Review
Sabtu, 30 Mei 2020 | 14:47 WIB
PERSPEKTIF
Jum'at, 29 Mei 2020 | 05:58 WIB
Seri Tax Control Framework (11)
Kamis, 28 Mei 2020 | 05:22 WIB
Seri Tax Control Framework (10)
Rabu, 27 Mei 2020 | 06:06 WIB
Seri Tax Control Framework (9)
Fokus
Literasi
Jum'at, 29 Mei 2020 | 17:56 WIB
KAMUS PERPAJAKAN
Jum'at, 29 Mei 2020 | 17:43 WIB
TIPS E-FAKTUR
Jum'at, 29 Mei 2020 | 16:29 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 29 Mei 2020 | 13:30 WIB
PROFIL PAJAK KABUPATEN BANYUWANGI
Data & alat
Rabu, 27 Mei 2020 | 15:03 WIB
STATISTIK IKLIM PAJAK
Minggu, 24 Mei 2020 | 12:00 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 22 Mei 2020 | 10:08 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:59 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Reportase

Melihat Sistem Pajak Negara yang Terkenal Punya Ilmuwan Nikola Tesla

A+
A-
4
A+
A-
4
Melihat Sistem Pajak Negara yang Terkenal Punya Ilmuwan Nikola Tesla

SERBIA atau Republik Serbia adalah sebuah negara berdaulat di Eropa. Negara yang dahulu merupakan bagian dari Yugoslavia ini merupakan lokasi dari Gereja Santa Sava, salah satu gereja Orthodox terbesar di dunia.

Dengan Ibu Kota Beograd, negara ini banyak menyumbang ilmuwan. Nikola Tesla terkenal sebagai ilmuwan Serbia karena kedua orang tuanya berasal dari negara tersebut. Namun, sejatinya Tesla lahir di Kroasia. Tidak main-main, Tesla merupakan ilmuwan paling fenomenal yang telah mengantongi 1.200 hak panten. Salah satu temuannya telah menjadi cikal bakal kendaraan listrik.

Adapun negara eksportir buah raspberry terbesar di dunia ini pada 2020 memiliki produk domestik bruto (PDB) senilai US$55,4 miliar yang terdiri atas sektor jasa (67,9%), industri (26,1%), dan pertanian (6%)

Baca Juga: Negara di Eropa ini Punya Tarif Maksimal PPh Orang Pribadi Hingga 50%

Sistem Perpajakan

WAJIB pajak badan akan dianggap sebagai residen pajak jika berbadan hukum di Serbia atau dikelola/dikendalikan dari Serbia. Orang pribadi akan dianggap sebagai residen jika domisili permanen, atau pusat bisnis dan kepentingan vitalnya ada di Serbia, atau tinggal di Serbia setidaknya selama 183 hari dalam 12 bulan.

Serupa dengan Indonesia, Serbia juga menerapkan sistem pemajakan campuran. Residen pajak akan dikenakan pajak dengan prinsip worldwide income. Sementara itu, bagi nonresiden diterapkan prinsip source income.

Baca Juga: Negara Ini Punya Rezim Pajak Khusus Untuk Sektor Migas

Pajak penghasilan (PPh) badan dikenakan atas penghasilan kena pajak yang mencakup pendapatan bisnis dan capital gain. Pendapatan dari bisnis dihitung berdasarkan laporan laba rugi yang telah direkonsiliasi dan dikenakan tarif 15%. Untuk penghasilan dari capital gain, Serbia mengenakan tarif 15% bagi residen pajak dan 20% bagi nonresiden

Di sisi withholding tax, penghasilan dividen, bunga, dan royalti yang diterima wajib pajak badan residen tidak dikenakan pajak. Namun demikian, untuk wajib pajak badan nonresiden, penghasilan dividen dikenakan pajak 20%.

Penghasilan bunga dan royalti yang diterima wajib pajak badan nonresiden dikenakan pajak dengan tarif 20%. Tarif tersebut akan meningkat hingga 25% untuk pembayaran yang dilakukan kepada perusahaan yang di suatu yurisdiksi dengan rezim pajak preferensial.

Baca Juga: Mempelajari Skema Perpajakan di Tempat Kelahiran Nicolaus Copernicus

Selanjutnya, PPh untuk orang pribadi dikenakan atas berbagai jenis penghasilan dengan tarif yang beragam. Penghasilan dari pekerjaan dikenakan pajak dengan tarif 10%, bisnis dan capital gain dikenakan tarif 15%, serta penghasilan dari dividen, bunga, royalti dan sewa dengan tarif 20%.

