Berita
Selasa, 14 Juli 2020 | 12:30 WIB
FOKUS HARI PAJAK
Selasa, 14 Juli 2020 | 12:18 WIB
FILIPINA
Selasa, 14 Juli 2020 | 11:40 WIB
FOKUS HARI PAJAK
Selasa, 14 Juli 2020 | 11:39 WIB
PAJAK KENDARAAN BERMOTOR
Review
Selasa, 14 Juli 2020 | 06:51 WIB
PERSPEKTIF
Sabtu, 11 Juli 2020 | 10:32 WIB
PERSPEKTIF
Rabu, 08 Juli 2020 | 06:06 WIB
PERSPEKTIF
Selasa, 07 Juli 2020 | 10:28 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & alat
Minggu, 12 Juli 2020 | 14:15 WIB
STATISTIK PERTUKARAN INFORMASI
Rabu, 08 Juli 2020 | 15:37 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 08 Juli 2020 | 08:29 WIB
KURS PAJAK 8 JULI - 14 JULI 2020
Minggu, 05 Juli 2020 | 14:31 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Komunitas
Selasa, 14 Juli 2020 | 09:00 WIB
HASIL DEBAT 30 JUNI-13 JULI 2020
Selasa, 07 Juli 2020 | 16:14 WIB
HARI PAJAK 14 JULI
Senin, 06 Juli 2020 | 17:49 WIB
HARI PAJAK 14 JULI
Jum'at, 03 Juli 2020 | 17:33 WIB
HARI PAJAK 14 JULI
Reportase

Penjelasan DJP Mengapa Unifikasi Hanya Mencakup 4 Jenis SPT Masa PPh

A+
A-
27
A+
A-
27
Penjelasan DJP Mengapa Unifikasi Hanya Mencakup 4 Jenis SPT Masa PPh

Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas DJP Hestu Yoga Saksama. (foto: DJP)

JAKARTA, DDTCNews – Ditjen Pajak (DJP) berencana melakukan unifikasi SPT masa PPh dengan menggabungkan empat SPT menjadi satu format pelaporan. Lantas, bukankah selama ini kita mengenal ada enam SPT masa PPh? Mengapa dua SPT masa PPh lainnya tidak diikutkan?

Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas DJP Hestu Yoga Saksama mempunyai penjelasannya. Terlebih dahulu, dia menjelaskan SPT masa PPh yang akan masuk dalam unifikasi adalah SPT masa PPh yang berkaitan dengan kewajiban pemotongan atau pemungutan pajak (pot/put). Baca artikel ‘Sebenarnya, Apa Itu Unifikasi SPT Masa PPh?’.

“Sekarang ini setiap jenis PPh pot/put SPT-nya sendiri-sendiri. Tiap SPT punya format sendiri-sendiri. Pelaporannya sendiri-sendiri. Nah, ini nanti dijadikan satu,” jelas Hestu kepada DDTCNews.

Baca Juga: Dirjen Pajak Ibaratkan Ada Perfect Storm 2020, Apa Itu?

Adapun yang masuk dalam unifikasi SPT masa PPh adalah PPh Pasal 15, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23/26, dan PPh Pasal 4 ayat (2). Dengan demikian, SPT masa keempat jenis PPh itu akan digabungkan dalam satu formulir.

Lantas, bagaimana dengan PPh Pasal 21/26 dan PPh Pasal 25? Untuk PPh Pasal 21, Hestu mengaku SPT-nya tidak bisa digabung. Sekadar informasi, SPT masa PPh Pasal 21/26 digunakan untuk melapotkan PPh karyawan. Pasal 21 mengatur karyawan Indonesia. Pasal 26 mengatur karyawan asing yang berdomisili di Indonesia.

“Kalau yang [SPT masa PPh] 21 sepertinya tidak bisa kita gabung ke yang pot/put lainnya karena memang beda ya. Dan itu kan hanya setahun sekali di Desember saja,” jelas Hestu.

Baca Juga: Kewajiban Lembaga Penyelenggara Pengumpulan Sumbangan dalam PP 29/2020

Sementara, untuk SPT masa PPh Pasal 25 juga tidak disatukan karena bukan pot/put. Selain itu, sesuai Peraturan Menteri Keuangan No.9/2018 Pasal 10 ayat (3), lanjut dia, SPT masa PPh Pasal 25 sudah tidak wajib disampaikan. Sekadar informasi, SPT ini berkaitan dengan angsuran pajak bulanan.

“SPT masa PPh Pasal 25 itu sendiri sudah tidak wajib disampaikan, sepanjang SSP [surat setoran pajak]-nya telah mendapat validasi NTPN nomor transaksi penerimaan negara],” imbuh Hestu.

Seperti diketahui, saat ini, proses unifikasi SPT masa sudah diujicobakan (piloting) dengan PT Pertamina (Persero). Unifikasi SPT masa PPh ini disebut tidak hanya menguntungkan otoritas maupun wajib pajak dari sisi administrasi. Kepatuhan pajak diharapkan juga membaik. (kaw)

Baca Juga: Tugas dan Fungsi Kanwil Diperkuat, Ini Kata Dirjen Pajak
Topik : SPT masa, PPh, pajak penghasilan, WP badan, DJP, unifikasi
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Taufik Azmi Nasution

Senin, 13 Januari 2020 | 09:13 WIB
di era digital saat ini, semua hal serba cepat dan praktis. DJP telah merespon hal ini dengan tepat dan profesional. di masa depan kita semua berharap Perpajakan Indonesia dapat menjalankan fungsinya sebagai Tut Wuri Handayani perekonomian Indonesia

Siti Suharika

Minggu, 12 Januari 2020 | 17:28 WIB
saya mohon untuk di sosialisasikan ke sekolah sekolah agar tidak terjadi kesalahan dalam pelaporan pajak, terutama dlm melaporkan pajak di belanja dana bos. mohon di tindaklanjuti trims
1
artikel terkait
Sabtu, 11 Juli 2020 | 10:32 WIB
PERSPEKTIF
Sabtu, 11 Juli 2020 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN
Jum'at, 10 Juli 2020 | 17:16 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 10 Juli 2020 | 16:30 WIB
TEKNOLOGI INFORMASI DJP
berita pilihan
Selasa, 14 Juli 2020 | 12:30 WIB
FOKUS HARI PAJAK
Selasa, 14 Juli 2020 | 12:18 WIB
FILIPINA
Selasa, 14 Juli 2020 | 11:40 WIB
FOKUS HARI PAJAK
Selasa, 14 Juli 2020 | 11:39 WIB
PAJAK KENDARAAN BERMOTOR
Selasa, 14 Juli 2020 | 11:36 WIB
HARI PAJAK 14 JULI
Selasa, 14 Juli 2020 | 11:19 WIB
KABUPATEN BULELENG
Selasa, 14 Juli 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Selasa, 14 Juli 2020 | 10:36 WIB
HARI PAJAK 14 JULI
Selasa, 14 Juli 2020 | 10:35 WIB
HARI PAJAK 14 JULI