Fokus
Literasi
Jum'at, 24 Juni 2022 | 18:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 24 Juni 2022 | 16:14 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 24 Juni 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 22 Juni 2022 | 18:00 WIB
KAMUS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 22 Juni 2022 | 13:15 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 22 Juni 2022 | 08:53 WIB
KURS PAJAK 22 JUNI - 28 JUNI 2022
Rabu, 15 Juni 2022 | 12:45 WIB
STATISTIK CUKAI MULTINASIONAL
Rabu, 15 Juni 2022 | 09:30 WIB
KURS PAJAK 15 JUNI - 21 JUNI 2022
Reportase
Perpajakan ID

Bertambah Lagi, 3 Profesional DDTC Raih Gelar LL.M. di Austria

A+
A-
10
A+
A-
10
Bertambah Lagi, 3 Profesional DDTC Raih Gelar LL.M. di Austria

Specialist Transfer Pricing Services Atika Ritmelina Marhani, Senior Specialist Transfer Pricing Services Yurike Yuki, dan Assistant Manager Tax Compliance & Litigation Services Riyhan Juli Asyir berfoto bersama Prof. Dr. DDr.h.c. Michael Lang selaku Wakil Rektor WU Vienna sekaligus menjabat sebagai Direktur Akademi dari program LL.M. hukum pajak internasional.

PADA 20 Juni 2022, sebanyak 3 profesional DDTC berhasil meraih gelar LL.M. dalam bidang hukum pajak internasional dari Vienna University of Economics and Business (WU Vienna), Austria.

Mereka adalah Assistant Manager Tax Compliance & Litigation Services Riyhan Juli Asyir, Senior Specialist Transfer Pricing Services Yurike Yuki, dan Specialist Transfer Pricing Services Atika Ritmelina Marhani.

Bertempat di Altes Rathaus (Old City Hall) Austria, ketiga profesional DDTC ini mengikuti prosesi wisuda yang menjadi rangkaian akhir dari studi magister (S-2) yang telah berlangsung selama kurang lebih 10 bulan.

Baca Juga: Lagi, Profesional DDTC Lulus S-2 di Tilburg University Belanda

Tesis pada tahun ini mengangkat tema Justice, Equality, and Tax Law. Riyhan Juli Asyir mengambil topik Improving Justice and Equality through Improved Audit Procedures – The Case of Joint Tax Audits.

Yurike Yuki mengambil topik The Bearer of the Burden of Proof in Cases of Abuse of Law. Atika Ritmelina Marhani mengambil topik Tax Compliance Management Systems – To a better Tax Assessment through Enhanced Tax Management.

Studi ini merupakan bagian dari program Human Resources Development Programme (HRDP) DDTC. Setiap tahunnya, DDTC memberangkatkan pegawainya dengan beasiswa penuh untuk mengikuti berbagai pelatihan, kursus, hingga studi lanjut S-2 di berbagai universitas ternama di dalam dan luar negeri.

Baca Juga: Studi Kasus Beban Pembuktian dalam Sengketa Transfer Pricing

Dengan memegang teguh visi dan misinya, walau pada masa pandemi yang penuh dengan tantangan dan keterbatasan, DDTC tetap berkomitmen untuk menjalankan program pengembangan diri untuk para profesionalnya.

Riyhan, Yurike, dan Atika menyatakan komitmen dari DDTC tersebut yang menjadi semangat bagi mereka untuk dapat menyelesaikan perjalanan akademiknya. Apalagi, ada dukungan penuh dari keluarga besar DDTC.

Riyhan bersyukur telah mendapatkan kesempatan belajar di WU Vienna, Austria. Dia berharap semua ilmu yang telah didapat saat menempuh studi dapat melengkapi kemampuannya sebagai salah satu profesional DDTC.

Baca Juga: Hadapi Pemeriksaan, Wajib Pajak Perlu Paham Dua Hal Ini

“Tentunya saya ucapkan terima kasih untuk keluarga besar DDTC, terutama Pak Darussalam dan Pak Danny Septriadi atas kesempatannya untuk terus belajar. Semoga dengan ilmu yang saya terima, saya dapat berkontribusi terhadap pencapaian visi dan misi DDTC dan dunia perpajakan Indonesia,” ungkapnya.

Yurike juga berterima kasih kepada DDTC atas kesempatan dan kepercayaan yang telah diberikan. Menurutnya, ilmu pajak merupakan ilmu yang sangat dinamis. Oleh karena itulah, setiap orang yang berkecimpung di dalam dunia pajak harus terus melihat perkembangan yang ada.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada DDTC atas kesempatan yang diberikan kepada saya. Ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan selama sepuluh bulan ini sangatlah berharga dan merupakan tahun terbaik dalam hidup saya. Semoga ilmu yang saya dapatkan ini nantinya bermanfaat bagi DDTC maupun komunitas pajak Indonesia,” tuturnya.

