca Juga: Apa Itu Pink Tax?

Selaras dengan itu, Cambridge Dictionary mendefinisikan tax bracket atau disebut juga tax band sebagai rentang penghasilan serupa yang digunakan untuk memperhitungkan tarif pajak penghasilan yang harus dibayar seseorang.

Istilah tax bracket terkait dengan sistem pajak progresif untuk merujuk pada lapisan penghasilan kena pajak yang dikenakan tarif tertentu. Istilah ini juga dapat merujuk pada bagian kekayaan atau modal yang dikenakan tarif tertentu atas pajak kekayaan atau pajak modal (IBFD, 2015).

Sementara itu, merujuk pada laman resmi British Columbia arti tax bracket adalah kelompok penghasilan tahunan yang mana apabila suatu penghasilan melewati titik tertentu akan dikenakan pajak dengan tarif yang lebih tinggi

Baca Juga: Apa Itu Polluter Pays Principle?

Secara lebih terperinci, Bankrate Glossary mengartikan tax bracket sebagai metode untuk mengelola progresivitas pajak melalui pengelompokan penghasilan kena pajak. Metode ini membuat tarif pajak bagi kelompok berpenghasilan tinggi lebih besar daripada yang berpenghasilan lebih rendah.

Misalnya, pada suatu negara terdapat 6 tax bracket dengan tarif lapisan pertama 10%, kedua 15%, ketiga 25%, keempat 28%, kelima 33%, dan keenam 35%. Setiap lapisan telah ditetapkan rentang jumlah penghasilan yang akan masuk pada kelompok tersebut.

Jika penghasilan kena pajak seseorang cukup tinggi dan melewati 3 tax bracket, ia membayar pajak dengan tarif 10% atas penghasilan di kelompok terendah, 15% atas penghasilan di kelompok berikutnya, dan 25% penghasilan yang tersisa. (Lightbulb Press Dictionary of Financial Terms, 2008)

Baca Juga: Apa Itu Bea Masuk Ditanggung Pemerintah?

Penerapan tax bracket atau lapisan penghasilan kena pajak di Indonesia tertuang dalam Pasal 17 ayat (1) huruf ‘a’ Undang-Undang Pajak Penghasilan. Terdapat 4 lapisan penghasilan kena pajak dengan tarif yang meningkat seiring meningkatnya lapisan penghasilan.

Tarif dalam pasal ini diterapkan atas penghasilan kena pajak wajib pajak orang pribadi dalam negeri. Tarif yang berlaku mulai dari 5% untuk penghasilan di bawah Rp50 juta per tahun hingga 30% untuk penghasilan di atas Rp500 juta. Perinciannya:

Lapisan Penghasilan Kena Pajak Tarif Pajak
Sampai dengan Rp50 juta 5%
Di atas Rp50 juta sampai dengan Rp250 juta 15%
Di atas Rp250 juta sampai dengan Rp500 juta 25%
Di atas Rp500 juta 30%

Sumber: Pasal 17 ayat (1) huruf a UU PPh

Baca Juga: Apa Itu PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah?

Berdasarkan tabel tersebut apabila seseorang memiliki penghasilan kena pajak Rp60 juta, penghasilannya yang Rp50 juta akan dikenakan tarif 5%. Kemudian, penghasilan yang tersisa dikenakan tarif 15%. Contoh perhitungan lebih terperinci, Simak “Ketentuan Tarif PPh Pasal 21” (Bsi)

Topik : tax bracket, lapisan penghasilan kena pajak, kamus pajak, kamus PPh

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Dika Meiyani

Kamis, 27 Mei 2021 | 07:52 WIB
Terimakasih DDTC ilmunya
1

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 16 Juni 2021 | 18:39 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu Deklarasi Nilai Pabean?

Senin, 14 Juni 2021 | 18:51 WIB
KAMUS PPh

Apa Itu Stelsel Akrual dan Stelsel Kas?

Jum'at, 11 Juni 2021 | 17:15 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu SKT PBB?

Rabu, 09 Juni 2021 | 17:10 WIB
KAMUS PPN

Apa Itu Tarif Efektif dalam PPN?

berita pilihan

Jum'at, 30 Juli 2021 | 20:52 WIB
DDTC TAX AUDIT & TAX DISPUTE WEBINAR SERIES

Ini Kunci Penting dalam Pemeriksaan Transfer Pricing

Jum'at, 30 Juli 2021 | 19:15 WIB
SELEKSI HAKIM AGUNG

KY Sebut Para Calon Hakim Agung TUN Khusus Pajak Tidak Lolos Seleksi

Jum'at, 30 Juli 2021 | 19:10 WIB
EKONOMI DIGITAL

World Bank Sebut Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia Belum Merata

Jum'at, 30 Juli 2021 | 18:50 WIB
PMK 96/2021

Sudah Dibebaskan, Yacht Bisa Jadi Terutang PPnBM Kalau Ini Terjadi

Jum'at, 30 Juli 2021 | 18:31 WIB
EKONOMI DIGITAL

DPR Pantau Dinamika Pencapaian Konsensus Global Pajak Digital

Jum'at, 30 Juli 2021 | 18:07 WIB
DDTC TAX AUDIT & TAX DISPUTE WEBINAR SERIES

Solusi Bila Data Pembanding Transfer Pricing Saat Pandemi Kurang

Jum'at, 30 Juli 2021 | 18:02 WIB
PMK 96/2021

Simak Keterangan Resmi Ditjen Pajak Soal Terbitnya PMK 96/2021

Jum'at, 30 Juli 2021 | 18:00 WIB
KANWIL DJP JAWA TIMUR I

Aplikasi Buat Mekanisme Kerja DJP dalam Awasi WP Makin Sempurna

Jum'at, 30 Juli 2021 | 17:29 WIB
PROYEK STRATEGIS NASIONAL

LMAN Salurkan Pendanaan Lahan Proyek Strategis Nasional Rp13,4 Triliun

Jum'at, 30 Juli 2021 | 16:39 WIB
PMK 96/2021

PMK Baru, Ini Syarat Penyerahan Yacht Usaha Pariwisata Bebas PPnBM