Berita
Senin, 30 November 2020 | 11:00 WIB
LOMBA GRAFITAX DDTCNEWS 2020
Senin, 30 November 2020 | 09:28 WIB
INSENTIF PAJAK
Senin, 30 November 2020 | 08:45 WIB
PERPRES 112/2020
Senin, 30 November 2020 | 08:12 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Review
Minggu, 29 November 2020 | 09:01 WIB
SEKJEN ASOSIASI PERTEKSTILAN INDONESIA RIZAL TANZIL RAKHMAN:
Rabu, 25 November 2020 | 15:33 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 18 November 2020 | 16:01 WIB
KONSULTASI PAJAK
Minggu, 15 November 2020 | 08:01 WIB
KEPALA KANTOR BEA CUKAI SOEKARNO-HATTA FINARI MANAN:
Fokus
Data & alat
Jum'at, 27 November 2020 | 17:22 WIB
STATISTIK WITHHOLDING TAX
Rabu, 25 November 2020 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2020
Rabu, 18 November 2020 | 09:35 WIB
KURS PAJAK 18 NOVEMBER - 24 NOVEMBER 2020
Sabtu, 14 November 2020 | 13:05 WIB
STATISTIK PAJAK PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Komunitas
Senin, 30 November 2020 | 10:29 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Minggu, 29 November 2020 | 11:30 WIB
AGENDA KEPABEANAN
Minggu, 29 November 2020 | 10:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Sabtu, 28 November 2020 | 15:14 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Reportase
Glosarium

Menunggu Main Golf

A+
A-
0
A+
A-
0
Menunggu Main Golf

SUATU siang seusai pesta pernikahan seorang kenalan yang membosankan, tiga orang sahabat lama memutuskan kabur bermain golf. Orang pertama adalah seorang rabbi yahudi, yang kedua seorang psikolog, dan yang ketiga seorang fiskus.

Di lapangan golf, mereka mulai main sambil ketawa-ketawa. Tak dinyana, sang rabbi sangat jago. Tak sampai sejam, mereka sudah sampai di lubang 8. Sayang, permainan tak bisa berlanjut, karena di lubang 9 masih ada sepasang suami istri yang bermain sangat lamban.

Selama berjam-jam, sepasang suami-istri itu mondar mandir memukul bola, yang tak kunjung masuk lubang. Sambil menggerutu, ketiga orang sahabat itu pun akhirnya duduk-duduk menunggu.

Baca Juga: Ujian Terakhir

Tak tahan menunggu, mereka mulai protes. “Oh Tuhan, semoga mereka ikut kursus golf dulu sebelum main,” kata sang rabbi. “Sumpah, memang ada orang yang ingin main golf dengan sangat lamban,” teriak si psikolog.

Akhirnya, mereka menemui caddy dan meminta ikut bermain bersama di lubang 9. Permintaan itu dipenuhi. Namun, kata si caddy, sepasang suami istri itu orang buta. Mereka mantan pemadam kebakaran yang kehilangan penglihatannya saat menyelamatkan orang.

“Itulah sebabnya mereka bermain sangat lamban. Makanya Pak, kalau protes ngomongnya jangan kenceng-kenceng. Mereka dengar tuh. Mereka itu pelanggan tetap di sini yang datang tiap hari,” kata si caddy kalem.

Baca Juga: Kembali ke Kantor

Malu dengan penjelasan si caddy, sang rabbi pun terdiam. Kepalanya langsung menengadah dengan mata terpejam. “Di sinilah aku, hamba-Mu yang menyumpah kelambanan permainan golf sepasang suami-istri buta,” kata sang rabbi menyesali perbuatannya

Begitu pula si psikolog. “Inilah aku, yang dilatih membantu orang menyelesaikan masalah mereka tapi malah mengeluh kelambanan permainan golf sepasang orang buta,” katanya sambil menutup muka dengan kedua tangannya.

Sang fiskus tiba-tiba menggamit lengan si caddy, mengajaknya menyingkir beberapa tindak, lalu berbisik, “Denger, ya, besok kita masih mau main di sini. Bisa kau atur kan supaya suami-istri itu mainnya malam hari?” (Bsi)

Baca Juga: Bila Akuntan Bertemu Jin Lampu

Topik : anekdot pajak, humor pajak, humor pajak
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 01 Desember 2016 | 14:55 WIB
ANEKDOT PAJAK
Rabu, 02 November 2016 | 21:05 WIB
ANEKDOT PAJAK
Rabu, 19 Oktober 2016 | 15:01 WIB
ANEKDOT PAJAK
Kamis, 29 September 2016 | 17:12 WIB
ANEKDOT AKUNTAN
berita pilihan
Senin, 30 November 2020 | 10:29 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Senin, 30 November 2020 | 09:56 WIB
BEA METERAI (4)
Senin, 30 November 2020 | 09:28 WIB
INSENTIF PAJAK
Senin, 30 November 2020 | 08:45 WIB
PERPRES 112/2020
Senin, 30 November 2020 | 08:12 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Minggu, 29 November 2020 | 16:01 WIB
KOTA JAMBI
Minggu, 29 November 2020 | 15:01 WIB
CHINA
Minggu, 29 November 2020 | 13:30 WIB
KEBIJAKAN PERPAJAKAN
Minggu, 29 November 2020 | 13:01 WIB
PROVINSI KALIMANTAN UTARA
Minggu, 29 November 2020 | 12:01 WIB
INFORMASI PUBLIK