Baca Juga: Apakah Penyediaan Tempat Permainan Golf Dikecualikan PPN?

Ucapan terima kasih dan rasa syukur juga disampaikan oleh Atika kepada DDTC. Dia merasa mendapat kesempatan luar biasa untuk dapat menempuh studi S-2 dan menjalani kehidupan di Vienna, yang merupakan salah satu most liveable city in the world berdasarkan studi Mercer karena penduduknya dinilai memiliki kualitas hidup sangat baik.

“Perjalanan studi ini merupakan pengalaman hidup yang luar biasa yang saya peroleh sebagai profesional DDTC. Semoga berbekal ilmu yang telah saya peroleh, saya dapat terus maju bersama DDTC dan juga berkontribusi secara lebih nyata untuk sistem perpajakan di Indonesia,” ungkapnya.

Acara wisuda dibuka dengan kata sambutan dari Mmag. Markus Figl selaku Borough Mayor of the First District of Vienna. Setelah itu, dilanjutkan dengan sambutan Prof. Dr. DDr.h.c. Michael Lang selaku Wakil Rektor WU Vienna sekaligus menjabat sebagai Direktur Akademi dari program LL.M. hukum pajak internasional.

Baca Juga: PPS Segera Berakhir! Ayo, Cek Informasi Selengkapnya di Perpajakan ID

Kemudian, acara dilanjutkan dengan Awarding Ceremony yang dipimpin langsung oleh Prof. Lang kepada masing-masing wisudawan yang berasal dari berbagai negara. Tahun ini, WU Vienna meluluskan wisudawan dari Austria, Belgia, Brazil, Chili, India, Indonesia, Italia, Jepang, Jerman, Kuwait, Meksiko, Panama, Peru, Prancis, dan Turki.

Kelulusan Riyhan, Yurike, dan Atika melengkapi 6 profesional DDTC lain yang telah menyelesaikan studi S-2 luar negeri melalui program HRDP. Mereka adalah Partner Fiscal Research & Advisory B. Bawono Kristiaji, Partner Transfer Pricing Services Romi Irawan, Senior Manager Tax Compliance & Litigation Services Deborah, Senior Manager Transfer Pricing Services Yusuf Wangko Ngantung, Senior Manager Tax Compliance & Litigation Services Ganda C. Tobing, dan Manager Tax Compliance & Litigation Services Anggi Padoan Ibrahim Tambunan. (kaw)

Baca Juga: Legal Remittance Responsibility dan Biaya Kepatuhan Pajak
Topik : reportase, HRDP, WU Vienna, Austria, profesional pajak, hukum pajak internasional, DDTC

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Sabtu, 11 Juni 2022 | 15:45 WIB
DDTC ACADEMY - ENGLISH FOR TRANSFER PRICING

Why Should You Join English for Transfer Pricing Class?

Jum'at, 10 Juni 2022 | 10:54 WIB
KONSULTASI PAJAK

Rumah Tak Penuhi Syarat Insentif PPN, Bagaimana Risiko Fakturnya?

Kamis, 09 Juni 2022 | 09:11 WIB
DDTC ACADEMY - PRACTICAL COURSE

Program Terbaru DDTC Academy! English for Transfer Pricing

Rabu, 08 Juni 2022 | 13:38 WIB
KONSULTASI UU HPP

Top Up Uang Elektronik Kena PPN, Bagaimana Ketentuannya?

berita pilihan

Minggu, 26 Juni 2022 | 16:00 WIB
KPP PRATAMA BINTAN

Utang Pajak Rp16 M Tak Dibayar, Puluhan Kendaraan Milik WP Disita KPP

Minggu, 26 Juni 2022 | 15:00 WIB
PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

Ribuan Kendaraan Dinas Belum Bayar Pajak, Pemprov Ingatkan Soal Ini

Minggu, 26 Juni 2022 | 14:00 WIB
KANWIL DJP KALTIMTARA

Temui 60 Perwakilan Industri, Kanwil Ini Sosialisasikan Insentif Pajak

Minggu, 26 Juni 2022 | 13:00 WIB
INGGRIS

Lembaga Think Tank Ini Usulkan Garam Dikenai Cukai

Minggu, 26 Juni 2022 | 12:00 WIB
KPP PRATAMA SITUBONDO

KPP Akhirnya Sita Tanah Milik Wajib Pajak Seluas 2.104 Meter Persegi

Minggu, 26 Juni 2022 | 11:30 WIB
DATA PPS HARI INI

Tinggal 4 Hari! DJP Sudah Terbitkan 176.417 Surat Keterangan PPS

Minggu, 26 Juni 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Kriteria Hibah yang Dikecualikan dari Objek Pajak Penghasilan

Minggu, 26 Juni 2022 | 10:00 WIB
HUNGARIA

Parlemen Hungaria Tolak Ketentuan Perpajakan dalam Pilar 2 OECD