Review
Senin, 30 Januari 2023 | 12:00 WIB
TAJUK PERPAJAKAN
Senin, 30 Januari 2023 | 10:15 WIB
Dir. Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa DJBC Nirwala Dwi Heryanto:
Jum'at, 27 Januari 2023 | 08:00 WIB
MENDESAIN PAJAK NATURA DAN KENIKMATAN (2)
Kamis, 26 Januari 2023 | 15:53 WIB
MENDESAIN PAJAK NATURA DAN KENIKMATAN (1)
Fokus
Literasi
Senin, 30 Januari 2023 | 14:24 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 30 Januari 2023 | 12:00 WIB
TIPS PAJAK
Senin, 30 Januari 2023 | 10:45 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 27 Januari 2023 | 17:30 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Data & Alat
Rabu, 25 Januari 2023 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 25 JANUARI - 31 JANUARI 2023
Rabu, 18 Januari 2023 | 09:03 WIB
KURS PAJAK 18 JANUARI - 24 JANUARI 2023
Rabu, 11 Januari 2023 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 11 JANUARI - 17 JANUARI 2022
Rabu, 04 Januari 2023 | 09:11 WIB
KURS PAJAK 04 JANUARI - 10 JANUARI 2023
Reportase

Periksa Kapal Pesiar Masuk Wilayah RI, Bea Cukai Lakukan Boatzoeking

A+
A-
0
A+
A-
0
Periksa Kapal Pesiar Masuk Wilayah RI, Bea Cukai Lakukan Boatzoeking

Pengawasan dan pemeriksaan yang dilakukan Bea Cukai.

JAKARTA, DDTCNews - Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) berwenang mengawasi dan memeriksa setiap sarana pengangkut laut yang masuk ke wilayah Indonesia melalui mekanisme patroli laut dan boatzoeking.

DJBC menjelaskan petugas yang melaksanakan boatzoeking bakal mencocokkan dokumen kapal, seperti manifes dan lampirannya, dengan jumlah dan jenis kemasan barang-barang yang memang berada di atas kapal. Boatzoeking tersebut bertujuan memeriksa keberadaan barang yang tidak diberitahukan atau disembunyikan.

"Lewat boatzoeking, Bea Cukai dapat mencegah kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi seperti upaya penyelundupan baik yang dilakukan oleh individu atau bahkan sindikat yang bekerja sama dengan awak kapal," bunyi cuitan akun Twitter @beacukaiRI, dikutip pada Sabtu (26/11/2022).

Baca Juga: Kanwil DJBC Jakarta Ambil Alih Kantor Bea Cukai Bekasi dan Cikarang

DJBC menyebut pemeriksaan sarana pengangkut laut atau boatzoeking dilaksanakan petugas DJBC pada kapal yang memasuki daerah pabean atau wilayah Indonesia, baik kapal niaga maupun kapal wisata atau pesiar, sebelum sandar ke dermaga. Boatzoeking dilaksanakan oleh unit-unit vertikal DJBC yang memiliki wilayah kerja pelabuhan laut.

Misalnya Kantor Bea Cukai Kupang yang melaksanakan boatzoeking terhadap kapal pesiar MV Regatta di Pelabuhan Tenau, Kupang. Kapal pesiar berbendera Republik Kepulauan Marshall (Inggris) ini mengangkut 280 turis dan 386 kru kapal.

Selain memeriksa dokumen dan muatan kapal, petugas juga melayani pemeriksaan vessel declaration, customs declaration, dan pemeriksaan fisik atas barang bawaan penumpang.

Baca Juga: Reformasi Bea Cukai: Proses Bisnis dan Integritas

"Dalam kunjungan Kapal MV Regatta ke Kupang tersebut tentunya diharuskan untuk dapat memenuhi ketentuan dalam hal perizinan untuk memasuki wilayah Indonesia," bunyi cuitan @beacukaikupang.