Selain itu, wajib pajak orang pribadi residen maupun nonresiden yang memiliki worldwide income bersih tahunan melebihi tiga kali upah rata-rata tahunan Serbia dikenakan PPh tahunan komplementer. PPh tambahan ini memiliki tarif progresif 10% hingga 15%.

Di sisi pajak tidak langsung, Serbia menerapkan pajak pertambahan nilai (PPN) dengan tarif standar sebesar 20%. Namun, terdapat tarif khusus sebesar 10% untuk barang dan jasa tertentu serta tarif 0% untuk barang yang dibebaskan dari PPN.

Baca Juga: Mencermati Skema Perpajakan di Negara Republik Kenya

Terkait dengan aturan antipenghindaran pajak, transaksi dengan pihak afiliasi harus memenuhi arm length principle. Selain itu, terhitung sejak tahun pajak 2020, wajib pajak yang merupakan entitas induk dari perusahaan multinasional harus menyerahkan Country-by-Country Report (CbCR).

Untuk thin capitalization rules, bunga dan biaya terkait yang dapat dikurangkan dari pinjaman tidak boleh melebihi empat kali dari modal. Khusus untuk untuk bank serta perusahaan leasing, tidak boleh melebih sepuluh kali dari modal.

Aturan pajak Serbia juga telah mencakup prinsip realitas ekonomi sebagai general anti-avoidance rule (GAAR). Dari sisi tax treaty, per 1 januari 2020 Serbia memiliki sekitar 60 perjanjian pajak, termasuk dengan Indonesia. Selain itu, Multilateral Instrument (MLI) di Serbia mulai berlaku 1 Oktober 2018.

Baca Juga: Begini Profil Perpajakan Negara 'Musuh Baru' Presiden Trump
Uraian Keterangan
Sistem Pemerintahan Republik Parlementer
PDB Nominal US$55,4 miliar (2019)
Pertumbuhan Ekonomi 3,9% (2020)
Populasi 6,9 juta (2019)
Otoritas Pajak Tax Administration, Custom Administration
Sistem Perpajakan Self assesment
Tarif PPh Badan 15%
Capital Gain 15% residen; 20% nonresiden
Tarif PPh Orang Pribadi 10% pekerjaan; 15% bisnis; 20% pendapatan lain
Tarif PPN 20% standar; 10% untuk barang dan jasa tertentu.
Tarif Dividen Wajib Pajak Badan 0% bagi residen; 20% bagi nonresiden
Tarif Royalti Wajib Pajak Badan 0% bagi residen; 20%-25% bagi nonresiden
Tarif Bunga Wajib Pajak Badan 0% bagi residen; 20%-25% bagi nonresiden
Tarif Dividen Wajib Pajak Orang Pribadi 15% bagi residen maupun nonresiden
Tarif Royalti Wajib Pajak Orang Pribadi 15% bagi residen maupun nonresiden
Tarif Bunga Wajib Pajak Orang Pribadi 20% bagi residen maupun nonresiden
Tax Treaty 60 negara
Topik : profil negara, profil perpajakan Serbia, Nikola Tesla
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 04 September 2018 | 18:38 WIB
PROFIL PERPAJAKAN PAPUA NUGINI
Jum'at, 26 Januari 2018 | 11:50 WIB
PROFIL PERPAJAKAN ISLE OF MAN
Selasa, 03 Oktober 2017 | 11:09 WIB
PROFIL PERPAJAKAN KROASIA
Rabu, 13 September 2017 | 11:54 WIB
PROFIL PERPAJAKAN DENMARK
berita pilihan
Minggu, 31 Mei 2020 | 07:00 WIB
RESTITUSI PAJAK
Sabtu, 30 Mei 2020 | 14:47 WIB
PERSPEKTIF
Sabtu, 30 Mei 2020 | 10:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Sabtu, 30 Mei 2020 | 09:00 WIB
PMK 56/2020
Sabtu, 30 Mei 2020 | 08:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Sabtu, 30 Mei 2020 | 07:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN
Jum'at, 29 Mei 2020 | 22:19 WIB
PPN PRODUK DIGITAL
Jum'at, 29 Mei 2020 | 21:58 WIB
EKONOMI DIGITAL