Fokus
Data & Alat
Selasa, 24 Mei 2022 | 20:00 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 18 Mei 2022 | 08:43 WIB
KURS PAJAK 18 MEI - 24 MEI 2022
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 11 MEI - 17 MEI 2022
Reportase
Perpajakan ID

Perluas Advanced Pricing Agreement, Otoritas Ajak Wajib Pajak Diskusi

A+
A-
0
A+
A-
0
Perluas Advanced Pricing Agreement, Otoritas Ajak Wajib Pajak Diskusi

Ilustrasi.

CANBERRA, DDTCNews – Otoritas pajak Australia, Australian Taxation Office (ATO) berencana untuk meningkatkan implementasi program advanced pricing agreement (APA) dengan menjaring masukan dari stakeholders. Hal ini dilakukan untuk memastikan APA berjalan secara efektif dan sejalan dengan rencana jangka panjang ATO.

Dalam keterangan resminya, ATO bakal meninjau kembali kinerja program APA pada awal 2022. Fokus utamanya, mengevaluasi apakah APA masih mengakomodir kebutuhan wajib pajak dan memberikan kepastian hukum atas penyelesaian sengketa transfer pricing.

“Kami sudah memudahkan aturan APA untuk permintaan dari pasar kelas menengah dan berkembang. Pada tahap tersebut APA dilaksanakan dengan intensitas lebih longgar,” ujar ATO, dalam Tax Notes International, dikutip Selasa (18/1/2022).

Baca Juga: IMF Komentari Sistem Pajak di Portugal, Ada Apa?

Saat ini, ATO tengah mempertimbangkan agar proses APA dapat berjalan menyesuaikan dengan risiko masing-masing wajib pajak. Selain itu, proses bisnis APA akan disesuaikan dengan indikator perilaku wajib pajak.

Rencananya konsultasi terkait program APA akan pemerintah dengan melibatkan masukan dari wajib pajak badan dan para penasihat lainnya. Kedua narasumber ini akan memberikan pandangan sebagai pelaku bisnis.

ATO berharap hasil diskusi dapat memberi perspektif mengenai program APA dan mengapa wajib pajak tertarik pada APA. Selain itu, ATO juga berharap adanya umpan balik mengenai pengaturan dan transaksi ideal seperti apa yang harus ditangani APA.

Baca Juga: Istana Serahkan Keputusan Pengenaan Pajak Baru Kepada Marcos

Sejauh ini, otoritas pajak Australia menawarkan 3 cara dalam menjalankan APA. Ketiganya antara lain melalui bilateral, multilateral, dan unilateral. Adapun APA dapat berlaku dari 3 sampai 5 tahun.

Dari laporan ATO hingga 30 Juni 2021, telah ada 101 APA yang saat ini aktif untuk periode 2020-2021. Selama periode tersebut, sudah ada 7 APA bilateral dan 6 APA unilateral yang terselesaikan. (sap)

Baca Juga: Tarik Investor, Negara Ini Bebaskan PPN Transaksi Kripto Hingga 2023
Topik : pajak internasional, transfer pricing, advanced pricing agreement, ATO, Australia

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

berita pilihan

Sabtu, 28 Mei 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Kode Objek Pajak dan Tarif PPh Final Jasa Konstruksi

Sabtu, 28 Mei 2022 | 10:00 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Wah! 10 Kanwil DJP Catatkan Penerimaan Pajak di Atas Capaian Nasional

Sabtu, 28 Mei 2022 | 09:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Demi Hal Ini, Pemerintah Perlu Lanjutkan Insentif Pajak Tahun Depan

Sabtu, 28 Mei 2022 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN

DJP Incar WP Pakai Data Rekening dan Poin Ketentuan Baru Faktur Pajak

Sabtu, 28 Mei 2022 | 07:30 WIB
PORTUGAL

IMF Komentari Sistem Pajak di Portugal, Ada Apa?

Sabtu, 28 Mei 2022 | 07:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Cerita Gisel Dapat Surat Cinta dari Ditjen Pajak dan Rencana Ikut PPS

Sabtu, 28 Mei 2022 | 06:30 WIB
PENERIMAAN BEA CUKAI

Ekspor Sempat Dilarang, Penerimaan Bea Keluar CPO Tetap Bisa Tumbuh 3%

Jum'at, 27 Mei 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Tanda Pengenal Wajib Pajak Pakai NIK, NPWP Bakal Dihapus Bertahap

Jum'at, 27 Mei 2022 | 17:54 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa PPN Perbedaan Waktu Pengakuan Transaksi Pembelian