Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Wah, Mayoritas Jutawan Dukung Pajak Kekayaan

1
1

Elizabeth Warren. (foto: fortune)

JAKARTA, DDTCNews – Mayoritas jutawan mendukung pengenaan pajak atas kekayaan di atas US$50 juta (sekitar Rp713,4 miliar).

Berdasarkan survei CNBC Millionaire, sebanyak 60% jutawan mendukung rencana Senator Elizabeth Warren untuk memajaki orang yang memiliki aset lebih dari US$0 juta. Pajak kekayaan (wealth tax) ini berbeda dari pajak penghasilan (PPh) karena pajak dikenakan dari total kepemilikan keluarga per tahun.

“Jajak pendapat menunjukkan bahwa mayoritas orang Amerika juga mendukung pajak kekayaan. Namun, dukungan itu dari para jutawan yang beberapa diantaranya mungkin akan membayar pajak,” demikian informasi yang dikutip pada Kamis (13/6/2019).

Baca Juga: Banyak Perusahaan Norwegia yang Hengkang ke New York, Ada Apa?

Beberapa jutawan bersedia menerima beban pajak yang lebih tinggi di tengah meningkatnya kekhawatiran atas ketimpangan serta melambungnya kekayaan dari masyarakat kaya.

Setidaknya, ada 88% dari Partai Demokrat yang mendukung pajak kekayaan. Selanjutnya, ada 62% dari kalangan independen yang mendukung bersama dengan 36% dari Partai Republik. Bahkan, tingkat atas jutawan – sekitar dua pertiganya – tercatat mendukung pajak kekayaan tersebut.

Seperti diketahui, proposal Warren meminta pajak 2% untuk kekayaan lebih dari US$50 juta dan 3% untuk kekayaan lebih dari US$1 miliar. Calon presiden itu memperkirakan pengenaan pajak hanya akan berlaku untuk 75.000 keluarga terkaya. Pajak tersebut akan menghasilkan US$275 miliar dalam setahun.

Baca Juga: Pajak Orang Kaya Diusulkan untuk Danai Pendidikan Anak

Masih dalam survei CNBC Millionaire, sejumlah besar jutawan juga mendukung tingkat PPh 70% untuk orang yang menghasilkan lebih dari US$ 10 juta – saran yang diajukan oleh Wakil Demokrat Alexandria Ocasio-Cortez. Mayoritas juga mendukung dibatalkannya pemotongan pajak pada perusahaan.

“Selama bertahun-tahun, kami telah melihat bahwa populasi ini [orang kaya] bersedia membayar lebih,” kata George Walper, Presiden Spectrem Group, yang melakukan penelitian dengan CNBC.

Survei tersebut dilakukan terhadap 750 orang dengan aset yang dapat diinvestasikan senilai US$1 juta atau lebih. Dari responden, 261 berasal dari kelompok Partai Republik, 261 independen, dan 218 merupakan kelompok Partai Demokrat.

Baca Juga: Taksonomi Pajak atas Kekayaan

Para jutawan ingin mempertahankan bentuk penghematan pajak. Sebanyak 72% menentang penghapusan semua pemotongan. Mereka juga sangat menentang pajak capital gain yang belum direalisasi (unrealized capital gains), sebuah proposal yang dibuat Senator Ron Wyden, D-Ore. (kaw)

“Jajak pendapat menunjukkan bahwa mayoritas orang Amerika juga mendukung pajak kekayaan. Namun, dukungan itu dari para jutawan yang beberapa diantaranya mungkin akan membayar pajak,” demikian informasi yang dikutip pada Kamis (13/6/2019).

Baca Juga: Banyak Perusahaan Norwegia yang Hengkang ke New York, Ada Apa?

Beberapa jutawan bersedia menerima beban pajak yang lebih tinggi di tengah meningkatnya kekhawatiran atas ketimpangan serta melambungnya kekayaan dari masyarakat kaya.

Setidaknya, ada 88% dari Partai Demokrat yang mendukung pajak kekayaan. Selanjutnya, ada 62% dari kalangan independen yang mendukung bersama dengan 36% dari Partai Republik. Bahkan, tingkat atas jutawan – sekitar dua pertiganya – tercatat mendukung pajak kekayaan tersebut.

Seperti diketahui, proposal Warren meminta pajak 2% untuk kekayaan lebih dari US$50 juta dan 3% untuk kekayaan lebih dari US$1 miliar. Calon presiden itu memperkirakan pengenaan pajak hanya akan berlaku untuk 75.000 keluarga terkaya. Pajak tersebut akan menghasilkan US$275 miliar dalam setahun.

Baca Juga: Pajak Orang Kaya Diusulkan untuk Danai Pendidikan Anak

Masih dalam survei CNBC Millionaire, sejumlah besar jutawan juga mendukung tingkat PPh 70% untuk orang yang menghasilkan lebih dari US$ 10 juta – saran yang diajukan oleh Wakil Demokrat Alexandria Ocasio-Cortez. Mayoritas juga mendukung dibatalkannya pemotongan pajak pada perusahaan.

“Selama bertahun-tahun, kami telah melihat bahwa populasi ini [orang kaya] bersedia membayar lebih,” kata George Walper, Presiden Spectrem Group, yang melakukan penelitian dengan CNBC.

Survei tersebut dilakukan terhadap 750 orang dengan aset yang dapat diinvestasikan senilai US$1 juta atau lebih. Dari responden, 261 berasal dari kelompok Partai Republik, 261 independen, dan 218 merupakan kelompok Partai Demokrat.

Baca Juga: Taksonomi Pajak atas Kekayaan

Para jutawan ingin mempertahankan bentuk penghematan pajak. Sebanyak 72% menentang penghapusan semua pemotongan. Mereka juga sangat menentang pajak capital gain yang belum direalisasi (unrealized capital gains), sebuah proposal yang dibuat Senator Ron Wyden, D-Ore. (kaw)

Topik : pajak kekayaan, wealth tax, Elizabeth Warren, Amerika Serikat
artikel terkait
Rabu, 29 Maret 2017 | 15:50 WIB
MALAYSIA
Jum'at, 24 Maret 2017 | 10:56 WIB
AMERIKA SERIKAT
Selasa, 14 Februari 2017 | 11:55 WIB
THAILAND
Senin, 29 Agustus 2016 | 11:02 WIB
INGGRIS
berita pilihan
Senin, 31 Desember 2018 | 14:35 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 28 Desember 2017 | 17:12 WIB
HONG KONG
Minggu, 30 September 2018 | 20:33 WIB
OECD INCLUSIVE FRAMEWORK ON BEPS
Sabtu, 13 Agustus 2016 | 17:02 WIB
THAILAND
Kamis, 29 September 2016 | 12:01 WIB
INDIA
Rabu, 11 Oktober 2017 | 11:19 WIB
KROASIA
Senin, 29 Oktober 2018 | 11:40 WIB
AUSTRALIA BARAT
Selasa, 25 Juni 2019 | 14:28 WIB
FILIPINA
Selasa, 08 Agustus 2017 | 14:15 WIB
JEPANG
Kamis, 13 Oktober 2016 | 14:13 WIB
SWISS