Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Sinergi 3 Ditjen Topang Extra Effort Penerimaan Pajak

1
1

Konferensi pers sinergi 3 unit eselon I Kemenkeu. 

JAKARTA, DDTCNews – Pemenuhan extra effort penerimaan pajak terbantu dengan adanya sinergi antara Ditjen Pajak (DJP), Ditjen Bea dan Cukai (DJBC), serta Ditjen Anggaran (DJA).

Penyataan tersebut diungkapkan oleh Dirjen Pajak Robert Pakpahan saat konferensi pers terkait sinergi tiga unit eselon I Kemenkeu tersebut, Selasa (25/6/2019). Target pertumbuhan penerimaan pajak dari extra effort sebesar 4%, menurutnya, dapat tercapai dengan adanya sinergi ini.

“Program kami dengan Bea Cukai dan Ditjen Anggaran seyogyanya mampu menopang kualitas kami dalam menciptakan extra effort 4% dari realisasi penerimaan tahun lalu,” katanya di Kantor Pusat DJP.

Baca Juga: Para Ekonom Minta Presiden Jokowi Perhatikan 2 Aspek Ini

Robert memaparkan pada tahun lalu, extra effort untuk memastikan kepatuhan wajib pajak baru melibatkan sinergi dengan DJBC. Kini, dengan masuknya DJA, kepatuhan perpajakan pelaku usaha di sektor PNBP baik pertambangan hingga perkebunan dapat diuji.

Hal tersebut dapat meningkatkan kepatuhan secara suka rela pada tahun ini. Pasalnya, seluruh data pos penerimaan negara dapat diakses oleh otoritas pajak. Hal ini mempersempit ruang bagi wajib pajak dan wajib bayar PNBP untuk menghindar dari kewajiban membayar setoran ke kas negara.

Sebagai imbal baliknya, fasilitas dan kemudahan dijanjikan untuk pelaku usaha yang sudah terbukti patuh dalam urusan perpajakan dan juga PNBP. Robert menyebutkan salah satu kemudahan dan fasilitas tersebut adalah pemberian restitusi yang dipercepat.

Baca Juga: Shortfall Pajak Melebar, Tambah Utang atau Pangkas Belanja?

“Fasilitas untuk WP patuh seperti restitusi yang dipercepat karena sudah terbukti patuh bukan hanya di DJP tapi juga DJBC dan sekarang ditambah dengan DJA untuk kewajiban PNBP,” paparnya.

Seperti diketahui, sinergi antara DJP, DJBC, dan DJA menyangkut banyak aspek dalam proses bisnis ketiga unit tersebut. Hasil sinergi ketiganya pada hingga pertengahan tahun ini sudah menambah penerimaan negara sebesar Rp6,5 triliun pada 2019. (kaw)

Baca Juga: Arus Kas Masih Aman Meskipun Penerimaan Pajak Seret, Ini Rahasianya

“Program kami dengan Bea Cukai dan Ditjen Anggaran seyogyanya mampu menopang kualitas kami dalam menciptakan extra effort 4% dari realisasi penerimaan tahun lalu,” katanya di Kantor Pusat DJP.

Baca Juga: Para Ekonom Minta Presiden Jokowi Perhatikan 2 Aspek Ini

Robert memaparkan pada tahun lalu, extra effort untuk memastikan kepatuhan wajib pajak baru melibatkan sinergi dengan DJBC. Kini, dengan masuknya DJA, kepatuhan perpajakan pelaku usaha di sektor PNBP baik pertambangan hingga perkebunan dapat diuji.

Hal tersebut dapat meningkatkan kepatuhan secara suka rela pada tahun ini. Pasalnya, seluruh data pos penerimaan negara dapat diakses oleh otoritas pajak. Hal ini mempersempit ruang bagi wajib pajak dan wajib bayar PNBP untuk menghindar dari kewajiban membayar setoran ke kas negara.

Sebagai imbal baliknya, fasilitas dan kemudahan dijanjikan untuk pelaku usaha yang sudah terbukti patuh dalam urusan perpajakan dan juga PNBP. Robert menyebutkan salah satu kemudahan dan fasilitas tersebut adalah pemberian restitusi yang dipercepat.

Baca Juga: Shortfall Pajak Melebar, Tambah Utang atau Pangkas Belanja?

“Fasilitas untuk WP patuh seperti restitusi yang dipercepat karena sudah terbukti patuh bukan hanya di DJP tapi juga DJBC dan sekarang ditambah dengan DJA untuk kewajiban PNBP,” paparnya.

Seperti diketahui, sinergi antara DJP, DJBC, dan DJA menyangkut banyak aspek dalam proses bisnis ketiga unit tersebut. Hasil sinergi ketiganya pada hingga pertengahan tahun ini sudah menambah penerimaan negara sebesar Rp6,5 triliun pada 2019. (kaw)

Baca Juga: Arus Kas Masih Aman Meskipun Penerimaan Pajak Seret, Ini Rahasianya
Topik : penerimaan pajak, APBN
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Sabtu, 19 Oktober 2019 | 16:49 WIB
KEBIJAKAN EKONOMI
Sabtu, 19 Oktober 2019 | 16:45 WIB
SHORTFALL PAJAK
Jum'at, 18 Oktober 2019 | 18:54 WIB
PERUNDANG-UNDANGAN
Jum'at, 18 Oktober 2019 | 16:28 WIB
KORPORASI
berita pilihan
Selasa, 12 Desember 2017 | 09:17 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Rabu, 13 Desember 2017 | 09:21 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Jum'at, 03 November 2017 | 09:15 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Senin, 06 November 2017 | 09:19 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Selasa, 07 November 2017 | 09:36 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Rabu, 08 November 2017 | 09:18 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Senin, 18 Desember 2017 | 09:53 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Selasa, 19 Desember 2017 | 09:44 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Jum'at, 10 November 2017 | 09:12 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Rabu, 20 Desember 2017 | 10:04 WIB
BERITA PAJAK HARI INI