Berita
Sabtu, 26 September 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Sabtu, 26 September 2020 | 09:01 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA
Sabtu, 26 September 2020 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN
Sabtu, 26 September 2020 | 07:01 WIB
PAJAK DIGITAL
Review
Sabtu, 26 September 2020 | 08:20 WIB
PERSPEKTIF
Kamis, 24 September 2020 | 09:50 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 23 September 2020 | 14:02 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 22 September 2020 | 20:22 WIB
REPORTASE DARI TILBURG BELANDA
Fokus
Literasi
Jum'at, 25 September 2020 | 19:00 WIB
MARGARET THATCHER:
Jum'at, 25 September 2020 | 17:44 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 25 September 2020 | 16:44 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 25 September 2020 | 15:49 WIB
TIPS PAJAK
Data & alat
Jum'at, 25 September 2020 | 19:31 WIB
STATISTIK PENANGANAN COVID-19
Rabu, 23 September 2020 | 18:13 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Rabu, 23 September 2020 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 23 SEPTEMBER-29 SEPTEMBER 2020
Jum'at, 18 September 2020 | 15:48 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Komunitas
Sabtu, 26 September 2020 | 10:01 WIB
DEDDY CORBUZIER:
Sabtu, 26 September 2020 | 07:51 WIB
KOMIK PAJAK
Jum'at, 25 September 2020 | 16:00 WIB
LOMBA MENULIS ARTIKEL PAJAK 2020
Jum'at, 25 September 2020 | 15:00 WIB
UNIVERSITAS PADJADJARAN
Kolaborasi
Selasa, 22 September 2020 | 13:50 WIB
KONSULTASI
Selasa, 22 September 2020 | 11:00 WIB
KONSULTASI
Selasa, 15 September 2020 | 13:45 WIB
KONSULTASI
Selasa, 15 September 2020 | 10:28 WIB
KONSULTASI
Reportase

Cukai Kantong Plastik, DJBC: Masih Menunggu Pembahasan Dengan DPR

A+
A-
1
A+
A-
1
Cukai Kantong Plastik, DJBC: Masih Menunggu Pembahasan Dengan DPR

Ilustrasi.

JAKARTA, DDTCNews—Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) tidak bisa memprediksikan kapan pembahasan mengenai pengenaan cukai kantong plastik di DPR akan berlanjut lantaran ada pandemi virus Corona.

Kepala Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi DJBC Deni Surjantoro mengatakan DJBC masih berharap pembahasan cukai kantong plastik tersebut segera rampung agar dapat mulai berlaku tahun ini.

"Harapannya tetap (bisa berlaku) tahun ini. Tapi pas kebetulan ada pandemi, ya mau bagaimana lagi," katanya kepada DDTC, Jumat (22/5/2020).

Baca Juga: Pengawasan WP Orang Pribadi dan Isu PPh Final UMKM Terpopuler

Deni memperkirakan rapat pembahasan mengenai penambahan barang kena cukai di DPR baru akan dibuka kembali setelah pandemi berakhir. Rencana ekstensifikasi barang kena cukai terakhir dibahas di DPR pada pertengahan Februari 2020.

Meski Komisi XI DPR kala itu menyetujui pengenaan cukai pada produk plastik, pemerintah masih diminta menyempurnakan rencana itu dengan mempertimbangkan masukan para anggota dewan.

Bersamaan dengan pembahasan itu, pemerintah juga memasukkan pasal yang mempermudah penambahan atau pengurangan barang kena cukai di RUU omnibus law Ketentuan dan Fasilitas Perpajakan, yang drafnya telah diserahkan kepada DPR.

Baca Juga: Disetujui Banggar, RUU APBN 2021 Dibawa Ke Rapat Paripurna

RUU itu akan mengubah ketentuan pada UU Nomor 39/2007 tentang Cukai yang mewajibkan pemerintah menyampaikan pada DPR jika ingin menambah atau mengurangi objek cukai.

Meski begitu, RUU sampai dengan saat ini belum sama sekali menjalani proses pembahasan di DPR. "Kalau ditanya kapan akan disahkan, saya juga nggak bisa menjelaskan karena sekarang ini kita semua masih pakai masker," ujar Deni.

Di sisi lain, Deni menyebut sumber daya DJBC saat ini juga masih banyak terfokus pada penanganan pandemi dan penyelamatan pelaku usaha yang terdampak.

Baca Juga: Banggar Masukkan Klausul Baru Soal Perpajakan Dalam RUU APBN 2021

DJBC tengah memberikan stimulus berupa percepatan impor dan pembebasan bea masuk barang yang digunakan dalam penanganan pandemi dan bahan baku industri tertentu, serta relaksasi pelunasan cukai.

Tahun ini, pemerintah menargetkan penerimaan dari cukai kantong plastik sebesar Rp100 miliar. Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan potensi penerimaan cukai dari kantong plastik sebenarnya bisa mencapai Rp1,6 triliun per tahun.

Pemerintah berencana menarik cukai pada kantong plastik dengan ketebalan kurang dari 75 mikron, atau tas kresek. Tarif cukai yang direncanakan sebesar Rp30.000 per kilogram atau Rp200 per lembar. Sementara saat ini, toko ritel mematok tarif kantong plastiknya rata-rata Rp200 hingga Rp500 per lembar.

Baca Juga: Ada Risiko Shortfall, Target Penerimaan Perpajakan 2021 Dipangkas

Menurut hitungan pemerintah, harga kantong plastik setelah pengenaan cukai akan berkisar Rp450 sampai Rp500 per lembar. Pengenaan cukai pada kantong plastik diproyeksikan hanya menyumbang inflasi 0,045%. (rig)

Topik : barang kena cukai, kantong plastik, djbc, dpr, nasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 23 September 2020 | 15:25 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Rabu, 23 September 2020 | 14:49 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 23 September 2020 | 13:42 WIB
PENEGAKAN HUKUM
Rabu, 23 September 2020 | 13:26 WIB
KEBIJAKAN CUKAI
berita pilihan
Sabtu, 26 September 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Sabtu, 26 September 2020 | 10:01 WIB
DEDDY CORBUZIER:
Sabtu, 26 September 2020 | 09:01 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA
Sabtu, 26 September 2020 | 08:20 WIB
PERSPEKTIF
Sabtu, 26 September 2020 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN
Sabtu, 26 September 2020 | 07:51 WIB
KOMIK PAJAK
Sabtu, 26 September 2020 | 07:01 WIB
PAJAK DIGITAL
Sabtu, 26 September 2020 | 06:01 WIB
PAJAK PROPERTI
Jum'at, 25 September 2020 | 19:31 WIB
STATISTIK PENANGANAN COVID-19
Jum'at, 25 September 2020 | 19:30 WIB
RAPBN 2021