Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Memeriksa Penjudi

0
0

Ilustrasi

DITJEN Pajak Inggris memutuskan untuk memeriksa seorang kakek yang kaya raya. Mereka lantas memanggilnya ke Kantor Pusat Her Majesty's Revenue and Customs (HMRC), di Parliament Street, London, untuk menjalani pemeriksaan. Kakek itu datang bersama konsultannya.

“Tuan,” kata fiskus yang memeriksanya, “Anda memiliki gaya hidup sangat mewah dan tidak memiliki pekerjaan penuh waktu, dan itu sudah Anda jelaskan dengan mengatakan bahwa Anda menang banyak judi. Saya tidak yakin HMRC bisa memercayai itu.”

“Saya seorang penjudi yang hebat, dan saya bisa membuktikannya,” jawab si Kakek. “Bagaimana jika saya sedikit demo?”

Baca Juga: Pangling

Fiskus berpikir sejenak. “Oke. Lanjutkan,” katanya.

“Aku akan bertaruh £1.000 bahwa aku bisa menggigit mataku sendiri.”

Fiskus berpikir sebentar. “Ini taruhan,” sahutnya.

Baca Juga: Kisah Dulbahar, Dulmaton, dan Dulkenyot

Si kakek kemudian mencopot satu mata palsunya, dan menggigitnya dengan tenang. Rahang si fiskus terlihat turun.

“Sekarang, aku akan bertaruh £2.000 bahwa aku bisa menggigit satu mataku yang lain,” kata si kakek.

Setelah memastikan bahwa kali ini satu mata si kakek benar-benar mata asli, sang fiskus pun setuju. Segera setelah itu, si kakek mencabut gigi palsunya dan menggigitkan ke satu matanya yang asli.

Baca Juga: Obat Tidak Manjur

Fiskus itu sangat terkejut. Ia menyadari bahwa ia telah kehilangan £3.000 dalam dua kali pukul, dengan konsultan si Kakek sebagai saksi. Dia mulai gugup.

“Mau dua kali lipat atau tidak sama sekali?” tanya si kakek. "Aku akan bertaruh £6.000 bahwa aku bisa berdiri di satu sisi meja Anda, dan kencing ke keranjang sampah di sisi yang lain, dan tidak pernah meneteskan sedikit air kencing pun di atas meja.”

Sang fiskus, yang sudah dua kali kalah telak, kini mulai ekstra hati-hati. Tapi ia melihat tidak mungkin orang tua ini bisa menjalankan atraksi tersebut. Mejanya toh cukup panjang. Dia akhirnya setuju.

Baca Juga: Tiga Profesi

Si kakek lalu berdiri di samping meja dan membuka ritsleting celananya. Lalu ia mulai buang air. Tapi meski berusaha keras, dia tetap tidak bisa membuat alirannya mencapai keranjang sampah di sisi meja yang lain. Akhirnya, dia membasahi seluruh meja fiskus.

Sang fiskus pun melompat dengan gembira, menyadari bahwa ia baru saja mengubah kerugian besarnya menjadi kemenangan besar, £6.000 sekali pukul!

Tapi konsultan si kakek terlihat mengeluh dan meletakkan tangan di kepalanya.

Baca Juga: Politik, Sapi, dan Demokrasi Indonesia

“Apakah Anda baik-baik saja?” tanya fiskus.

“Tidak juga,” kata si konsultan. “Pagi ini, ketika Kakek memberitahuku bahwa dia dipanggil ke sini, dia bertaruh £25.000 bahwa dia bisa datang ke sini dan kencing di seluruh meja Anda dan Anda akan senang dengan hal itu.” (Bsi)

Baca Juga: Menunggu Main Golf

“Saya seorang penjudi yang hebat, dan saya bisa membuktikannya,” jawab si Kakek. “Bagaimana jika saya sedikit demo?”

Baca Juga: Pangling

Fiskus berpikir sejenak. “Oke. Lanjutkan,” katanya.

“Aku akan bertaruh £1.000 bahwa aku bisa menggigit mataku sendiri.”

