Fokus
Literasi
Rabu, 05 Oktober 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 03 Oktober 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 03 Oktober 2022 | 17:11 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 03 Oktober 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 05 Oktober 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 5 OKTOBER - 11 OKTOBER 2022
Selasa, 04 Oktober 2022 | 16:15 WIB
KMK 50/2022
Rabu, 28 September 2022 | 09:39 WIB
KURS PAJAK 28 SEPTEMBER - 04 OKTOBER 2022
Rabu, 21 September 2022 | 08:33 WIB
KURS PAJAK 21 SEPTEMBER - 27 SEPTEMBER 2022
Reportase

Baru Ingin Manfaatkan Insentif Pajak, Harus Mulai dari Mana?

A+
A-
1
A+
A-
1
Baru Ingin Manfaatkan Insentif Pajak, Harus Mulai dari Mana?

Pertanyaan:
PERKENALKAN, saya Chairunnisa dari Samarinda. Saya adalah pemilik perusahaan yang baru berdiri dan bergerak di sektor pengolahan untuk beberapa produk susu, seperti yoghurt dan bubuk es krim (KLU 10590).

Perusahaan saya masih berada pada tahap awal pendirian dan salah satu langkah yang diambil adalah memanfaatkan insentif pajak yang diberikan pemerintah dalam rangka mengurangi dampak pandemi.

Namun, saya belum tahu insentif apa saja yang sesuai dengan kriteria usaha saya dan juga langkah-langkahnya. Mohon pencerahannya, dari mana saya harus memulai? Terima kasih.

Jawaban:
TERIMA kasih Ibu Charunnisa atas pertanyaannya. Pertama-tama, perlu diketahui terlebih dahulu, dasar hukum pemberian insentif pajak bagi wajib pajak terdampak pandemi Covid-19 adalah PMK 9/2021 tentang Insentif Pajak untuk Wajib Pajak Terdampak Pandemi Corona Virus Disease 2019.

Untuk mengetahui insentif apa saja yang tersedia bagi perusahaan Ibu, terdapat cara mudah yang dapat dilakukan.

Silakan kunjungi fitur Insentif Perpajakan Anda yang tersedia pada Perpajakan.id (klik di sini).

Pada laman tersebut, kita dapat memasukkan informasi sektor dimana perusahaan terdaftar. Oleh karena perusahaan Ibu memiliki KLU 10590, kita dapat memasukkan informasi tersebut pada kolom yang tersedia.

Kemudian, setelah klik Cari Dokumen, dapat kita peroleh laman ini.

Dari situ, kita dapat mengetahui informasi yang dibutuhkan secara cepat, yaitu perusahaan Ibu dapat memanfaatkan 4 insentif berikut:

  1. PPh Pasal 21 ditanggung pemerintah (DTP) bagi karyawan dengan kriteria tertentu;
  2. Pembebasan atas pemungutan PPh Pasal 22 Impor;
  3. Pengurangan besaran angsuran PPh Pasal 25 sebesar 50%; dan
  4. Pengembalian pendahuluan kelebihan pembayaran PPN.

Untuk insentif pada poin a, b, dan c, perusahaan Ibu perlu menyampaikan pemberitahuan atau mengajukan pemanfaatan insentif tersebut pada saluran yang disediakan pada laman pajak.go.id dengan menggunakan format pengajuan yang tersedia pada Lampiran PMK 9/2021.

Surat pemberitahuan pemanfaatan insentif PPh Pasal 21 DTP dan/atau pengurangan besarnya angsuran PPh Pasal 25 dapat diunduh di sini.

Sementara, formular permohonan surat keterangan bebas pemungutan PPh Pasal 22 impor dapat diunduh di sini.

Jika sudah memanfaatkan insentif tersebut, perusahaan Ibu wajib memberikan laporan terkait dengan realisasi pemanfaatannya menggunakan format yang tersedia pada Lampiran PMK 9/2021.

Untuk mempermudah, formulir laporan realisasi PPh Pasal 21 DTP dapat diunduh di sini.

Kemudian, formulir laporan realisasi pembebasan PPh Pasal 22 Impor dapat diunduh di sini.

Terakhir, formulir realisasi pengurangan besarnya anguran PPh Pasal 25 dapat diunduh di sini.

Demikian informasi yang dapat saya sampaikan. Semoga dapat bermanfaat.

Sebagai informasi, Kanal Kolaborasi antara Kadin Indonesia dan DDTC Fiscal Research menayangkan artikel konsultasi setiap Selasa guna menjawab pertanyaan terkait Covid-19 yang diajukan ke email [email protected]. Bagi Anda yang ingin mengajukan pertanyaan, silakan langsung mengirimkannya ke alamat email tersebut.

(Disclaimer)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : Kolaborasi, Kadin, DDTC Fiscal Research, insentif pajak, DJP, Ditjen Pajak

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 04 Oktober 2022 | 17:36 WIB
KERJA SAMA PERPAJAKAN

Wah, Ditjen Pajak dan Korlantas Polri Teken Kerja Sama Pertukaran Data

Selasa, 04 Oktober 2022 | 17:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Ditjen Pajak Sebut Ada 2.422 Peserta PPS yang Harus Repatriasi Harta

Selasa, 04 Oktober 2022 | 16:11 WIB
UNIVERSITAS TRISAKTI

Kanwil DJP Jakarta Barat dan Usakti Perpanjang Kerja Sama Tax Center

Selasa, 04 Oktober 2022 | 16:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Ada Tren Kenaikan Harga Komoditas, DJP Bakal Lakukan Dinamisasi

berita pilihan

Kamis, 06 Oktober 2022 | 18:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Tingkatkan Kapasitas Pegawai Pajak, DJP Gandeng OECD

Kamis, 06 Oktober 2022 | 18:27 WIB
LAYANAN PAJAK

DJP Sebut Ada Kepastian Waktu Pengembalian Kelebihan Pembayaran Pajak

Kamis, 06 Oktober 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

DJP Sebut Realisasi Restitusi PPN Dipercepat Tembus Rp8 Triliun

Kamis, 06 Oktober 2022 | 17:33 WIB
LAYANAN PAJAK

Pengajuan Pemindahbukuan Bakal Bisa Online, DJP Siapkan Layanan e-Pbk

Kamis, 06 Oktober 2022 | 17:30 WIB
PMK 197/2013

Omzet Melebihi Rp4,8 M Tak Ajukan Pengukuhan PKP, Ini Konsekuensinya

Kamis, 06 Oktober 2022 | 17:00 WIB
KPP PRATAMA PAREPARE

Tunggak Pajak, Saldo Rp348 Juta Milik WP Dipindahbukukan ke Kas Negara

Kamis, 06 Oktober 2022 | 16:41 WIB
KP2KP SIAK SRI INDRAPURA

Beri Efek Kejut, Kantor Pajak Gelar Penyisiran Lapangan Selama 2 Pekan

Kamis, 06 Oktober 2022 | 16:30 WIB
KP2KP PELABUHAN RATU

Usaha WP Tidak Aktif, DJP: Tetap Lapor SPT Masa PPN Selama Masih PKP

Kamis, 06 Oktober 2022 | 16:03 WIB
PRESIDENSI G-20 INDONESIA

Jokowi Titip Pesan untuk Pimpinan Parlemen Anggota G-20, Ini Isinya