Review
Rabu, 15 Juli 2020 | 10:37 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 15 Juli 2020 | 09:30 WIB
OPINI PAJAK
Selasa, 14 Juli 2020 | 14:35 WIB
DIREKTUR PENYULUHAN, PELAYANAN, DAN HUMAS DJP HESTU YOGA SAKSAMA:
Selasa, 14 Juli 2020 | 06:51 WIB
PERSPEKTIF
Fokus
Literasi
Rabu, 15 Juli 2020 | 19:11 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 15 Juli 2020 | 17:26 WIB
PROFIL PERPAJAKAN ARMENIA
Rabu, 15 Juli 2020 | 16:40 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 15 Juli 2020 | 15:10 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & alat
Rabu, 15 Juli 2020 | 09:10 WIB
KURS PAJAK 15 JULI - 21 JULI 2020
Selasa, 14 Juli 2020 | 16:55 WIB
STATISTIK KINERJA PENERIMAAN PPN
Minggu, 12 Juli 2020 | 14:15 WIB
STATISTIK PERTUKARAN INFORMASI
Rabu, 08 Juli 2020 | 15:37 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase

Nilai Restitusi Pajak April 2020 Menurun, Ini Kata DJP

A+
A-
4
A+
A-
4
Nilai Restitusi Pajak April 2020 Menurun, Ini Kata DJP

Ilustrasi. (DDTCNews)

JAKARTA, DDTCNews—Ditjen Pajak (DJP) menyebutkan sejumlah penyebab menurunnya angka pengembalian pajak kepada wajib pajak atau umum disebut dengan restitusi pajak pada April 2020 ini.

Direktur Potensi, Kepatuhan dan Penerimaan Pajak DJP Ihsan Priyawibawa mengatakan nilai restitusi sepanjang kuartal pertama tahun ini masih positif, yaitu tumbuh 11% menjadi Rp56 triliun dari periode yang sama tahun lalu.

“Namun pada April, angka restitusi menjadi turun 5,3% [dari periode yang sama tahun lalu],” tuturnya, Ahad (31/5/2020). Namun demikian, nilai restitusi April tersebut tidak disebutkan Ihsan.

Baca Juga: Ada Webinar Gratis Soal Babak Baru Pajak Digital di Indonesia, Mau?

Dia menjelaskan terdapat sejumlah penyebab nilai restitusi menurun. Pertama, tidak adanya aktivitas sidang dalam kurun waktu dua bulan terakhir. Kondisi ini juga berdampak terhadap nilai restitusi (karena upaya hukum) April yang turun 48,5%.

Kedua, pertumbuhan jumlah permohonan lebih bayar (LB) dari wajib pajak melambat dengan hanya tumbuh 2,4% pada April 2020, atau lebih rendah ketimbang pertumbuhan permohonan LB pada April 2019.

Meski begitu, nilai restitusi dipercepat terpantau masih tumbuh tinggi, yaitu 35,5%. Menurut Ihsan, hal tersebut disebabkan adanya relaksasi restitusi dipercepat yang masuk dalam skema insentif dalam rangka penanggulangan Covid-19.

Baca Juga: Komisi Eropa: Korporasi di Tax Haven Jangan Diberi Bantuan Keuangan

Seperti diketahui, PMK No.44/2020 mengatur relaksasi restitusi PPN bagi Pengusaha Kena Pajak (PKP) berisiko rendah. Kelompok wajib pajak ini yang sesuai klasifikasi lapangan usaha dan WP yang telah ditetapkan sebagai perusahaan KITE dapat menyampaikan SPT Masa PPN lebih bayar restitusi paling banyak Rp5 miliar.

Surat Pemberitahuan Masa PPN yang diberikan insentif meliputi SPT Masa PPN termasuk pembetulan, untuk masa pajak April 2020 sampai dengan masa pajak September 2020. SPT Masa ini disampaikan paling lama pada 31 Oktober 2020.

PKP berisiko rendah diberikan pengembalian pendahuluan dengan ketentuan antara lain PKP yang dimaksud tidak perlu menyampaikan permohonan penetapan sebagai PKP berisiko rendah.

Baca Juga: Setor PPN Produk Digital Pakai Dolar AS? Ini Saluran dan Caranya

Kemudian, Dirjen Pajak tidak menerbitkan keputusan penetapan secara jabatan sebagai PKP berisiko rendah. Lalu, PKP memiliki KLU sesuai lampiran atau fasilitas KITE yang diberikan kepada PKP masih berlaku saat penyampaian Surat Pemberitahuan lebih bayar restitusi. (rig)

Topik : restitusi pajak, realisasi pengembalian pembayaran pajak, djp, nasional, pmk 44/2020
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 14 Juli 2020 | 15:45 WIB
KEBIJAKAN BEA MASUK
Selasa, 14 Juli 2020 | 15:28 WIB
INSENTIF PAJAK
Selasa, 14 Juli 2020 | 15:04 WIB
HARI PAJAK 14 JULI
Selasa, 14 Juli 2020 | 14:35 WIB
DIREKTUR PENYULUHAN, PELAYANAN, DAN HUMAS DJP HESTU YOGA SAKSAMA:
berita pilihan
Rabu, 15 Juli 2020 | 19:11 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 15 Juli 2020 | 17:37 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA
Rabu, 15 Juli 2020 | 17:26 WIB
PROFIL PERPAJAKAN ARMENIA
Rabu, 15 Juli 2020 | 17:10 WIB
PPN PRODUK DIGITAL
Rabu, 15 Juli 2020 | 16:50 WIB
LKPP 2019
Rabu, 15 Juli 2020 | 16:49 WIB
KETIMPANGAN PENGELUARAN PENDUDUK
Rabu, 15 Juli 2020 | 16:40 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 15 Juli 2020 | 16:09 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL