Review
Jum'at, 03 April 2020 | 20:18 WIB
MEMO PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 03 April 2020 | 17:38 WIB
ANALISIS PAJAK
Kamis, 02 April 2020 | 18:59 WIB
ANALISIS TRANSFER PRICING
Rabu, 01 April 2020 | 18:28 WIB
TAJUK PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 03 April 2020 | 20:30 WIB
PROFIL PAJAK KABUPATEN TRENGGALEK
Jum'at, 03 April 2020 | 19:11 WIB
TIPS MENGISI E-BILLING
Jum'at, 03 April 2020 | 18:35 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 03 April 2020 | 16:01 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Data & alat
Jum'at, 03 April 2020 | 17:01 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Kamis, 02 April 2020 | 14:31 WIB
PROFESI
Rabu, 01 April 2020 | 09:14 WIB
KURS PAJAK 1 APRIL-7 APRIL 2020
Rabu, 25 Maret 2020 | 07:34 WIB
KURS PAJAK 25 MARET-31 MARET 2020
Komunitas
Kamis, 02 April 2020 | 15:11 WIB
LEE JI-EUN:
Selasa, 31 Maret 2020 | 09:52 WIB
PROGRAM BEASISWA
Senin, 30 Maret 2020 | 17:29 WIB
UNIVERSITAS PANCASILA
Senin, 30 Maret 2020 | 16:19 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Reportase

Pengembangan KEK Singasari akan Libatkan UB dan Unisma

A+
A-
0
A+
A-
0
Pengembangan KEK Singasari akan Libatkan UB dan Unisma

Pemateri diskusi (dari kiri) Konsultan ADB Hadi Prayitno, Kepala Bappeda Kabupaten Malang Tomie Herawanto, dan moderator Gatot Ciptadi berfoto sebelum acara dimulai. (Foto: Pascasarjana UB)

MALANG, DDTCNews—Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari, Malang, Jawa Timur, akan melibatkan Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Islam Malang (Unisma) karena UB dan Unisma memiliki aset di wilayah yang akan dikembangkan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Malang Tomie Herawanto mengatakan UB memiliki UB Forest, hutan 554 ha di Gunung Arjuno, berbatasan dengan Kecamatan Singosari. Sementara Unisma akan mengembangkan kampus kedua di Kecamatan Singosari.

“Namun KEK belum berjalan karena sampai sekarang belum turun PP-nya. Ibarat taksi, ada PP (peraturan pemerintah), argonya jalan,” katanya dalam diskusi bertema Kawasan Ekonomi Khusus: Kebijakan, Peluang dan Tantangan, di Gedung Pascasarjana UB, Malang, Rabu (3/7/2019).

Baca Juga: Melihat Profil Pajak Kabupaten Pesisir Selatan Jawa

Selain Tomie, hadir sebagai narasumber dalam diskusi itu adalah Konsultan Asian Development Bank Hadi Prayitno, dengan moderator dosen Fakultas Peternakan Gatot Ciptadi. Acara diawali dengan sambutan Wakil Direktur 1 Pascasarjana UB Fadillah Putra.

Tomie menjelaskan ada tiga sektor yang nanti akan dikembangkan di KEK Singosari, yaitu pariwisata, techno park dan industri kreatif. Tiga bidang tersebut akan dikembangkan secara bersamaan, dengan melibatkan Pemkab Malang, Pemprov Jatim, UB, dan Unisma

Untuk PP-nya sendiri, sambungnya, hingga kini masih dalam proses. Targetnya PP terbit Februari 2019, tetapi masih ada keberatan dari Kementerian Perindustrian. Karena itu, hingga kini investor masih terus menunggu PP tersebut terbit.

Baca Juga: Sengketa Pajak atas Kewajaran Besaran Tarif Royalti Transfer Pricing

Tomie mengakui proses cek dan ricek mengenai status lahan KEK Singasari sangat ketat. KEK itu sendiri mengajukan lahan seluas 200 hektare. Dalam KEK, dua desa di Kecamatan Singosari yang masuk ke dalam wilayah UB Forest.

