Berita
Jum'at, 30 September 2022 | 19:29 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 30 September 2022 | 18:11 WIB
KERJA SAMA PAJAK INTERNASIONAL
Jum'at, 30 September 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Jum'at, 30 September 2022 | 17:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Review
Kamis, 29 September 2022 | 16:16 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 27 September 2022 | 11:55 WIB
KONSULTASI UU HPP
Minggu, 25 September 2022 | 11:30 WIB
KEPALA BAPENDA RIAU SYAHRIAL ABDI
Kamis, 22 September 2022 | 13:53 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 30 September 2022 | 19:21 WIB
KESADARAN PAJAK
Jum'at, 30 September 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 30 September 2022 | 16:00 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 28 September 2022 | 19:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Data & Alat
Rabu, 28 September 2022 | 09:39 WIB
KURS PAJAK 28 SEPTEMBER - 04 OKTOBER 2022
Rabu, 21 September 2022 | 08:33 WIB
KURS PAJAK 21 SEPTEMBER - 27 SEPTEMBER 2022
Rabu, 14 September 2022 | 09:21 WIB
KURS PAJAK 14 SEPTEMBER - 20 SEPTEMBER 2022
Rabu, 07 September 2022 | 09:33 WIB
KURS PAJAK 07 SEPTEMBER - 13 SEPTEMBER
Komunitas
Jum'at, 30 September 2022 | 16:15 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Jum'at, 30 September 2022 | 11:54 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Kamis, 29 September 2022 | 16:42 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Kamis, 29 September 2022 | 14:09 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Reportase

Duh, Kepala Bappenas Sebut Indonesia Bisa Turun Kelas

A+
A-
4
A+
A-
4
Duh, Kepala Bappenas Sebut Indonesia Bisa Turun Kelas

Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. (tangkapan layar Zoom)

JAKARTA, DDTCNews – Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyebut pandemi Covid-19 bisa menyebabkan Indonesia turun kelas dari upper-middle income country menjadi lower-middle income country.

Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan pandemi telah menyebabkan ekonomi Indonesia terkontraksi hingga 2,07% pada 2020. Menurutnya, kondisi itu juga bisa mencerminkan penurunan pendapatan perkapita masyarakat.

"Dengan keadaan yang kita alami di masa pandemi, [pendapatan per kapita] terkoreksi ke bawah," katanya melalui konferensi video, Selasa (9/2/2021).

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi 2023 Dipatok 5,3%, Juga Perhitungkan Risiko Resesi

Suharso mengatakan Indonesia baru bisa naik menjadi upper-middle income country pada Juli 2020, yakni dengan pendapatan nasional bruto (gross national income/GNI) per kapita Indonesia pada 2019 yang naik menjadi US$4.050, dari posisi sebelumnya US$3.840.

Akibat perekonomian terkontraksi, GNI per kapita bisa turun ke bawah US$4.045, yang menurut World Bank masuk klasifikasi lower-middle income.

Namun, Suharso menilai masih ada kesempatan bagi Indonesia kembali naik kelas menjadi upper-middle income pada 2021 jika ekonomi bisa tumbuh berkisar 4,5% hingga 5% serta tren pertumbuhan itu berlanjut pada 2022. Dengan pertumbuhan ekonomi 5%, dia meyakini GNI per kapita juga akan melesat di atas US$4.000.

Baca Juga: Jokowi Minta Menteri dan Kepala Daerah Kompak Tangani Ancaman Inflasi

Mengenai cita-cita pemerintah menjadikan Indonesia sebagai negara maju atau high income country pada usia 100 tahun atau 2045, Suharso menyebut perlu kerja lebih keras karena sempat terjadi kemerosotan akibat pandemi.

Menurutnya, ekonomi harus dipacu di atas 5% setiap tahun agar Indonesia terbebas dari jebakan middle income trap, sekaligus mencapai target menjadi high income country.

Dia memberi ilustrasi pertumbuhan ekonomi setidaknya harus mencapai 6% setiap tahun agar Indonesia bisa menjadi high income country pada 2043. Namun, jika pertumbuhan dapat menyentuh 7%, target itu bisa terealisasi lebih cepat.

Baca Juga: Jokowi Yakin Ekonomi Kuartal III/2022 Makin Tokcer, Tumbuh 5,4%-6%

“Kalau kita bisa tumbuh dengan 7% maka tahun 2040-an kita sudah mencapai di atas threshold US$12.535," ujarnya.

World Bank memiliki 4 kategori negara berdasarkan GNI per kapita, yaitu low income (US$1.035), lower-middle income (US$1.036 hingga US$4,045), upper-middle income (US$4.046 hingga US$12.535), dan high income (lebih dari US$12.535). (kaw)

Baca Juga: ADB Yakin Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 5%, Tapi Inflasi Bakal Tinggi

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : Bappenas. Suharso Monoarfa, perekonomian Indonesia, PDB

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Jum'at, 05 Agustus 2022 | 14:45 WIB
PEREKONOMIAN DUNIA

Jokowi Blak-blakan: Ekonomi Dunia dalam Kondisi yang Mengerikan

Jum'at, 05 Agustus 2022 | 11:00 WIB
PERTUMBUHAN EKONOMI KUARTAL II/2022

Konsumsi dan Investasi Jadi Penyumbang Terbesar Pertumbuhan Ekonomi

Jum'at, 05 Agustus 2022 | 09:42 WIB
PERTUMBUHAN EKONOMI

BPS: Ekonomi Indonesia Kuartal II/2022 Tumbuh 5,44 Persen

Jum'at, 05 Agustus 2022 | 08:21 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Menteri Jokowi Kompak Yakin Ekonomi Kuartal II/2022 Tumbuh di Atas 5%

berita pilihan

Jum'at, 30 September 2022 | 19:29 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Perseroan Perorangan Bisa Pilih Pakai Tarif PPh Final UMKM PP 23/2018

Jum'at, 30 September 2022 | 19:21 WIB
KESADARAN PAJAK

Pentingnya Masyarakat Melek Pajak, Ulasan Profesional DDTC di ITR

Jum'at, 30 September 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah?

Jum'at, 30 September 2022 | 18:11 WIB
KERJA SAMA PAJAK INTERNASIONAL

Sekjen PBB Dukung Pembentukan 'UN Tax Convention'

Jum'at, 30 September 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Perbaiki Keseimbangan Primer, Kemenkeu: Setoran Pajak Harus Meningkat

Jum'at, 30 September 2022 | 17:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Pindah Alamat ke KPP Lain, WP Cabang Harus Ajukan Penghapusan NPWP

Jum'at, 30 September 2022 | 17:19 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Hari Oeang ke-76, Sri Mulyani Minta Jajarannya Sigap Hadapi Tantangan

Jum'at, 30 September 2022 | 17:00 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Nama Lengkap AR Bisa Dicek di DJP Online, Begini Caranya

Jum'at, 30 September 2022 | 16:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Dashboard DJP Juga Bakal Pantau Realisasi Investasi Peserta PPS

Jum'at, 30 September 2022 | 16:15 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022

Mengantisipasi Risiko Emigrasi Wajib Pajak Orang Kaya