Fokus
Data & Alat
Senin, 21 Juni 2021 | 11:15 WIB
STATISTIK TARIF PAJAK
Kamis, 17 Juni 2021 | 18:50 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Rabu, 16 Juni 2021 | 08:55 WIB
KURS PAJAK 16 JUNI 2021-22 JUNI 2021
Rabu, 09 Juni 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 9 JUNI 2021-15 JUNI 2021
Komunitas
Senin, 21 Juni 2021 | 17:30 WIB
IBI KWIK KIAN GIE
Senin, 21 Juni 2021 | 15:30 WIB
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
Minggu, 20 Juni 2021 | 08:00 WIB
SEKJEN APSyFI REDMA GITA WIRAWASTA
Sabtu, 19 Juni 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Hingga April 2021, Setoran Pajak Sarang Burung Walet Sudah 40%

A+
A-
0
A+
A-
0
Hingga April 2021, Setoran Pajak Sarang Burung Walet Sudah 40%

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (tengah) melihat pemrosesan produksi sarang burung walet beberapa waktu lalu. Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mencatat realisasi penerimaan pajak sarang burung walet hingga akhir April 2021 telah mencapai sekitar Rp200 juta atau 40% dari target Rp500 juta. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/pd)

PALANGKA RAYA, DDTCNews - Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mencatat realisasi penerimaan pajak sarang burung walet hingga akhir April 2021 telah mencapai sekitar Rp200 juta atau 40% dari target Rp500 juta.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Palangka Raya Aratuni Djaban mengatakan kinerja penerimaan pajak sarang burung walet tergolong positif tahun ini.

Dia pun meyakini target penerimaan pajak sarang burung walet akan terlampaui tahun ini. "Kami optimistis realisasi target itu bisa tercapai," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (4/5/2021).

Baca Juga: Puluhan Ribu SPPT PBB Dicetak, Warga Diharapkan Patuh Bayar Pajak

Aratuni mengatakan BPPRD akan serius menggarap potensi penerimaan pajak sarang burung walet. Pasalnya, pajak sarang burung walet memiliki karakteristik yang membedakan dari jenis pajak daerah lainnya.

Dia menjelaskan penentuan besaran pajak sarang burung walet harus melalui proses penilaian atau intervensi secara langsung di lapangan. Dengan skema tersebut, nilai pajaknya tidak cukup hanya mempertimbangkan omzet dan keuntungan wajib pajak, atau dipukul rata antarpengusaha.

Aratuni menyebut saat ini ada 400 dari sekitar 700 unit sarang burung walet yang tercatat sebagai wajib pajak dan memiliki nomor pokok wajib pajak daerah (NPWPD).

Baca Juga: Mulai Juli 2021, ASN Bakal Bayar Pajak Kendaraan Secara Autodebet

Oleh karena itu, BPPRD akan terus mendorong 300 pengusaha sarang burung walet agar terdaftar sebagai wajib pajak daerah. Jika semua sarang burung walet membayar pajak, dia menilai target dapat kembali ditingkatkan pada tahun depan.

"Melihat banyaknya sarang walet di Kota Palangka Raya ini, tidak menutup kemungkinan di tahun depan bisa saja kami menargetkan lebih tinggi hingga mencapai Rp750 juta," ujarnya.

Tahun ini, Pemkot Palangka Raya menargetkan penerimaan pajak sarang burung walet senilai Rp400 juta atau naik 208% dari realisasi 2020 yang sebesar Rp162 juta.

Baca Juga: Revisi Perda, Tarif Pajak Hiburan Malam Bakal Dinaikkan Jadi 40%

Adapun target penerimaan pajak daerah secara keseluruhan mencapai Rp113,1 miliar tahun ini, atau 22% dari realisasi 2020 yang hanya Rp92,7 miliar. (Bsi)

Topik : pajak sarang burung walet, kota palangka raya, pajak daerah
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 15 Juni 2021 | 10:33 WIB
KABUPATEN SUMEDANG
Senin, 14 Juni 2021 | 10:30 WIB
KOTA BANDAR LAMPUNG
Jum'at, 11 Juni 2021 | 18:00 WIB
KABUPATEN INDRAMAYU
berita pilihan
Selasa, 22 Juni 2021 | 11:30 WIB
BELGIA
Selasa, 22 Juni 2021 | 10:48 WIB
APBN 2021
Selasa, 22 Juni 2021 | 10:15 WIB
KEBIJAKAN CUKAI
Selasa, 22 Juni 2021 | 10:03 WIB
PMK 61/2021
Selasa, 22 Juni 2021 | 10:00 WIB
KOTA BENGKULU SELATAN
Selasa, 22 Juni 2021 | 09:58 WIB
KONSULTASI
Selasa, 22 Juni 2021 | 09:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 22 Juni 2021 | 08:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 22 Juni 2021 | 08:04 WIB
BERITA PAJAK HARI INI