A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(/var/cpanel/php/sessions/ea-php56/PHPSESSIDd9943f217ac74c58ae85ee6f1c522fbb98b3ede7): failed to open stream: No space left on device

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 156

Backtrace:

File: /home/ddtc/public_html/news.ddtc.co.id/application/controllers/News.php
Line: 12
Function: __construct

File: /home/ddtc/public_html/news.ddtc.co.id/index.php
Line: 298
Function: require_once

Sinergi 3 Ditjen Topang Extra Effort Penerimaan Pajak
Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Sinergi 3 Ditjen Topang Extra Effort Penerimaan Pajak

1
1

Konferensi pers sinergi 3 unit eselon I Kemenkeu. 

JAKARTA,  DDTCNews – Pemenuhan extra effort penerimaan pajak terbantu dengan adanya sinergi antara Ditjen Pajak (DJP), Ditjen Bea dan Cukai (DJBC), serta Ditjen Anggaran (DJA).

Penyataan tersebut diungkapkan oleh Dirjen Pajak Robert Pakpahan saat konferensi pers terkait sinergi tiga unit eselon I Kemenkeu tersebut,  Selasa (25/6/2019). Target pertumbuhan penerimaan pajak dari extra effort sebesar 4%, menurutnya, dapat tercapai dengan adanya sinergi ini.

“Program kami dengan Bea Cukai dan Ditjen Anggaran seyogyanya mampu menopang kualitas kami dalam menciptakan extra effort 4% dari realisasi penerimaan tahun lalu,” katanya di Kantor Pusat DJP.

Baca Juga: Realisasi Penerimaan Loyo, Strategi Utang Berubah? Ini Kata Kemenkeu

Robert memaparkan pada tahun lalu, extra effort untuk memastikan kepatuhan wajib pajak baru melibatkan sinergi dengan DJBC. Kini, dengan masuknya DJA, kepatuhan perpajakan pelaku usaha di sektor PNBP baik pertambangan hingga perkebunan dapat diuji.

Hal tersebut dapat meningkatkan kepatuhan secara suka rela pada tahun ini. Pasalnya, seluruh data pos penerimaan negara dapat diakses oleh otoritas pajak. Hal ini mempersempit ruang bagi wajib pajak dan wajib bayar PNBP untuk menghindar dari kewajiban membayar setoran ke kas negara.

Sebagai imbal baliknya, fasilitas dan kemudahan dijanjikan untuk pelaku usaha yang sudah terbukti patuh dalam urusan perpajakan dan juga PNBP. Robert menyebutkan salah satu kemudahan dan fasilitas tersebut adalah pemberian restitusi yang dipercepat.

Baca Juga: Pendapatan Terbatas, Wamenkeu Minta Daerah Gunakan Instrumen Lain

“Fasilitas untuk WP patuh seperti restitusi yang dipercepat karena sudah terbukti patuh bukan hanya di DJP tapi juga DJBC dan sekarang ditambah dengan DJA untuk kewajiban PNBP,” paparnya.

Seperti diketahui, sinergi antara DJP, DJBC, dan DJA menyangkut banyak aspek dalam proses bisnis ketiga unit tersebut. Hasil sinergi ketiganya pada hingga pertengahan tahun ini sudah menambah penerimaan negara sebesar Rp6,5 triliun pada 2019. (kaw)

Baca Juga: DPR Soroti Kinerja Pajak APBN 2018

“Program kami dengan Bea Cukai dan Ditjen Anggaran seyogyanya mampu menopang kualitas kami dalam menciptakan extra effort 4% dari realisasi penerimaan tahun lalu,” katanya di Kantor Pusat DJP.

Baca Juga: Realisasi Penerimaan Loyo, Strategi Utang Berubah? Ini Kata Kemenkeu

Robert memaparkan pada tahun lalu, extra effort untuk memastikan kepatuhan wajib pajak baru melibatkan sinergi dengan DJBC. Kini, dengan masuknya DJA, kepatuhan perpajakan pelaku usaha di sektor PNBP baik pertambangan hingga perkebunan dapat diuji.

Hal tersebut dapat meningkatkan kepatuhan secara suka rela pada tahun ini. Pasalnya, seluruh data pos penerimaan negara dapat diakses oleh otoritas pajak. Hal ini mempersempit ruang bagi wajib pajak dan wajib bayar PNBP untuk menghindar dari kewajiban membayar setoran ke kas negara.

Sebagai imbal baliknya, fasilitas dan kemudahan dijanjikan untuk pelaku usaha yang sudah terbukti patuh dalam urusan perpajakan dan juga PNBP. Robert menyebutkan salah satu kemudahan dan fasilitas tersebut adalah pemberian restitusi yang dipercepat.

Baca Juga: Pendapatan Terbatas, Wamenkeu Minta Daerah Gunakan Instrumen Lain

“Fasilitas untuk WP patuh seperti restitusi yang dipercepat karena sudah terbukti patuh bukan hanya di DJP tapi juga DJBC dan sekarang ditambah dengan DJA untuk kewajiban PNBP,” paparnya.

Seperti diketahui, sinergi antara DJP, DJBC, dan DJA menyangkut banyak aspek dalam proses bisnis ketiga unit tersebut. Hasil sinergi ketiganya pada hingga pertengahan tahun ini sudah menambah penerimaan negara sebesar Rp6,5 triliun pada 2019. (kaw)

Baca Juga: DPR Soroti Kinerja Pajak APBN 2018
Topik : penerimaan pajak, APBN
artikel terkait
Senin, 08 April 2019 | 11:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 15 Juni 2018 | 18:05 WIB
KREDIT PAJAK
Rabu, 06 Maret 2019 | 11:54 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Kamis, 31 Januari 2019 | 17:33 WIB
INSENTIF FISKAL
berita pilihan
Senin, 08 April 2019 | 11:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Senin, 08 Juli 2019 | 18:02 WIB
TRANSFER PRICING
Rabu, 13 Maret 2019 | 15:39 WIB
TATA PEMERINTAHAN
Sabtu, 24 September 2016 | 12:03 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Jum'at, 23 Desember 2016 | 10:15 WIB
PENAGIHAN PAJAK
Senin, 29 Oktober 2018 | 09:54 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Senin, 09 Januari 2017 | 17:06 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Kamis, 11 Agustus 2016 | 16:52 WIB
KANWIL DJP YOGYAKARTA
Kamis, 22 September 2016 | 12:01 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Kamis, 16 Februari 2017 | 09:55 WIB
BERITA PAJAK HARI INI


A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: rewind() expects parameter 1 to be resource, boolean given

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 188

Backtrace:

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: filesize(): stat failed for /var/cpanel/php/sessions/ea-php56/PHPSESSIDd9943f217ac74c58ae85ee6f1c522fbb98b3ede7

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 192

Backtrace:

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_write_close(): Failed to write session data (user). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (/var/cpanel/php/sessions/ea-php56)

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: