Fokus
Literasi
Senin, 08 Agustus 2022 | 18:30 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 05 Agustus 2022 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 05 Agustus 2022 | 12:00 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 03 Agustus 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 03 Agustus 2022 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 3 AGUSTUS - 9 AGUSTUS 2022
Senin, 01 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KMK 39/2022
Rabu, 27 Juli 2022 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 27 JULI - 2 AGUSTUS 2022
Kamis, 21 Juli 2022 | 12:30 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK
Reportase

Pakai Dompet Elektronik Bisa Kena PPN, Bagaimana Ketentuannya?

A+
A-
9
A+
A-
9
Pakai Dompet Elektronik Bisa Kena PPN, Bagaimana Ketentuannya?

Pertanyaan:
PERKENALKAN saya Linda, salah satu profesional pada bidang penyediaan layanan dompet elektronik (e-wallet). Sebagai informasi, dompet elektronik tersebut dapat digunakan sebagai alat pembayaran. Pertanyaan saya, apakah terdapat PPN yang harus dipungut dalam penyediaan layanan ini?

Jawaban:
TERIMA kasih Ibu Linda atas pertanyaannya. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita dapat mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 69 Tahun 2022 (PMK 69/2022).

Dalam Pasal 1 PMK 69/2022 tersebut, dompet elektronik didefinisikan sebagai berikut:

Dompet Elektronik (Electronic Wallet) adalah penyediaan layanan elektronik untuk menyimpan data instrumen pembayaran yang dapat berupa Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu dan/atau Uang Elektronik, yang dapat menampung dana, untuk melakukan pembayaran.

Lebih lanjut, dapat kita pahami pada Pasal 6 ayat (3) PMK 69/2022, dompet elektronik termasuk dalam ruang lingkup jasa pembayaran yang dimaksud dalam aturan tersebut.

Dengan mengasumsikan bidang layanan Ibu bekerja termasuk dalam definisi dan ruang lingkup di atas, kita dapat mengacu pada Pasal 8 ayat (2) huruf b bahwa layanan dompet elektronik termasuk jasa kena pajak.

Kemudian, jenis kegiatan apa saja yang termasuk dalam definisi layanan dompet elektronik? Ruang lingkup tersebut diatur pada Pasal 7 ayat (2) PMK 69/2022 yang mencakup:

  1. pengisian ulang (top up);
  2. tarik tunai melalui pihak lain yang bekerjasama dengan penyelenggara dompet elektronik atau menggunakan delivery channel pihak lain;
  3. pembayaran transaksi;
  4. pembayaran tagihan;
  5. transfer dana; dan/atau
  6. layanan paylater

Perlu diperhatikan, atas uang yang disetor ke dalam dompet elektronik tersebut tidak dipungut PPN. Hal ini sebagaimana diatur pada Pasal 8 PMK 69/2022 sebagai berikut:

Uang dalam media Uang Elektronik atau Dompet Elektronik, termasuk bonus point, top up point, reward point, dan loyalty point, merupakan barang yang tidak dikenai Pajak Pertambahan Nilai.

Lantas, bagaimana menentukan nilai dasar pengenaan pajak (DPP) dari layanan yang menjadi objek PPN? Penentuan DPP tersebut dapat kita lihat pada Pasal 9 ayat (3) PMK 69/2022 sebagai berikut:

Dasar Pengenaan Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berupa Penggantian yaitu sebesar fee, komisi, merchant discount rate, atau imbalan lainnya dengan nama dan dalam bentuk apapun yang diterima oleh penyelenggara.

Dengan demikian, DPP PPN ditentukan dari pembayaran konsumen atau pengguna dompet elektronik yang diterima oleh perusahaan penyedia layanan dompet elektronik tersebut.

Demikian jawaban yang dapat disampaikan. Semoga dapat bermanfaat.

Sebagai informasi, artikel Konsultasi UU HPP akan hadir setiap Selasa guna menjawab pertanyaan terkait UU HPP beserta peraturan turunannya yang diajukan ke email [email protected]. Bagi Anda yang ingin mengajukan pertanyaan, silakan langsung mengirimkannya ke alamat email tersebut.

(Disclaimer)
Topik : Konsultasi UU HPP, DDTC Fiscal Research & Advisory, konsultasi pajak, pajak, PPN, UU HPP, e-wallet

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

Muhammad 280494

Selasa, 28 Juni 2022 | 11:24 WIB
thank you atas infonya,
1

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 08 Agustus 2022 | 17:30 WIB
KPP PRATAMA LAMONGAN

Petugas KPP Datangi Desa Gelap, Jaring Data Calon Wajib Pajak Baru

Senin, 08 Agustus 2022 | 17:21 WIB
PER-30/PJ/2009

Hibah Bapak ke Anak Kandung Bukan Objek PPh, tapi Perlu Permohonan SKB

Senin, 08 Agustus 2022 | 17:00 WIB
PER-03/PJ/2022

Ingat! NIK Pembeli Sudah Bisa Dicantumkan dalam Faktur Pajak

Senin, 08 Agustus 2022 | 16:37 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Pindah Alamat di KPP yang Berbeda? Wajib Pajak Perlu Tahu Ini

berita pilihan

Selasa, 09 Agustus 2022 | 19:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

BKF Proyeksi Inflasi Masih Akan Tinggi pada 1-2 Bulan ke Depan

Selasa, 09 Agustus 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Sri Mulyani Ungkap Tantangan Kemenkeu Kelola APBN Ketika Pandemi

Selasa, 09 Agustus 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Catat! DJP Punya Satgas Khusus untuk Bina dan Awasi Kepatuhan UMKM

Selasa, 09 Agustus 2022 | 17:45 WIB
KEBIJAKAN PERDAGANGAN

Tak Sesuai Standar, Kemendag Amankan Produk Baja Impor Rp41,6 Miliar

Selasa, 09 Agustus 2022 | 17:30 WIB
AMERIKA SERIKAT

Awasi Orang Kaya, Otoritas Pajak Ini Dapat Tambahan Anggaran Rp1.181 T

Selasa, 09 Agustus 2022 | 17:00 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Suami Meninggal, Bagaimana NPWP & Tunggakan Pajaknya? Begini Kata DJP

Selasa, 09 Agustus 2022 | 16:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Sri Mulyani Ingin Isu Pajak Masuk dalam Pendidikan Kewarganegaraan

Selasa, 09 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KABUPATEN BLORA

Tunggakan Pajak Motor Daerah Ini Tembus Rp12 M, Mayoritas karena Lupa

Selasa, 09 Agustus 2022 | 15:30 WIB
PER-03/PJ/2022

Faktur Pajak Dinyatakan Terlambat Dibuat, Begini Konsekuensinya

Selasa, 09 Agustus 2022 | 15:11 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Pengumuman! 3 Aplikasi DJP Tidak Bisa Diakses Sementara Sore Ini