Review
Jum'at, 14 Agustus 2020 | 11:00 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 12 Agustus 2020 | 14:34 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 11 Agustus 2020 | 09:20 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 09 Agustus 2020 | 09:00 WIB
KEPALA KKP PRATAMA JAKARTA MAMPANG PRAPATAN IWAN SETYASMOKO:
Fokus
Literasi
Jum'at, 14 Agustus 2020 | 18:09 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 14 Agustus 2020 | 17:26 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 14 Agustus 2020 | 16:17 WIB
TIPS PAJAK
Kamis, 13 Agustus 2020 | 17:19 WIB
AKTIVITAS PEREKONOMIAN
Data & alat
Rabu, 12 Agustus 2020 | 09:14 WIB
KURS PAJAK 12 AGUSTUS-18 AGUSTUS 2020
Selasa, 11 Agustus 2020 | 14:30 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 15:54 WIB
STATISTIK WITHHOLDING TAX
Rabu, 05 Agustus 2020 | 08:57 WIB
KURS PAJAK 5 AGUSTUS-11 AGUSTUS 2020
Reportase

Sebenarnya, Apa Itu Unifikasi SPT Masa PPh?

A+
A-
78
A+
A-
78
Sebenarnya, Apa Itu Unifikasi SPT Masa PPh?

UNIFIKASI SPT masa pajak penghasilan (PPh) santer diberitakan akhir-akhir ini. Sebagai upaya penyederhanaan administrasi pajak – dalam konteks reformasi perpajakan – Ditjen Pajak (DJP) tengah bersiap melakukan unifikasi SPT masa PPh.

Proses unifikasi ini menyasar SPT masa yang dilaporkan oleh wajib pajak (WP) badan atau orang pribadi yang memiliki kewajiban untuk melakukan pemotongan atau pemungutan pajak (pot/put). Saat ini, proses unifikasi SPT masa sudah diujicobakan (piloting) dengan PT Pertamina (Persero).

Lantas, apa yang sebenarnya dimaksud dengan unifikasi SPT masa?

Baca Juga: Apa Itu Hak Mendahulu?

Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan unifikasi sebagai hal menyatukan atau hal menjadikan seragam. Unifikasi sebagai proses penyempurnaan pembinaan hukum nasional antara lain dengan jalan pembaharuan, kodifikasi, dan hukum. Secara lebih luas, unifikasi dapat didefinisikan sebagai proses penyatuan hukum yang berlaku secara nasional atau penyatuan pemberlakuan hukum secara nasional.

Sementara itu, menurut Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP), surat pemberitahuan (SPT) adalah surat yang oleh WP digunakan untuk melaporkan penghitungan dan/atau pembayaran pajak, objek pajak dan/atau bukan objek pajak dan/atau harta dan kewajiban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

Sederhananya, SPT merupakan sarana bagi WP untuk melaporkan kewajiban pajaknya. UU KUP juga mengklasifikasikan SPT menjadi dua jenis, yaitu SPT tahunan dan SPT masa. Dari namanya sudah terlihat perbedaan dua klasifikasi SPT itu terletak pada waktu pelaporan. SPT tahunan dilaporkan secara tahunan, sedangkan SPT masa dilaporkan pada masa (bulan) tertentu.

Baca Juga: DJP: Beleid Ini Tandai Tahap Final Penerapan E-Bupot PPh Pasal 23/26

SPT tahunan terdiri atas dua jenis, yaitu SPT tahunan PPh WP orang pribadi (OP) dan PPh WP badan. Kemudian, untuk SPT tahunan WP OP diklasifikasikan menjadi 3 jenis formulir, yaitu, SPT Tahunan OP 1770, 1770 S, dan 1770 SS. Namun, untuk SPT tahunan badan hanya memiliki satu jenis saja.

Nah, untuk jenis SPT masa, secara garis besar mencakup SPT masa untuk PPh, pajak pertambahan nilai (PPN), pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), dan untuk pemungut PPN. Khusus untuk PPh, beradasarkan UU PPh, ada 6 jenis SPT Masa yang penamaannya berdasarkan nomor pasal dalam peraturan tersebut.

Pertama, SPT masa PPh Pasal 21/26. Kedua, SPT masa PPh Pasal 22. Ketiga, SPT masa PPh Pasal 23/26. Keempat, SPT masa PPh Pasal 25. Kelima, SPT masa PPh Pasal 4 ayat (2). Keenam, SPT masa PPh Pasal 15. Sederhananya, perbedaan 6 jenis SPT itu ada pada objek pajak yang dilaporkan dan telah dipungut atau dipotong pajaknya.

Baca Juga: Lima Pertimbangan Objek Pajak Dikenakan PPh Final

Dengan demikian, dapat diketahui jenis SPT masa PPh sangat beragam. Beragamnya jenis SPT Masa PPh tentu menimbulkan kerumitan dan biaya administrasi yang tinggi baik bagi WP maupun otoritas pajak. Pasalnya, saat ini proses pelaporan – termasuk aplikasinya – dilakukan secara terpisah untuk setiap jenis SPT masa PPh. Artinya, WP yang memiliki kewajiban pot/put dengan lebih dari satu jenis PPh harus melaporkan SPT secara berulang dengan formulir dan format yang berbeda.

Dengan demikian, unifikasi SPT masa adalah proses penyederhanaan atau penyeragaman laporan pajak (SPT) yang selama ini diserahkan secara bulanan (masa) oleh WP orang pribadi atau badan. Kalau untuk PPh, proses unifikasi ini berarti menyasar SPT masa PPh yang berkaitan dengan kewajiban pot/put, yaitu untuk PPh pasal 15, Pasal 22, Pasal 23/26 dan Pasal 4 ayat (2). Keempat SPT masa PPh itu akan dijadikan dalam satu format pelaporan SPT. Sementara itu, PPh Pasal 21 direncanakan akan tetap terpisah. Untuk SPT masa PPh pasal 25 sendiri sudah tidak wajib disampaikan, sepanjang surat setoran pajak (SSP) telah mendapat validasi nomor transaksi penerimaan negara (NTPN).

Unifikasi SPT masa PPh ini disebut tidak hanya menguntungkan otoritas dengan menekan biaya untuk mengumpulkan penerimaan, tetapi juga akan memberikan kemudahan untuk wajib pajak dalam melaporkan kewajibannya. Proses unifikasi ini diharapkan memberikan kemudahan bagi wajib pajak dan pada akhirnya dapat meningkatkan derajat kepatuhan sukarela. (kaw)

Baca Juga: Diskon Angsuran PPh Pasal 25 Naik, DJP: Kemungkinan Kurang Bayar Kecil

Topik : kamus pajak, kamus, unifikasi, SPT masa, PPh
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Minggu, 09 Agustus 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 14:01 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 18:01 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 14:50 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
berita pilihan
Jum'at, 14 Agustus 2020 | 18:09 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 14 Agustus 2020 | 17:26 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 14 Agustus 2020 | 17:15 WIB
WEBINAR SERIES DDTC
Jum'at, 14 Agustus 2020 | 16:46 WIB
RAPBN 2021
Jum'at, 14 Agustus 2020 | 16:27 WIB
RAPBN 2021 DAN NOTA KEUANGAN
Jum'at, 14 Agustus 2020 | 16:22 WIB
RAPBN 2021
Jum'at, 14 Agustus 2020 | 16:17 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 14 Agustus 2020 | 16:15 WIB
RAPBN 2021 DAN NOTA KEUANGAN
Jum'at, 14 Agustus 2020 | 16:08 WIB
WEBINAR SERIES DDTC