Secara terpisah, Rektor Unisma Masykuri menyatakan tidak tahu jika pengembangan kampus 2 Unisma di Singosari jadi bagian dari KEK. “Saat ini masih akan membuat masterplan-nya untuk kampus dua, luasnya sekitar 78 hektare,” jelasnya.

Sejauh ini, Pemkab Malang telah menggandeng PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) dan PT Intelegensia Grahatama dalam pengembangan KEK Singasari. Rencana pengembangan itu juga telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Pariwisata. (Bsi)

Baca Juga: Pengajuan Gugatan Secara Langsung di Pengadilan Pajak Ditangguhkan

“Namun KEK belum berjalan karena sampai sekarang belum turun PP-nya. Ibarat taksi, ada PP (peraturan pemerintah), argonya jalan,” katanya dalam diskusi bertema Kawasan Ekonomi Khusus: Kebijakan, Peluang dan Tantangan, di Gedung Pascasarjana UB, Malang, Rabu (3/7/2019).

Baca Juga: Melihat Profil Pajak Kabupaten Pesisir Selatan Jawa

Selain Tomie, hadir sebagai narasumber dalam diskusi itu adalah Konsultan Asian Development Bank Hadi Prayitno, dengan moderator dosen Fakultas Peternakan Gatot Ciptadi. Acara diawali dengan sambutan Wakil Direktur 1 Pascasarjana UB Fadillah Putra.

Tomie menjelaskan ada tiga sektor yang nanti akan dikembangkan di KEK Singosari, yaitu pariwisata, techno park dan industri kreatif. Tiga bidang tersebut akan dikembangkan secara bersamaan, dengan melibatkan Pemkab Malang, Pemprov Jatim, UB, dan Unisma

Untuk PP-nya sendiri, sambungnya, hingga kini masih dalam proses. Targetnya PP terbit Februari 2019, tetapi masih ada keberatan dari Kementerian Perindustrian. Karena itu, hingga kini investor masih terus menunggu PP tersebut terbit.

Baca Juga: Sengketa Pajak atas Kewajaran Besaran Tarif Royalti Transfer Pricing

Tomie mengakui proses cek dan ricek mengenai status lahan KEK Singasari sangat ketat. KEK itu sendiri mengajukan lahan seluas 200 hektare. Dalam KEK, dua desa di Kecamatan Singosari yang masuk ke dalam wilayah UB Forest.

Secara terpisah, Rektor Unisma Masykuri menyatakan tidak tahu jika pengembangan kampus 2 Unisma di Singosari jadi bagian dari KEK. “Saat ini masih akan membuat masterplan-nya untuk kampus dua, luasnya sekitar 78 hektare,” jelasnya.

Sejauh ini, Pemkab Malang telah menggandeng PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) dan PT Intelegensia Grahatama dalam pengembangan KEK Singasari. Rencana pengembangan itu juga telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Pariwisata. (Bsi)

Baca Juga: Pengajuan Gugatan Secara Langsung di Pengadilan Pajak Ditangguhkan
Topik : diskusi ekonomi, KEK Singasari, universitas brawijaya,
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
0/1000
artikel terkait
Kamis, 20 September 2018 | 13:43 WIB
KEUANGAN NEGARA
Rabu, 13 Maret 2019 | 12:39 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Rabu, 13 Maret 2019 | 11:29 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Rabu, 04 September 2019 | 18:14 WIB
REFORMASI PERPAJAKAN
berita pilihan
Jum'at, 03 April 2020 | 20:30 WIB
PROFIL PAJAK KABUPATEN TRENGGALEK
Jum'at, 03 April 2020 | 20:18 WIB
MEMO PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 03 April 2020 | 19:34 WIB
SE-03/2020
Jum'at, 03 April 2020 | 19:11 WIB
TIPS MENGISI E-BILLING
Jum'at, 03 April 2020 | 19:01 WIB
SE-03/2020
Jum'at, 03 April 2020 | 18:35 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 03 April 2020 | 17:58 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Jum'at, 03 April 2020 | 17:38 WIB
ANALISIS PAJAK
Jum'at, 03 April 2020 | 17:01 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 03 April 2020 | 16:01 WIB
KEBIJAKAN PAJAK