Berita
Minggu, 29 November 2020 | 16:01 WIB
KOTA JAMBI
Minggu, 29 November 2020 | 15:01 WIB
CHINA
Minggu, 29 November 2020 | 14:00 WIB
LOMBA GRAFITAX DDTCNEWS 2020
Minggu, 29 November 2020 | 13:30 WIB
KEBIJAKAN PERPAJAKAN
Review
Minggu, 29 November 2020 | 09:01 WIB
SEKJEN ASOSIASI PERTEKSTILAN INDONESIA RIZAL TANZIL RAKHMAN:
Rabu, 25 November 2020 | 15:33 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 18 November 2020 | 16:01 WIB
KONSULTASI PAJAK
Minggu, 15 November 2020 | 08:01 WIB
KEPALA KANTOR BEA CUKAI SOEKARNO-HATTA FINARI MANAN:
Fokus
Literasi
Jum'at, 27 November 2020 | 19:34 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 27 November 2020 | 16:30 WIB
TIPS PAJAK
Kamis, 26 November 2020 | 16:36 WIB
PROFIL PERPAJAKAN GRENADA
Kamis, 26 November 2020 | 13:48 WIB
BEA METERAI (3)
Data & alat
Jum'at, 27 November 2020 | 17:22 WIB
STATISTIK WITHHOLDING TAX
Rabu, 25 November 2020 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2020
Rabu, 18 November 2020 | 09:35 WIB
KURS PAJAK 18 NOVEMBER - 24 NOVEMBER 2020
Sabtu, 14 November 2020 | 13:05 WIB
STATISTIK PAJAK PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Komunitas
Minggu, 29 November 2020 | 11:30 WIB
AGENDA KEPABEANAN
Minggu, 29 November 2020 | 10:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Sabtu, 28 November 2020 | 15:14 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Sabtu, 28 November 2020 | 14:15 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Reportase
Glosarium

Meninjau Data Terkini Pajak Perdagangan Internasional

A+
A-
3
A+
A-
3
Meninjau Data Terkini Pajak Perdagangan Internasional

KEGIATAN perdagangan internasional tidak lepas dari ekspor dan impor barang yang dikenakan tarif oleh pemerintah. Secara umum, pajak perdagangan internasional adalah semua penerimaan negara yang berasal dari pendapatan bea masuk (pajak impor) dan pendapatan bea keluar (pajak ekspor).

Merujuk pada UU 17/2006 tentang Kepabeanan, bea masuk adalah pungutan negara berdasarkan pada UU yang dikenakan terhadap barang yang diimpor atau barang yang masuk ke dalam daerah pabean. Sebaliknya, barang yang ke luar daerah pabean akan dikenakan bea keluar.

Adapun besaran tarifnya ditentukan berdasarkan jenis barang yang diimpor ataupun yang diekspor. Sebagai contoh, barang kebutuhan pokok strategis seperti gula dan beras akan dikenakan tarif yang lebih rendah dibandingkan dengan bahan setengah jadi atau barang-barang yang sudah tercukupi produksi dalam negerinya.

Baca Juga: Di Negara Ini Wine Australia Kena Bea Masuk Tambahan Hingga 200%

Menurut data Kementerian Keuangan, pertumbuhan realisasi bea masuk pada kuartal III/2020 terkontraksi hingga 9,59% apabila dibandingkan dengan capaian periode yang sama tahun lalu. Adapun realisasi bea keluar terkontraksi hingga 2,11%.

Tabel berikut memperlihatkan perkembangan pajak perdagangan internasional sejak 2016 hingga target pemerintah pada 2021.


Baca Juga: ‘Paling Penting Itu Proteksi Pasar Dalam Negeri’

Apabila mengacu pada informasi di atas, pemerintah tengah memasang target-target yang dirasa cukup realistis untuk mengantisipasi dampak pandemi Covid-19. Realisasi penerimaan bea keluar pada tahun-tahun sebelum terjadinya pandemi menunjukkan tren perkembangan yang cukup baik.

Namun, wabah pandemi yang terjadi memaksa pemerintah untuk menurunkan target cukup drastis melalui Perpres 72/2020, yakni dari senilai Rp2,6 triliun menjadi hanya senilai Rp1,7 triliun. Sementara itu, target untuk 2021 hanya dipatok senilai Rp1,8 triliun.

Di sisi lain, pemerintah juga menurunkan target 2020 untuk bea masuk menjadi hanya senilai Rp31,8 triliun. Padahal, realisasi penerimaan bea masuk pada tahun sebelumnya mencapai Rp37,5 triliun.

Baca Juga: Meninjau Tarif WHT Bunga di Negara-Negara Asia

Terlepas dari adanya pandemi, secara keseluruhan, pertumbuhan pajak perdagangan internasional memang sudah terkontraksi sejak 2019, yakni mencapai 10,5%.

Oleh karena itu, di samping memperhitungkan dampak pandemi terhadap kinerja pajak perdagangan international, pemerintah juga perlu untuk mengevaluasi penurunan kinerja tersebut pada 2019.

Dengan demikian, strategi-strategi menyangkut optimalisasi pajak perdagangan internasional yang akan dijalankan ke depan tidak hanya sebatas langkah antisipasi dampak pandemi, tetapi juga faktor-faktor eksternal lain yang dapat memengaruhi kinerja pertumbuhan.*

Baca Juga: DJBC Beri Fasilitas KITE dan KB untuk Dua Perusahaan Ini

Topik : narasi data, pajak perdagangan internasional, bea masuk, bea keluar
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Minggu, 11 Oktober 2020 | 13:00 WIB
THAILAND
Jum'at, 09 Oktober 2020 | 17:53 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Rabu, 07 Oktober 2020 | 14:57 WIB
STATISTIK PENANGANAN COVID-19
Selasa, 06 Oktober 2020 | 17:57 WIB
DDTC NEWSLETTER
berita pilihan
Minggu, 29 November 2020 | 16:01 WIB
KOTA JAMBI
Minggu, 29 November 2020 | 15:01 WIB
CHINA
Minggu, 29 November 2020 | 13:30 WIB
KEBIJAKAN PERPAJAKAN
Minggu, 29 November 2020 | 13:01 WIB
PROVINSI KALIMANTAN UTARA
Minggu, 29 November 2020 | 12:01 WIB
INFORMASI PUBLIK
Minggu, 29 November 2020 | 11:30 WIB
AGENDA KEPABEANAN
Minggu, 29 November 2020 | 10:55 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Minggu, 29 November 2020 | 10:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Minggu, 29 November 2020 | 10:00 WIB
PODTAX
Minggu, 29 November 2020 | 09:01 WIB
SEKJEN ASOSIASI PERTEKSTILAN INDONESIA RIZAL TANZIL RAKHMAN: