Berita
Kamis, 24 September 2020 | 18:31 WIB
RUU CIPTA KERJA
Kamis, 24 September 2020 | 17:21 WIB
PERPAJAKAN INDONESIA
Kamis, 24 September 2020 | 17:11 WIB
INPRES 8/2020
Kamis, 24 September 2020 | 17:06 WIB
KEBIJAKAN FISKAL
Review
Kamis, 24 September 2020 | 09:50 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 23 September 2020 | 14:02 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 22 September 2020 | 20:22 WIB
REPORTASE DARI TILBURG BELANDA
Selasa, 22 September 2020 | 09:39 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Literasi
Kamis, 24 September 2020 | 16:12 WIB
PENELITIAN PERPAJAKAN
Kamis, 24 September 2020 | 14:22 WIB
PAJAK DAERAH (17)
Rabu, 23 September 2020 | 18:42 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 23 September 2020 | 17:04 WIB
TIPS FAKTUR PAJAK
Data & alat
Rabu, 23 September 2020 | 18:13 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Rabu, 23 September 2020 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 23 SEPTEMBER-29 SEPTEMBER 2020
Jum'at, 18 September 2020 | 15:48 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Rabu, 16 September 2020 | 15:58 WIB
STATISTIK STIMULUS FISKAL
Kolaborasi
Selasa, 22 September 2020 | 13:50 WIB
KONSULTASI
Selasa, 22 September 2020 | 11:00 WIB
KONSULTASI
Selasa, 15 September 2020 | 13:45 WIB
KONSULTASI
Selasa, 15 September 2020 | 10:28 WIB
KONSULTASI
Reportase

Satgas PEN Kejar Target Salurkan Rp100 Triliun hingga 30 September

A+
A-
0
A+
A-
0
Satgas PEN Kejar Target Salurkan Rp100 Triliun hingga 30 September

Ketua Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Youtube Kemenko Perekonomian)

JAKARTA, DDTCNews - Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional (Satgas PEN) menargetkan penyaluran stimulus ekonomi hingga 30 September 2020 mencapai Rp100 triliun.

Ketua Satgas PEN Budi Gunadi Sadikin mengatakan penyaluran stimulus oleh satgas sejak terbentuk 7 pekan lalu baru Rp87,5 triliun. Satgasnya sendiri bertanggung jawab pada 4 dari 6 total sektor dalam stimulus kesehatan dan ekonomi nasional.

Ke-4 sektor itu adalah perlindungan sosial, dukungan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), dukungan sektoral kementerian/lembaga dan pemda, serta pembiayaan korporasi. Namun penyaluran stimulus oleh satgas sejak terbentuk 7 pekan lalu baru Rp87,5 triliun.

Baca Juga: Satgas PEN akan Realokasi Pagu BLT dan Subsidi Bunga

"Kami akan berusaha keras agar dari Rp87,5 triliun yang sudah kami salurkan bisa ditingkatkan menjadi Rp100 triliunan di akhir September ini," katanya dalam konferensi video, Rabu (16/9/2020).

Budi mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan penyaluran stimulus terus digenjot pada sisa bulan ini, agar terjadi multiplier effect pada perekonomian kuartal III/2020.

Presiden menginginkan pertumbuhan ekonomi kuartal ini lebih baik dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang terkontraksi 5,32%.

Baca Juga: Pemerintah akan Beri Bantuan ke 1,8 Juta Guru Honorer

Budi mengilustrasikan dampak stimulus Rp100 triliun tersebut terhadap perekonomian nasional saat ini. Jika produk domestik bruto Indonesia sekitar US$1 triliun atau Rp14,5 kuadriliun, berarti setiap kuartalnya kira-kira Rp3.625 triliun.

Saat kuartal II/2020 lalu ekonomi Indonesia terkontraksi 5,32%, artinya terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi atau produk domesti bruto (PDB) sekitar Rp188 triliun.

Jika pemerintah mampu menyalurkan stimulus Rp100 triliun pada kuartal ini, dampaknya terhadap PDB bisa dihitung melalui perkalian dengan angka fiscal multiplier yang besarnya sekarang 2,1. Dari hitungan tersebut, dampak stimulus Rp100 triliun terhadap PDB sekitar Rp210 triliun.

Baca Juga: Beri Diskon Pajak Hingga 2022, Anggaran Rp350 Triliun Disiapkan

Demi mengejar angka penyaluran stimulus Rp100 triliun itu, Budi akan mengandalkan pencairan program subsidi gaji kepada pekerja dan bantuan presiden (banpres) produktif untuk usaha mikro.

Dia meyakini penyaluran tahap I subsidi gaji dan banpres produktif akan rampung akhir September. Banpres produktif hingga akhir September diperkirakan cair Rp8,6 triliun, sedangkan subsidi gaji tersalurkan Rp8,8 triliun.

"Tetapi memang ada variabel lain yang kami tidak tahu, apakah turunnya lebih dalam atau ada sektor lain yang tidak produktif. Itu di luar perkiraan kami. Tapi kami berharap dalam 3 bulan terakhir kami bisa berikan daya ungkit ekonomi yang cukup besar untuk kuartal III," ujarnya.

Baca Juga: Hanya 398.000 Pegawai Honorer yang Dapat Subsidi Gaji

Secara keseluruhan, realisasi program perlindungan sosial hingga 14 September 2020 tercatat Rp120,36 triliun atau 59,03% dari pagu Rp203,9 triliun, sedangkan dukungan sektoral K/L dan pemda terealisasi Rp25,95 triliun atau 24,46% dari pagu Rp106,06 triliun.

Sementara itu, realisasi program dukungan UMKM tercatat Rp58,67 triliun atau 47,52% dari pagu 123,47 triliun, dan pembiayaan korporasi sama sekali belum tercairkan dari pagu Rp53,6 triliun. (Bsi)

Baca Juga: Target Penerima Banpres Produktif Naik Jadi 15 Juta Usaha Mikro
Topik : satgas PEN, stimulus ekonomi, stimulus UMKKM, banpres, budi gunadi sadikin
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Rizki Zakariya

Kamis, 17 September 2020 | 12:12 WIB
#MariBicara selain fokus pad penyerapan anggaran tidak kalah penting adalah kebermanfaatan dan ketepatan penyaluran alokasi dana PEN tersebut. Sehingga berdampak konkret pada pemulihan ekonomi oleh kelompok sasaran yang membutuhkan.
1
artikel terkait
Selasa, 24 Maret 2020 | 13:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Senin, 23 Maret 2020 | 16:30 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Kamis, 19 Maret 2020 | 11:30 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Selasa, 17 Maret 2020 | 16:45 WIB
SELANDIA BARU
berita pilihan
Kamis, 24 September 2020 | 18:31 WIB
RUU CIPTA KERJA
Kamis, 24 September 2020 | 17:21 WIB
PERPAJAKAN INDONESIA
Kamis, 24 September 2020 | 17:11 WIB
INPRES 8/2020
Kamis, 24 September 2020 | 17:06 WIB
KEBIJAKAN FISKAL
Kamis, 24 September 2020 | 16:49 WIB
PERPRES 94/2020
Kamis, 24 September 2020 | 16:15 WIB
EKOSISTEM LOGISTIK NASIONAL
Kamis, 24 September 2020 | 16:12 WIB
PENELITIAN PERPAJAKAN
Kamis, 24 September 2020 | 15:56 WIB
KERJA SAMA PERPAJAKAN
Kamis, 24 September 2020 | 15:54 WIB
SWISS
Kamis, 24 September 2020 | 15:25 WIB
ADMINISTRASI PAJAK