Review
Sabtu, 11 Juli 2020 | 10:32 WIB
PERSPEKTIF
Rabu, 08 Juli 2020 | 06:06 WIB
PERSPEKTIF
Selasa, 07 Juli 2020 | 10:28 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 07 Juli 2020 | 09:06 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Data & alat
Minggu, 12 Juli 2020 | 14:15 WIB
STATISTIK PERTUKARAN INFORMASI
Rabu, 08 Juli 2020 | 15:37 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 08 Juli 2020 | 08:29 WIB
KURS PAJAK 8 JULI - 14 JULI 2020
Minggu, 05 Juli 2020 | 14:31 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Reportase

Bagaimana Kemudahan Pembayaran Pajak di Asean?

A+
A-
4
A+
A-
4
Bagaimana Kemudahan Pembayaran Pajak di Asean?

SETIAP tahunnya, Bank Dunia menerbitkan Ease of Doing Business (EODB) sebagai barometer bagi para pelaku bisnis dalam mendirikan perusahaan. Barometer ini mencakup pengurusan izin, listrik, registrasi, pinjaman, perdagangan antarwilayah, hingga pembayaran pajak.

Sebagai salah satu barometer, sistem pajak menjadi krusial dalam menjaga agar iklim usaha kondusif (Zeqiraj dan Nimani, 2015) serta dapat menunjang pertumbuhan ekonomi di suatu negara (Kindsfateriene dan Lukasevicius, 2008). Kemudahan dalam mengurus dan membayar pajak selalu menjadi salah satu daya tarik utama bagi investor asing maupun dalam negeri.

Skor kemudahan pembayaran pajak atau Ease of Paying Taxes (EOPT) meliputi beberapa komponen penilaian seperti jumlah pembayaran, durasi pembayaran, persentase pajak yang dibayar terhadap laba perusahaan, durasi pengurusan restitusi pajak pertambahan nilai (PPN), durasi mendapatkan restitusi PPN, durasi pengurusan audit pajak penghasilan (PPh) badan, serta durasi penyelesaian audit PPh Badan. Rentang skor (terendah – tertinggi) adalah 0 – 100.

Baca Juga: Seperti Apa Perkembangan Implementasi AEoI Terkini?

Tabel berikut merangkum skor kemudahan membayar pajak di Asean pada 2019 dan 2020, serta peringkat skor tersebut apabila dilihat melalui kacamata atau ruang lingkup regional (Asean) dan global (dunia).

Nilai skor rata-rata EOPT di Asean pada 2019 dan 2020 secara berurutan adalah 69,75 dan 70,73. Sebagai perbandingan, skor tersebut berada di bawah negara-negara OECD (84 dan 84,3), Eropa dan Asia Tengah (75,9 dan 77,9), Asia Timur dan Pasifik (73,2 dan 73,6), serta negara-negara Timur Tengah-Afrika Utara (74,4 dan 75,1). Skor EOPT Asean hanya lebih tinggi dari Asia Selatan (60 dan 60,), Amerika Latin dan Karibia (60,3 dan 60,5), serta Afrika Sub-Sahara (57,4 dan 57,8).

Baca Juga: Ini Syarat Dapat Tarif Preferensi Perdagangan Bebas Asean-Hong Kong

Lalu bagaimana dengan negara-negara Asean tersebut? Singapura merupakan negara Asean dengan peringkat EOPT terbaik, diikuti oleh Thailand dan Malaysia. Indonesia merupakan negara peringkat ke 4 dari 11 negara Asean dengan peningkatan skor EOPT pada 2020 cukup tinggi, yaitu sekitar 7,4 poin apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Hal tersebut tentunya mencerminkan suatu situasi dan kondisi yang lebih baik untuk para pelaku usaha, khususnya dalam hal pembayaran pajak. Namun, para pelaku usaha sepatutnya juga melihat seluruh aspek dari EODB yang diterbitkan oleh Bank Dunia.

Hal tersebut mengingat EOPT hanya merupakan satu dari sekian banyak komponen yang menentukan EODB di dalam suatu negara. Terlebih, pandemi yang sedang melanda banyak negara juga sangat berpengaruh terhadap EODB di seluruh dunia.*

Baca Juga: Urus Keringanan Pajak Kendaraan! Nomor Antrean Perlu Diambil Online
Topik : narasi data, iklim pajak, EODB, EOPT, paying taxes, World Bank, Asean, pembayaran pajak
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 11 Juni 2020 | 19:36 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Selasa, 09 Juni 2020 | 11:20 WIB
STATISTIK PELAYANAN PAJAK
Jum'at, 05 Juni 2020 | 18:13 WIB
STATISTIK PAJAK UKM
Selasa, 02 Juni 2020 | 18:04 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
berita pilihan
Senin, 13 Juli 2020 | 19:01 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 13 Juli 2020 | 18:29 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 13 Juli 2020 | 18:25 WIB
TIPS PAJAK
Senin, 13 Juli 2020 | 18:00 WIB
KABUPATEN PROBOLINGGO
Senin, 13 Juli 2020 | 17:41 WIB
PPN PRODUK DIGITAL
Senin, 13 Juli 2020 | 17:15 WIB
INSENTIF PAJAK
Senin, 13 Juli 2020 | 17:07 WIB
SURAT BERHARGA NEGARA
Senin, 13 Juli 2020 | 16:15 WIB
INSENTIF PAJAK