Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Soal Pencurian Identitas Pajak, IRS Jabarkan 4 Indikasinya

A+
A-
2
A+
A-
2

Ilustrasi. 

WASHINGTON, DDTCNews – Otoritas pajak Amerika Serikat (AS) mengimbau para pengusaha untuk mengantisipasi upaya pencurian identitas terkait pajak.

Permintaan ini terus disampaikan, terlebih saat ini tengah memasuki masa pelaporan pajak. Untuk itu, Internal Revenue Services (IRS) menjabarkan tanda yang mengindikasikan terjadinya pencurian identitas selama proses pelaporan pajak penghasilan.

“Pengusaha yang mengalami salah satu dari situasi yang dijabarkan harus waspada terhadap potensi pencurian identitas dan diimbau segera menghubungi IRS,” demikian kutipan pernyataan IRS, Selasa (14/1/2020)

Baca Juga: Catat, Sensus Penduduk 2020 akan Berlangsung Online

Secara lebih terperinci, IRS menyebut terdapat 4 indikasi yang menunjukkan terjadinya upaya pencurian data. Pertama, permintaan ekstensi file ditolak karena nomor identifikasi pemberi kerja atau nomor jaminan sosialnya pada SPT sudah termuat dalam file.

Kedua, laporan e-SPT ditolak karena ada duplikat nomor identifikasi pekerja atau nomor jaminan sosial dengan file yang ada di IRS. Ketiga, transkrip atau pemberitahuan IRS diterima secara tak terduga dan tidak sesuai dengan permintaan yang diajukan. Keempat, korespondensi rutin dari IRS tidak diterima.

Lebih lanjut, IRS menjelaskan wajib pajak seringkali tidak mendapati dirinya tengah menjadi korban pencurian identitas. Umumnya mereka baru sadar saat mencoba untuk mengirimkan SPT, tetapi ditolak IRS karena nomor identifikasi pekerja atau nomor jaminan sosial telah digunakan.

Baca Juga: Bangun Infrastruktur, Pemda Cairkan Pinjaman SMI Hingga Rp4,6 triliun

Pasalnya, sistem IRS hanya akan menerima satu identitas yang unik. IRS menekankan apabila wajib pajak tidak menerima korespondensi dari IRS, ada kemungkinan penjahat siber telah mengakses informasi di sistem pajak dan mengubah alamat email dari wajib pajak.

Lembaga pemerintah sebenarnya terus berupaya untuk untuk memerangi pencurian identitas terkait pajak. Namun, para penjahat siber ini terus berevolusi dalam metode yang digunakan. Para penjahat siber ini juga sering selangkah lebih maju dari IRS dan mitra penegak hukum.

Lebih lanjut, IRS menjelaskan para pencuri identitas dalam beberapa tahun terakhir telah menipu menggunakan email phishing. Metode ini digunakan untuk mengakses komputer kantor dari jarak jauh, mengisi formulir SPT 1040 yang tertunda, serta mengubah informasi setoran elektronik dan e-SPT.

Baca Juga: Berfoto Bareng 2 Menkeu, Sekjen OECD: Beri Kesempatan Multilateralisme

Phishing terjadi ketika penjahat bertindak sebagai entitas yang dikenal atau dapat dipercaya. Cara ini biasanya dilakukan melalui email atau situs web palsu. Para pencuri identitas ini kemudian berupaya untuk mendapatkan informasi sensitif melalui tautan yang dilampirkan pada email atau web palsu.

“Selalu waspada terhadap penipuan phishing, bahkan jika email tersebut tampak berasal dari kolega atau klien. Jika bahasanya terdengar agak aneh atau jika permintaan tampak tidak biasa, hubungi pengirim melalui telepon untuk memverifikasi daripada membuka lampiran,” ungkap IRS, seperti dilansir cda.org.

Selain itu, wajib pajak dapat mempelajari lebih lanjut tentang perlindungan dari pencurian identitas dalam panduan IRS. IRS juga memiliki video pendek tentang cara menghindari email phising di kanal YouTube-nya. Kemudian, bagi wajib pajak yang memerlukan bantuan tentang pencurian identitas juga dapat menghubungi IRS. (kaw)

Baca Juga: Filipina Jadi Tujuan Investasi Paling Menarik ke-2 di ASEAN, Kok Bisa?

