Fokus
Data & Alat
Rabu, 23 Juni 2021 | 10:02 WIB
KURS PAJAK 23 JUNI 2021-29 JUNI 2021
Senin, 21 Juni 2021 | 11:15 WIB
STATISTIK TARIF PAJAK
Kamis, 17 Juni 2021 | 18:50 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Rabu, 16 Juni 2021 | 08:55 WIB
KURS PAJAK 16 JUNI 2021-22 JUNI 2021
Reportase
Perpajakan.id

Pemulihan Ekonomi, Pemerintah Tidak Bakal Ubah Tarif Pajak

A+
A-
2
A+
A-
2
Pemulihan Ekonomi, Pemerintah Tidak Bakal Ubah Tarif Pajak

Menteri Urusan Ekonomi dan Energi Jerman Peter Altmaier. (foto: Bundesregierung/Kugler)  

BERLIN, DDTCNews – Pemerintah Jerman memberikan sinyal untuk tidak memobilisasi penerimaan pajak selama pandemi virus Corona atau Covid-19 untuk menjamin stabilitas kebijakan fiskal.

Menteri Urusan Ekonomi dan Energi Jerman Peter Altmaier mengingatkan otoritas fiskal untuk tidak menggenjot mobilisasi penerimaan pajak selama pandemi. Menurutnya, stabilitas kebijakan pajak menjadi modal pemerintah untuk melakukan pemulihan ekonomi.

"Jerman telah memperoleh keuntungan dengan menerapkan rezim pajak yang stabil dalam 7 tahun terakhir. Cara ini akan tetap terus dilanjutkan pemerintah," katanya, dikutip Senin (12/10/2020).

Baca Juga: Masih Terdampak Pandemi, Pengusaha Waralaba Minta Relaksasi Pajak

Selama pandemi, Altmaier menilai pemerintah telah menggulirkan beragam kebijakan insentif bagi pelaku usaha dan pekerja. Dia menerangkan kebijakan insentif berlaku umum dan mencakup seluruh segmen usaha dan level penghasilan.

Misal, sambungnya, memberikan pengurangan beban pajak untuk beberapa sektor usaha dan insentif bagi pekerja terampil dengan pendapatan tinggi. Menurutnya, pemerintah saat ini sudah memberikan ruang luas pemanfaatkan relaksasi fiskal kepada sektor ekonomi.

Oleh karena itu, sudah menjadi risiko kinerja penerimaan terjun bebas pada tahun ini. Data otoritas fiskal menunjukan realisasi penerimaan pajak federal pada akhir Agustus 2020 turun 12,2% dari periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Dorong Penyederhanaan Administrasi Pajak, UMKM Bakal Dimintai Masukan

"Covid-19 menimbulkan konsekuensi dengan banyak bantuan terkait perpajakan dalam menghadapi krisis telah menyebabkan penurunan tajam dalam penerimaan pajak dibanding periode sama pada 2019," tutur Altmaier.

Dia menyatakan fokus utama saat ini adalah mengendalikan pandemi. Menurutnya, kegiatan ekonomi yang mulai dibuka secara bertahap diharapkan dapat terus meningkat dengan tetap berhati-hati dengan risiko lonjakan kasus positif Covid-19 yang baru.

"Jadi tidak boleh ada penutupan [kegiatan ekonomi] jilid kedua untuk kegiatan industri," ujarnya seperti dilansir Tax Notes International. (rig)

Baca Juga: Ternyata Threshold PKP di Indonesia Sangat Tinggi, Ini Kata Periset

Topik : jerman, pemulihan ekonomi, kebijakan pajak, tarif pajak, pandemi corona, pajak internasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Senin, 21 Juni 2021 | 17:09 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Senin, 21 Juni 2021 | 16:30 WIB
WALES
Senin, 21 Juni 2021 | 14:50 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
berita pilihan
Kamis, 24 Juni 2021 | 19:09 WIB
REVISI UU KUP
Kamis, 24 Juni 2021 | 19:00 WIB
PENEGAKAN HUKUM
Kamis, 24 Juni 2021 | 18:35 WIB
SPANYOL
Kamis, 24 Juni 2021 | 18:30 WIB
KABUPATEN CIAMIS
Kamis, 24 Juni 2021 | 18:20 WIB
KABUPATEN MEMPAWAH
Kamis, 24 Juni 2021 | 18:05 WIB
KABUPATEN SANGGAU
Kamis, 24 Juni 2021 | 18:00 WIB
AUDIT KEUANGAN NEGARA
Kamis, 24 Juni 2021 | 17:43 WIB
LKPP 2020
Kamis, 24 Juni 2021 | 17:04 WIB
PELAYANAN PAJAK
Kamis, 24 Juni 2021 | 17:00 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA