Berita
Selasa, 26 Januari 2021 | 09:30 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA
Selasa, 26 Januari 2021 | 08:12 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Senin, 25 Januari 2021 | 18:22 WIB
LEMBAGA PENGELOLA INVESTASI
Senin, 25 Januari 2021 | 17:45 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Review
Selasa, 26 Januari 2021 | 09:08 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 24 Januari 2021 | 08:01 WIB
KEPALA BAPENDA DKI JAKARTA M. TSANI ANNAFARI:
Rabu, 20 Januari 2021 | 14:18 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 19 Januari 2021 | 09:24 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Literasi
Senin, 25 Januari 2021 | 18:22 WIB
KAMUS HUKUM PAJAK
Senin, 25 Januari 2021 | 18:08 WIB
PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (4)
Senin, 25 Januari 2021 | 15:45 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & Alat
Senin, 25 Januari 2021 | 17:51 WIB
STATISTIK IKLIM PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 16:43 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 09:45 WIB
KURS PAJAK 20 JANUARI - 26 JANUARI 2021
Senin, 18 Januari 2021 | 09:10 WIB
STATISTIK PAJAK KONSUMSI
Komunitas
Senin, 25 Januari 2021 | 16:41 WIB
SEKOLAH TINGGI PERPAJAKAN INDONESIA
Sabtu, 23 Januari 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 14:35 WIB
DDTC PODTAX
Rabu, 20 Januari 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Kembali ke Kantor

A+
A-
1
A+
A-
1
Kembali ke Kantor

Ilustrasi. (istockphoto.com)

SUATU siang tiga orang partner sebuah firma akuntan besar pergi makan siang. Mereka, tiga lelaki parlente ini, adalah Partner Audit, Partner Pajak, dan Senior Partner. Sewaktu berjalan ke restoran, salah seorang di antara mereka melihat seonggok lampu kuningan tergeletak di selokan.

Penasaran, mereka mengambilnya, lalu menggosoknya. Seketika, muncul satu sosok jin di hadapan mereka. “Kalian tahu kesepakatannya,” kata jin itu tanpa basa-basi. “Satu permintaan saja, tidak lebih. Tapi melihat kalian ada tiga, kalian bisa memiliki masing-masing satu permintaan.”

“Wah, mantab ini,” kata Partner Audit. “Bawa aku ke Kepulauan Maldives, dan beri aku pasangan cantik yang berambut pirang, lalu tinggalkan aku di sana berdua untuk selamanya.” Pouf! Ada kilatan cahaya, kepulan asap, dan Partner Audit itu sekonyong-konyong lenyap.

Baca Juga: Ujian Terakhir

“Sekarang giliranku,” kata Partner Pajak sambil menyeringai lebar. “Bawa aku ke Kepulauan Cook, beri aku dua perempuan berambut pirang dan skema penghindaran pajak yang tak bisa ketahuan. Jangan lupa, tinggalkan aku di sana selamanya.” Pouf! Ada kilatan cahaya, kepulan asap dan dia menghilang.

Jin kemudian beralih ke lelaki terakhir, Senior Partner. “Dan kamu, apa yang kamu inginkan?” katanya. “Aku ingin mereka berdua kembali ke kantor segera setelah makan siang. Ada rapat koordinasi yang belum diselesaikan,” kata Senior Partner. (Bsi)

Baca Juga: Bila Akuntan Bertemu Jin Lampu
Topik : humor pajak, anekdot pajak, humor akuntan, anekdot akuntan, jin lampu
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 01 Desember 2016 | 14:55 WIB
ANEKDOT PAJAK
Rabu, 02 November 2016 | 21:05 WIB
ANEKDOT PAJAK
Rabu, 19 Oktober 2016 | 15:01 WIB
ANEKDOT PAJAK
Kamis, 29 September 2016 | 17:12 WIB
ANEKDOT AKUNTAN
berita pilihan
Selasa, 26 Januari 2021 | 09:30 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA
Selasa, 26 Januari 2021 | 09:08 WIB
OPINI PAJAK
Selasa, 26 Januari 2021 | 08:12 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Senin, 25 Januari 2021 | 18:22 WIB
LEMBAGA PENGELOLA INVESTASI
Senin, 25 Januari 2021 | 18:22 WIB
KAMUS HUKUM PAJAK
Senin, 25 Januari 2021 | 18:08 WIB
PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (4)
Senin, 25 Januari 2021 | 17:51 WIB
STATISTIK IKLIM PAJAK
Senin, 25 Januari 2021 | 17:45 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Senin, 25 Januari 2021 | 17:36 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Senin, 25 Januari 2021 | 17:30 WIB
KOTA MALANG