“Pengusaha yang mengalami salah satu dari situasi yang dijabarkan harus waspada terhadap potensi pencurian identitas dan diimbau segera menghubungi IRS,” demikian kutipan pernyataan IRS, Selasa (14/1/2020)

Baca Juga: Catat, Sensus Penduduk 2020 akan Berlangsung Online

Secara lebih terperinci, IRS menyebut terdapat 4 indikasi yang menunjukkan terjadinya upaya pencurian data. Pertama, permintaan ekstensi file ditolak karena nomor identifikasi pemberi kerja atau nomor jaminan sosialnya pada SPT sudah termuat dalam file.

Kedua, laporan e-SPT ditolak karena ada duplikat nomor identifikasi pekerja atau nomor jaminan sosial dengan file yang ada di IRS. Ketiga, transkrip atau pemberitahuan IRS diterima secara tak terduga dan tidak sesuai dengan permintaan yang diajukan. Keempat, korespondensi rutin dari IRS tidak diterima.

Lebih lanjut, IRS menjelaskan wajib pajak seringkali tidak mendapati dirinya tengah menjadi korban pencurian identitas. Umumnya mereka baru sadar saat mencoba untuk mengirimkan SPT, tetapi ditolak IRS karena nomor identifikasi pekerja atau nomor jaminan sosial telah digunakan.

Baca Juga: Bangun Infrastruktur, Pemda Cairkan Pinjaman SMI Hingga Rp4,6 triliun

Pasalnya, sistem IRS hanya akan menerima satu identitas yang unik. IRS menekankan apabila wajib pajak tidak menerima korespondensi dari IRS, ada kemungkinan penjahat siber telah mengakses informasi di sistem pajak dan mengubah alamat email dari wajib pajak.

Lembaga pemerintah sebenarnya terus berupaya untuk untuk memerangi pencurian identitas terkait pajak. Namun, para penjahat siber ini terus berevolusi dalam metode yang digunakan. Para penjahat siber ini juga sering selangkah lebih maju dari IRS dan mitra penegak hukum.

Lebih lanjut, IRS menjelaskan para pencuri identitas dalam beberapa tahun terakhir telah menipu menggunakan email phishing. Metode ini digunakan untuk mengakses komputer kantor dari jarak jauh, mengisi formulir SPT 1040 yang tertunda, serta mengubah informasi setoran elektronik dan e-SPT.

Baca Juga: Berfoto Bareng 2 Menkeu, Sekjen OECD: Beri Kesempatan Multilateralisme

Phishing terjadi ketika penjahat bertindak sebagai entitas yang dikenal atau dapat dipercaya. Cara ini biasanya dilakukan melalui email atau situs web palsu. Para pencuri identitas ini kemudian berupaya untuk mendapatkan informasi sensitif melalui tautan yang dilampirkan pada email atau web palsu.

“Selalu waspada terhadap penipuan phishing, bahkan jika email tersebut tampak berasal dari kolega atau klien. Jika bahasanya terdengar agak aneh atau jika permintaan tampak tidak biasa, hubungi pengirim melalui telepon untuk memverifikasi daripada membuka lampiran,” ungkap IRS, seperti dilansir cda.org.

Selain itu, wajib pajak dapat mempelajari lebih lanjut tentang perlindungan dari pencurian identitas dalam panduan IRS. IRS juga memiliki video pendek tentang cara menghindari email phising di kanal YouTube-nya. Kemudian, bagi wajib pajak yang memerlukan bantuan tentang pencurian identitas juga dapat menghubungi IRS. (kaw)

Baca Juga: Filipina Jadi Tujuan Investasi Paling Menarik ke-2 di ASEAN, Kok Bisa?
Topik : pelaporan pajak, SPT, Amerika Serikat, AS
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Kamis, 09 Januari 2020 | 19:30 WIB
ANALISIS PAJAK
Selasa, 08 Agustus 2017 | 14:15 WIB
JEPANG
Kamis, 13 Oktober 2016 | 14:13 WIB
SWISS
Senin, 05 Februari 2018 | 14:39 WIB
KOTA TARAKAN
berita pilihan
Jum'at, 24 Januari 2020 | 18:13 WIB
DATA PENDUDUK
Jum'at, 24 Januari 2020 | 18:05 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2019
Jum'at, 24 Januari 2020 | 17:47 WIB
PINJAMAN DAERAH
Jum'at, 24 Januari 2020 | 17:35 WIB
PAJAK DIGITAL
Jum'at, 24 Januari 2020 | 17:19 WIB
SAMARINDA
Jum'at, 24 Januari 2020 | 16:25 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2019
Jum'at, 24 Januari 2020 | 16:05 WIB
THAILAND
Jum'at, 24 Januari 2020 | 15:58 WIB
PMK 199/2019
Jum'at, 24 Januari 2020 | 14:42 WIB
INDIA