Di sisi lain, Kantor Bea Cukai Tanjung Emas juga melaksanakan boatzoeking ketika kapal pesiar MV Le Laperouse akan bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Kapal pesiar berbendera Perancis tersebut mengangkut 127 orang turis mancanegara dan 118 kru kapal dari Singapura.

Dengan kapal pesiar tersebut, para wisatawan berkunjung ke beberapa objek wisata di Jawa Tengah, termasuk Kepulauan Karimunjawa.

Baca Juga: Jalan Panjang Reformasi Bea dan Cukai

Tidak hanya MV Le Laperouse, Pelabuhan Tanjung Emas pada bulan ini juga melayani kedatangan 3 kapal pesiar lain yakn MV Viking Orion, MS Regatta, dan MV National Geographic Orion.

"Melalui boatzoeking, Bea Cukai #JagaIndonesiaKita dari penyelundupan dan perdagangan ilegal, serta mengawasi seluruh peredaran barang, baik yang masuk maupun keluar Indonesia," tulis @beacukaiRI. (sap)

Baca Juga: 'Reformasi Bea Cukai Berkelanjutan Jelas akan Berdampak ke Penerimaan'

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : bea cukai, pengawasan kepabeanan dan cukai, DJBC, patroli laut, penegakan hukum, boatzoeking

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 25 Januari 2023 | 11:21 WIB
PENGAWASAN KEPABEANAN DAN CUKAI

Waduh! Bea Cukai Amankan 2.000 Pil Psikotropika Tanpa Izin Edar

Selasa, 24 Januari 2023 | 13:30 WIB
ADMINISTRASI KEPABEANAN

Perpanjangan NPPBKC Khusus Penyalur dan Pengusaha TPE, Begini Caranya

Senin, 23 Januari 2023 | 13:00 WIB
PENEGAKAN HUKUM

Waduh! 1 Ton Cat Food Asal China Dimusnahkan Bea Cukai Gara-Gara Ini

Senin, 23 Januari 2023 | 09:30 WIB
KEBIJAKAN BEA CUKAI

Tahun Baru Imlek, DJBC Bagikan Tips Belanja Biar Tetap Hoki

berita pilihan

Senin, 30 Januari 2023 | 21:02 WIB
SELEKSI HAKIM AGUNG

Wawancara 2 Calon Hakim Agung TUN Khusus Pajak Digelar Rabu Pekan Ini

Senin, 30 Januari 2023 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Barang di Batam Lebih Murah karena Bebas Pajak? Ternyata Ini Faktanya

Senin, 30 Januari 2023 | 17:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Agar Tak Hambat Investasi, Peraturan Soal Perizinan Ini Bakal Direvisi

Senin, 30 Januari 2023 | 16:30 WIB
PMK 112/2022

Tak Cuma Pajak, Perizinan Sampai Ekspor-Impor Juga Wajib Pakai NIK

Senin, 30 Januari 2023 | 16:00 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Ingat, Pembetulan SPT Tidak Bisa Cuma Copy Paste Data PDF dari e-Form

Senin, 30 Januari 2023 | 15:45 WIB
ADA APA DENGAN PAJAK?

Apa itu Advance Pricing Agreement dan Aturan Terbarunya di PP 55/2022?

Senin, 30 Januari 2023 | 15:30 WIB
KEBIJAKAN BEA DAN CUKAI

Kanwil DJBC Jakarta Ambil Alih Kantor Bea Cukai Bekasi dan Cikarang

Senin, 30 Januari 2023 | 15:19 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Soal PPh Ditanggung Pemberi Kerja, DJP: PER-16/PJ/2016 Masih Berlaku

Senin, 30 Januari 2023 | 15:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Hati-Hati Modus Baru Penipuan, Ancam Potong Pajak Autodebet Rekening

Senin, 30 Januari 2023 | 14:24 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa PPh Pasal 21 atas Biaya Gaji Pemegang Saham