Fiskus berpikir sebentar. “Ini taruhan,” sahutnya.

Baca Juga: Kisah Dulbahar, Dulmaton, dan Dulkenyot

Si kakek kemudian mencopot satu mata palsunya, dan menggigitnya dengan tenang. Rahang si fiskus terlihat turun.

“Sekarang, aku akan bertaruh £2.000 bahwa aku bisa menggigit satu mataku yang lain,” kata si kakek.

Setelah memastikan bahwa kali ini satu mata si kakek benar-benar mata asli, sang fiskus pun setuju. Segera setelah itu, si kakek mencabut gigi palsunya dan menggigitkan ke satu matanya yang asli.

Baca Juga: Obat Tidak Manjur

Fiskus itu sangat terkejut. Ia menyadari bahwa ia telah kehilangan £3.000 dalam dua kali pukul, dengan konsultan si Kakek sebagai saksi. Dia mulai gugup.

“Mau dua kali lipat atau tidak sama sekali?” tanya si kakek. "Aku akan bertaruh £6.000 bahwa aku bisa berdiri di satu sisi meja Anda, dan kencing ke keranjang sampah di sisi yang lain, dan tidak pernah meneteskan sedikit air kencing pun di atas meja.”

Sang fiskus, yang sudah dua kali kalah telak, kini mulai ekstra hati-hati. Tapi ia melihat tidak mungkin orang tua ini bisa menjalankan atraksi tersebut. Mejanya toh cukup panjang. Dia akhirnya setuju.

Baca Juga: Tiga Profesi

Si kakek lalu berdiri di samping meja dan membuka ritsleting celananya. Lalu ia mulai buang air. Tapi meski berusaha keras, dia tetap tidak bisa membuat alirannya mencapai keranjang sampah di sisi meja yang lain. Akhirnya, dia membasahi seluruh meja fiskus.

Sang fiskus pun melompat dengan gembira, menyadari bahwa ia baru saja mengubah kerugian besarnya menjadi kemenangan besar, £6.000 sekali pukul!

Tapi konsultan si kakek terlihat mengeluh dan meletakkan tangan di kepalanya.

Baca Juga: Politik, Sapi, dan Demokrasi Indonesia

“Apakah Anda baik-baik saja?” tanya fiskus.

“Tidak juga,” kata si konsultan. “Pagi ini, ketika Kakek memberitahuku bahwa dia dipanggil ke sini, dia bertaruh £25.000 bahwa dia bisa datang ke sini dan kencing di seluruh meja Anda dan Anda akan senang dengan hal itu.” (Bsi)

Baca Juga: Menunggu Main Golf
Topik : anekdot pajak, penjudi, humor pajak
artikel terkait
Senin, 03 April 2017 | 14:08 WIB
KARTUN PAJAK
Sabtu, 11 Juni 2016 | 18:35 WIB
KARTUN PAJAK
Sabtu, 18 Juni 2016 | 13:03 WIB
KARTUN PAJAK
Rabu, 21 Februari 2018 | 17:17 WIB
HUMOR PAJAK
berita pilihan
Senin, 03 April 2017 | 14:08 WIB
KARTUN PAJAK
Jum'at, 12 April 2019 | 16:48 WIB
ANEKDOT PAJAK
Rabu, 21 Februari 2018 | 17:17 WIB
HUMOR PAJAK
Senin, 04 Juni 2018 | 15:50 WIB
ANEKDOT PAJAK
Selasa, 22 Januari 2019 | 16:15 WIB
ANEKDOT PAJAK
Senin, 19 Juni 2017 | 15:34 WIB
ANEKDOT PAJAK
Rabu, 26 Oktober 2016 | 18:33 WIB
ANEKDOT EKONOM
Selasa, 16 Mei 2017 | 14:25 WIB
ANEKDOT PAJAK
Kamis, 01 Desember 2016 | 14:55 WIB
ANEKDOT PAJAK
Rabu, 02 November 2016 | 21:05 WIB
ANEKDOT PAJAK