Fokus
Data & Alat
Rabu, 05 Mei 2021 | 14:32 WIB
STATISTIK TARIF PAJAK
Rabu, 05 Mei 2021 | 08:55 WIB
KURS PAJAK 5 MEI - 11 MEI 2021
Selasa, 04 Mei 2021 | 16:30 WIB
KMK 25/2021
Rabu, 28 April 2021 | 08:53 WIB
KURS PAJAK 28 APRIL - 4 MEI 2021
Reportase
Perpajakan.id

Pemerintah Didesak Turunkan Pajak Premi Asuransi Pertanian

A+
A-
0
A+
A-
0
Pemerintah Didesak Turunkan Pajak Premi Asuransi Pertanian

Ilustrasi. 

MANILA, DDTCNews – Pusat Studi Pertanian Asia Tenggara (Southeast Asian Regional Center for Graduate Study and Research in Agriculture/Searca) mendesak pemerintah Filipina menurunkan tarif pajak premi asuransi pertanian untuk mendorong kegiatan pertanian di perdesaan.

Peneliti Searca mengatakan saat ini tarif pajak premi asuransi pertanian mencapai 26% hingga 27%. Tarif tersebut dinilai sangat memberatkan petani. Menurutnya, tarif ideal pajak premi asuransi pertanian hanya 2%.

"Jika Anda menginginkan partisipasi sektor swasta, Anda harus menurunkan pajak premi nonjiwa [termasuk pajak untuk asuransi pertanian]. Saya pikir akan banyak pemain swasta [menginginkan ini]," katanya, dikutip pada Senin (12/4/2021).

Baca Juga: Krisis Tabung Oksigen, Negara Bagian Minta Pembebasan Pajak

Alip mengatakan penerapan tarif pajak asuransi yang rendah sangat penting bagi petani. Jika tarif itu diturunkan, dia memperkirakan akan banyak masyarakat dan pemilik modal yang masuk ke sektor tersebut.

Dia menilai pemerintah juga perlu memberi subsidi asuransi agribisnis agar lebih rendah. Menurutnya, tarif premi yang tinggi itu terjadi karena hukum pasar mengingat sektor pertanian memiliki risiko gagal panen yang besar.

Asuransi mikro, sambungnya, memainkan peran penting dalam mendorong investasi sektor swasta dalam pembiayaan mikro atau dalam memberikan pinjaman kepada petani kecil. Jika petani memiliki asuransi atau program penjaminan pinjaman, perbankan juga akan bersedia memberikan pinjaman kepada petani, bahkan kepada petani kecil.

Baca Juga: Penerbitan Laporan Soal Skema Pelaporan Pajak Cryptocurrency Ditunda

Alif menyebut penderitaan petani Filipina sering kali disebabkan kurangnya fasilitas pembiayaan mikro dan bantuan asuransi mikro yang berkelanjutan. Padahal, asuransi atau jaminan pinjaman di negara-negara berkembang sangat penting dalam membiayai petani yang terpinggirkan agar bisa keluar dari jurang kemiskinan.

"Asuransi merupakan jaring pengaman yang penting agar masyarakat miskin tidak tergelincir kembali ke dalam kemiskinan," ujarnya, seperti dilansir manilatimes.net.

Dia kemudian memberi contoh pentingnya peran perusahaan keuangan mikro Center for Agriculture and Rural Development Inc. (CARD) dalam membantu petani di tengah pandemi Covid-19. Ketika mengalami masa sulit, petani dapat mencairkan premi yang telah dibayarkan. (kaw)

Baca Juga: Begini Profil Ketua Pengadilan Pajak yang Baru

Topik : Filipina, premi, asuransi, pertanian, pajak
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Minggu, 09 Mei 2021 | 09:01 WIB
PENINDAKAN HUKUM
Minggu, 09 Mei 2021 | 08:01 WIB
PAJAK DIGITAL
Minggu, 09 Mei 2021 | 06:01 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
berita pilihan
Senin, 10 Mei 2021 | 14:12 WIB
PENGADILAN PAJAK
Senin, 10 Mei 2021 | 13:51 WIB
VAKSIN COVID-19
Senin, 10 Mei 2021 | 13:15 WIB
PENGADILAN PAJAK
Senin, 10 Mei 2021 | 13:10 WIB
THAILAND
Senin, 10 Mei 2021 | 13:00 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA
Senin, 10 Mei 2021 | 12:54 WIB
TUNJANGAN HARI RAYA
Senin, 10 Mei 2021 | 12:30 WIB
KABUPATEN SUBANG
Senin, 10 Mei 2021 | 11:45 WIB
SURVEI BANK INDONESIA