Review
Rabu, 21 Oktober 2020 | 14:14 WIB
KONSULTASI PAJAK
Jum'at, 16 Oktober 2020 | 17:13 WIB
ANALISIS PAJAK
Rabu, 14 Oktober 2020 | 14:17 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 07 Oktober 2020 | 14:17 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & alat
Rabu, 21 Oktober 2020 | 17:02 WIB
STATISTIK SISTEM PAJAK
Rabu, 21 Oktober 2020 | 09:24 WIB
KURS PAJAK 21 OKTOBER - 27 OKTOBER 2020
Jum'at, 16 Oktober 2020 | 15:24 WIB
MATRIKS AREA KEBIJAKAN
Rabu, 14 Oktober 2020 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 14 OKTOBER - 20 OKTOBER 2020
Komunitas
Jum'at, 23 Oktober 2020 | 17:33 WIB
GENE SIMMONS:
Jum'at, 23 Oktober 2020 | 16:34 WIB
AGENDA PAJAK
Jum'at, 23 Oktober 2020 | 14:10 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Jum'at, 23 Oktober 2020 | 10:31 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Kolaborasi
Selasa, 20 Oktober 2020 | 14:10 WIB
KONSULTASI
Selasa, 20 Oktober 2020 | 09:45 WIB
KONSULTASI
Selasa, 13 Oktober 2020 | 14:13 WIB
KONSULTASI
Selasa, 13 Oktober 2020 | 11:54 WIB
KONSULTASI
Reportase

Mulai Besok, Indonesia Resmi Bertukar Data Elektronik SKA dengan China

A+
A-
19
A+
A-
19
Mulai Besok, Indonesia Resmi Bertukar Data Elektronik SKA dengan China

Ilustrasi. Suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (24/6/2020). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.

JAKARTA, DDTCNews – Otoritas Bea dan Cukai Indonesia dan China akan saling bertukar data elektronik Surat Keterangan Asal (SKA) mulai 15 Oktober 2020

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar-Lembaga Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) Syarif Hidayat mengatakan kedua negara sepakat untuk mempertukarkan tiga tipe data, yakni data e-form E, Acknowledgement (ACK), dan Feedback Information.

"Fasilitas penggunaan e-form E dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak di antaranya, importir, penyelenggara/pengusaha tempat penimbunan berikat, penyelenggara/pengusaha pusat logistik berikat, dan pengusaha di Kawasan Bebas," katanya, Rabu (14/10/2020).

Baca Juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Otoritas Pajak Rombak Waktu Operasional

Syarif menjelaskan kerja sama pertukaran data elektronik SKA merupakan tindak lanjut penandatanganan nota kesepahaman antara DJBC, Lembaga National Single Window, Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag, dan General Administration of Customs of the People’s Republic of China (GACC).

Kedua negara bersepakat menukarkan data elektronik SKA untuk memfasilitasi penerapan perjanjian perdagangan bebas pada 27 Juni 2019 di Brussels, Belgia.

SKA perjanjian perdagangan bebas negara Asean-China (Form E) dapat disampaikan secara elektronik oleh instansi penerbit di China kepada kantor pabean pemasukan melalui sistem Indonesia National Single Window (INSW).

Baca Juga: Biayai Penanganan Covid-19, Rasio Utang Tembus 103,5% dari PDB

Tata cara importasi dan penelitian atas penggunaan e-form E dilakukan sesuai dengan tata cara importasi dan penelitian atas penggunaan e-form D, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

Menurut Syarif, pelaku usaha yang memenuhi syarat dapat menggunakan SKA e-form E dan akan memperoleh sejumlah keuntungan. Misal, dapat menggunakan tarif preferensi dan dikecualikan dari pemenuhan kewajiban penyerahan lembar asli SKA Form E, yang selama ini diatur dalam PMK mengenai tata cara pengenaan tarif bea masuk atas barang impor berdasarkan skema perjanjian perdagangan bebas Asean-China.

"Untuk dapat diberikan tarif preferensi, barang yang diimpor harus memenuhi ketentuan asal barang yang meliputi origin criteria, consignment criteria, dan procedural provision," ujarnya.

Baca Juga: Jorjoran Insentif, Penerimaan Perpajakan Hingga September Anjlok 8%

Selain itu, Syarif menyebutkan kantor pabean dapat memberikan tarif preferensi atas pengajuan e-form E dari instansi penerbit di China, setelah petugas Bea Cukai melakukan penelitian lebih lanjut mengenai pemenuhan ketentuan dari e-form E.

Dia berharap pemberian fasilitas itu akan mendorong kerja sama perdagangan internasional antarnegara. Ekspor komoditas dari Indonesia ke China juga akan memperoleh perlakuan yang sama, berdasarkan asas resiprokal yang menguntungkan kedua negara. (rig)

Baca Juga: Pulihkan Sektor Pariwisata, Pemerintah Bebaskan Pajak Bandara
Topik : djbc, surat keterangan asal SKA, china, ekspor impor, nasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 21 Oktober 2020 | 09:01 WIB
KERJA SAMA INTERNASIONAL
Selasa, 20 Oktober 2020 | 17:00 WIB
KEBIJAKAN CUKAI
Selasa, 20 Oktober 2020 | 15:15 WIB
UNI EMIRAT ARAB
berita pilihan
Jum'at, 23 Oktober 2020 | 18:30 WIB
MALAYSIA
Jum'at, 23 Oktober 2020 | 18:00 WIB
INGGRIS
Jum'at, 23 Oktober 2020 | 17:33 WIB
GENE SIMMONS:
Jum'at, 23 Oktober 2020 | 17:00 WIB
LITERASI PAJAK
Jum'at, 23 Oktober 2020 | 16:54 WIB
KOTA BANDUNG
Jum'at, 23 Oktober 2020 | 16:34 WIB
AGENDA PAJAK
Jum'at, 23 Oktober 2020 | 16:06 WIB
PP 58/2020
Jum'at, 23 Oktober 2020 | 15:45 WIB
KOTA PEKANBARU
Jum'at, 23 Oktober 2020 | 15:38 WIB
PENANAMAN MODAL