Fokus
Literasi
Rabu, 12 Mei 2021 | 15:01 WIB
KAMUS PABEAN
Rabu, 12 Mei 2021 | 14:01 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 12 Mei 2021 | 13:00 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 10 Mei 2021 | 16:45 WIB
KAMUS KEBIJAKAN
Data & Alat
Rabu, 12 Mei 2021 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 -25 MEI 2021
Rabu, 05 Mei 2021 | 14:32 WIB
STATISTIK TARIF PAJAK
Rabu, 05 Mei 2021 | 08:55 WIB
KURS PAJAK 5 MEI - 11 MEI 2021
Selasa, 04 Mei 2021 | 16:30 WIB
KMK 25/2021
Reportase
Perpajakan.id

Soal Kenaikan Tarif Pajak Korporasi, Begini Respons Bos Amazon

A+
A-
0
A+
A-
0
Soal Kenaikan Tarif Pajak Korporasi, Begini Respons Bos Amazon

CEO Amazon Jeff Bezos. (Foto: Shutterstock/thetyee.ca)

WASHINGTON D.C., DDTCNews – CEO Amazon Jeff Bezos berkomitmen mendukung rencana peningkatan tarif pajak korporasi di AS guna mendukung rencana belanja infrastruktur yang diusung Presiden AS Joe Biden senilai US$2 triliun.

Bezos mengatakan pembangunan infrastruktur adalah program yang diperlukan dan sekarang adalah saat yang tepat untuk berkolaborasi guna mencapai tujuan besar tersebut.

"Kami menyadari investasi ini memerlukan dana. Kami akan bekerja sama dengan Kongres AS dan eksekutif untuk mencari solusi yang tepat demi menjaga daya saing AS," katanya melalui akun Twitter resmi Amazon, Rabu (7/4/2021).

Baca Juga: Dukung Industri Game, Pemerintah Siapkan Diskon Pajak

Untuk diketahui, presiden AS berencana meningkatkan tarif pajak korporasi dari 21% menjadi 28% guna mendanai pembangunan infrastruktur di antaranya seperti revitalisasi jalan, jembatan, proyek ramah lingkungan; jaringan internet hingga kawasan pedalaman; dan lain sebagainya.

Selain mengenakan tarif pajak korporasi, Biden juga berencana mengenakan global minimum tax dengan tarif sebesar 21% terhadap perusahaan multinasional demi mencegah praktik penggeseran laba oleh korporasi multinasional.

Amazon sendiri sempat disebut-sebut oleh presiden AS lantaran termasuk dalam salah satu daftar 91 perusahaan yang sama sekali tidak membayar pajak kepada otoritas pajak AS, yaitu Internal Revenue Service (IRS).

Baca Juga: Ketimpangan Makin Parah, OECD Tekankan Pentingnya Pajak Warisan

"Masyarakat membayar pajak sebesar 22%, tapi Amazon dan 90 perusahaan lainnya sama sekali tidak membayar pajak. Saya akan mengakhiri hal ini," ujar Biden.

Seperti dilansir businessinsider.com, Amazon tercatat sama sekali tidak membayar pajak pada 2018. padahal korporasi tersebut memperoleh laba sebelum pajak sebesar US$11 miliar atau Rp160,3 triliun dalam setahun. (rig)

Baca Juga: Minta Dana Bantuan, Pemerintah Revisi Kebijakan Pajak
Topik : amerika serikat, presiden as joe bide, amazon, PPh badan, pajak internasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
berita pilihan
Rabu, 12 Mei 2021 | 15:01 WIB
KAMUS PABEAN
Rabu, 12 Mei 2021 | 14:01 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 12 Mei 2021 | 13:00 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Rabu, 12 Mei 2021 | 12:01 WIB
AUSTRALIA
Rabu, 12 Mei 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Rabu, 12 Mei 2021 | 10:00 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 12 Mei 2021 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 -25 MEI 2021
Rabu, 12 Mei 2021 | 08:01 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Rabu, 12 Mei 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Rabu, 12 Mei 2021 | 06:01 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH