Fokus
Literasi
Senin, 08 Agustus 2022 | 18:30 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 05 Agustus 2022 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 05 Agustus 2022 | 12:00 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 03 Agustus 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 03 Agustus 2022 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 3 AGUSTUS - 9 AGUSTUS 2022
Senin, 01 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KMK 39/2022
Rabu, 27 Juli 2022 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 27 JULI - 2 AGUSTUS 2022
Kamis, 21 Juli 2022 | 12:30 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK
Reportase

Modus Baru Peredaran Rokok Ilegal Terus Bermunculan, Begini Sikap DJBC

A+
A-
0
A+
A-
0
Modus Baru Peredaran Rokok Ilegal Terus Bermunculan, Begini Sikap DJBC

Ilustrasi. Petugas gabungan menggeledah susunan rokok yang dijual di Pasar Simo, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (19/8/2021). ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc.

JAKARTA, DDTCNews - Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) menyebut berbagai modus baru peredaran rokok ilegal terus bermunculan. Modus baru tersebut terungkap ketika petugas menjalankan operasi gempur rokok ilegal.

Kepala Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi DJBC Tubagus Firman Hermansjah mengatakan DJBC akan terus berupaya menekan peredaran rokok ilegal yang diwujudkan dengan melakukan penindakan.

"Modus yang makin berkembang mengharuskan petugas Bea Cukai untuk dapat bergerak cepat dalam menggagalkan peredaran rokok ilegal," katanya dalam keterangan tertulis, dikutip pada Minggu (12/9/2021).

Baca Juga: BKF Proyeksi Inflasi Masih Akan Tinggi pada 1-2 Bulan ke Depan

Firman mencontohkan modus-modus baru peredaran rokok ilegal yang telah diungkap petugas DJBC. Misal, penyelundupan rokok ilegal menggunakan mobil box bersegel plastic seal dan ditaburi bubuk kopi untuk mengurangi aroma tembakau.

Modus tersebut ditemukan petugas Kanwil Bea Cukai Sumatera Bagian Barat. Berawal dari informasi masyarakat, petugas gabungan kemudian bergerak menuju Pelabuhan Bakauheni dan menemukan 30.000 batang rokok ilegal senilai Rp30,4 juta.

Pada saat yang bersamaan, petugas juga menemukan sebuah mobil box yang dilapisi plastic seal. Saat dibuka, mobil tersebut ternyata memuat 1,84 juta batang rokok ilegal yang ditaburi kopi bubuk senilai Rp1,8 miliar.

Baca Juga: Sri Mulyani Ungkap Tantangan Kemenkeu Kelola APBN Ketika Pandemi

Dari kedua penindakan tersebut, petugas telah menyita 1,87 juta batang rokok ilegal dengan potensi kerugian negara mencapai Rp1,23 miliar.

Petugas Bea Cukai Kudus juga menemukan modus peredaran rokok ilegal melalui e-commerce. Bermula dari pemantauan dan analisis penawaran rokok ilegal di e-commerce, petugas menemukan paket berisi rokok ilegal yang sedang didaftarkan pada jasa pengiriman barang.

Petugas kemudian melanjutkan operasi hingga tiba pada lokasi penimbunan rokok ilegal di Kabupaten Jepara. Barang bukti yang disita berupa 183.640 batang rokok ilegal dengan perkiraan nilai barang Rp138,35 juta dan potensi kerugian negara mencapai Rp90,9 juta.

Baca Juga: Awasi Orang Kaya, Otoritas Pajak Ini Dapat Tambahan Anggaran Rp1.181 T

"Total diperoleh barang bukti sebanyak 183.640 batang rokok ilegal dengan total perkiraan nilai barang senilai Rp138,35 juta dan potensi kerugian negara mencapai Rp90,9 juta," ujar Firman.

Tambahan informasi, DJBC telah memulai operasi Gempur Rokok Ilegal untuk mengoptimalkan penindakan pada 16 Agustus lalu. Operasi tersebut menjadi bagian dari upaya menekan peredaran rokok ilegal hingga di bawah 3%. (rig)

Baca Juga: Faktur Pajak Dinyatakan Terlambat Dibuat, Begini Konsekuensinya
Topik : rokok ilegal, ditjen bea dan cukai DJBC, penindakan, penegakan hukum, nasional

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Minggu, 07 Agustus 2022 | 11:00 WIB
KOREA SELATAN

Pacu Industri Cip, Korea Selatan Makin Jorjoran Beri Insentif Pajak

Minggu, 07 Agustus 2022 | 10:30 WIB
KEBIJAKAN FISKAL

Pengusaha Minta Bea Masuk Bahan Baku Manufaktur Dihapus, Ini Sebabnya

Minggu, 07 Agustus 2022 | 10:00 WIB
AUSTRALIA

Cukai Miras Dinaikkan, Asosiasi Ini Sebut Industri Makin Kesusahan

berita pilihan

Selasa, 09 Agustus 2022 | 19:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

BKF Proyeksi Inflasi Masih Akan Tinggi pada 1-2 Bulan ke Depan

Selasa, 09 Agustus 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Sri Mulyani Ungkap Tantangan Kemenkeu Kelola APBN Ketika Pandemi

Selasa, 09 Agustus 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Catat! DJP Punya Satgas Khusus untuk Bina dan Awasi Kepatuhan UMKM

Selasa, 09 Agustus 2022 | 17:45 WIB
KEBIJAKAN PERDAGANGAN

Tak Sesuai Standar, Kemendag Amankan Produk Baja Impor Rp41,6 Miliar

Selasa, 09 Agustus 2022 | 17:30 WIB
AMERIKA SERIKAT

Awasi Orang Kaya, Otoritas Pajak Ini Dapat Tambahan Anggaran Rp1.181 T

Selasa, 09 Agustus 2022 | 17:00 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Suami Meninggal, Bagaimana NPWP & Tunggakan Pajaknya? Begini Kata DJP

Selasa, 09 Agustus 2022 | 16:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Sri Mulyani Ingin Isu Pajak Masuk dalam Pendidikan Kewarganegaraan

Selasa, 09 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KABUPATEN BLORA

Tunggakan Pajak Motor Daerah Ini Tembus Rp12 M, Mayoritas karena Lupa

Selasa, 09 Agustus 2022 | 15:30 WIB
PER-03/PJ/2022

Faktur Pajak Dinyatakan Terlambat Dibuat, Begini Konsekuensinya

Selasa, 09 Agustus 2022 | 15:11 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Pengumuman! 3 Aplikasi DJP Tidak Bisa Diakses Sementara Sore Ini