Fokus
Data & alat
Kamis, 09 April 2020 | 14:58 WIB
STATISTIK PAJAK WARISAN
Rabu, 08 April 2020 | 09:12 WIB
KURS PAJAK 8 APRIL-14 APRIL 2020
Selasa, 07 April 2020 | 13:30 WIB
STATISTIK DAYA SAING PAJAK
Jum'at, 03 April 2020 | 17:01 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Komunitas
Kamis, 09 April 2020 | 15:59 WIB
EDUKASI PAJAK
Selasa, 07 April 2020 | 17:08 WIB
UNIVERSITAS DIPONEGORO
Selasa, 07 April 2020 | 16:45 WIB
STISIPOL PAHLAWAN 12 BANGKA
Kamis, 02 April 2020 | 15:11 WIB
LEE JI-EUN:
Reportase

Kembali ke Kantor

A+
A-
1
A+
A-
1
Kembali ke Kantor

SUATU siang tiga orang partner sebuah firma akuntan besar pergi makan siang. Mereka, tiga lelaki parlente ini, adalah Partner Audit, Partner Pajak, dan Senior Partner. Sewaktu berjalan ke restoran, salah seorang di antara mereka melihat seonggok lampu kuningan tergeletak di selokan.

Penasaran, mereka mengambilnya, lalu menggosoknya. Seketika, muncul satu sosok jin di hadapan mereka. “Kalian tahu kesepakatannya,” kata jin itu tanpa basa-basi. “Satu permintaan saja, tidak lebih. Tapi melihat kalian ada tiga, kalian bisa memiliki masing-masing satu permintaan.”

“Wah, mantab ini,” kata Partner Audit. “Bawa aku ke Kepulauan Maldives, dan beri aku pasangan cantik yang berambut pirang, lalu tinggalkan aku di sana berdua untuk selamanya.” Pouf! Ada kilatan cahaya, kepulan asap, dan Partner Audit itu sekonyong-konyong lenyap.

Baca Juga: Bila Akuntan Bertemu Jin Lampu

“Sekarang giliranku,” kata Partner Pajak sambil menyeringai lebar. “Bawa aku ke Kepulauan Cook, beri aku dua perempuan berambut pirang dan skema penghindaran pajak yang tak bisa ketahuan. Jangan lupa, tinggalkan aku di sana selamanya.” Pouf! Ada kilatan cahaya, kepulan asap dan dia menghilang.

Jin kemudian beralih ke lelaki terakhir, Senior Partner. “Dan kamu, apa yang kamu inginkan?” katanya. “Aku ingin mereka berdua kembali ke kantor segera setelah makan siang. Ada rapat koordinasi yang belum diselesaikan,” kata Senior Partner. (Bsi)

Baca Juga: Hukuman Guillotine

“Wah, mantab ini,” kata Partner Audit. “Bawa aku ke Kepulauan Maldives, dan beri aku pasangan cantik yang berambut pirang, lalu tinggalkan aku di sana berdua untuk selamanya.” Pouf! Ada kilatan cahaya, kepulan asap, dan Partner Audit itu sekonyong-konyong lenyap.

Baca Juga: Bila Akuntan Bertemu Jin Lampu

“Sekarang giliranku,” kata Partner Pajak sambil menyeringai lebar. “Bawa aku ke Kepulauan Cook, beri aku dua perempuan berambut pirang dan skema penghindaran pajak yang tak bisa ketahuan. Jangan lupa, tinggalkan aku di sana selamanya.” Pouf! Ada kilatan cahaya, kepulan asap dan dia menghilang.

Jin kemudian beralih ke lelaki terakhir, Senior Partner. “Dan kamu, apa yang kamu inginkan?” katanya. “Aku ingin mereka berdua kembali ke kantor segera setelah makan siang. Ada rapat koordinasi yang belum diselesaikan,” kata Senior Partner. (Bsi)

Topik : humor pajak, anekdot pajak, humor akuntan, anekdot akuntan, jin lampu
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
0/1000
artikel terkait
Rabu, 02 November 2016 | 21:05 WIB
ANEKDOT PAJAK
Rabu, 19 Oktober 2016 | 15:01 WIB
ANEKDOT PAJAK
Kamis, 29 September 2016 | 17:12 WIB
ANEKDOT AKUNTAN
Rabu, 20 Juli 2016 | 16:12 WIB
ANEKDOT PAJAK
berita pilihan
Jum'at, 10 April 2020 | 06:00 WIB
KOTA DEPOK
Kamis, 09 April 2020 | 19:19 WIB
PMK 28/2020
Kamis, 09 April 2020 | 18:31 WIB
PMK 28/2020
Kamis, 09 April 2020 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Kamis, 09 April 2020 | 17:56 WIB
DKI JAKARTA
Kamis, 09 April 2020 | 17:35 WIB
PENGADILAN PAJAK (5)
Kamis, 09 April 2020 | 17:32 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Kamis, 09 April 2020 | 17:09 WIB
STIMULUS ATASI VIRUS CORONA
Kamis, 09 April 2020 | 16:25 WIB
INDONESIA TAXATION QUARTERLY REPORT Q1-2020