Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Masuki Era Digitalisasi, 2 Direktorat Baru Ini Bakal Kerek Kinerja DJP

1
1

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

JAKARTA, DDTCNews – Ditjen Pajak (DJP) membentuk dua unit baru untuk mengelola data dan siatem informasi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja otoritas pajak di era digitalisasi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pembentukan Direktorat Data dan Informasi Perpajakan serta Direktorat Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan langkah strategis bagi DJP. Pemisahan tugas dalam pengelolaan data dan sistem informasi diharapkan dapat membuat kerja DJP menjadi lebih efektif.

“Jadi akan melengkapi DJP agar benar-benar kuat dari sisi konten [data] dan kapasitas yang jauh lebih baik untuk meningkatkan kinerja DJP,” katanya di Kantor Pusat DJP, Senin (8/7/2019).

Baca Juga: Ini 7 Rencana Aksi Ditjen Bea Cukai Tertibkan Importir Nakal

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyatakan kedua direktorat baru tersebut akan melaksanakan tugas penting. Dari sisi data misalnya, dibutuhkan pengelolaan yang andal saat DJP mendapat banyak data mulai dari automatic exchange of information (AEoI) hingga data keterbukaan informasi keuangan dari lembaga jasa keuangan di dalam negeri.

Kemudian, terkait sistem informasi juga memainkan peran penting dalam proses reformasi administrasi otoritas pajak. Pembaruan core tax system menjadi salah satu garapan utama dari Direktorat Teknologi Informasi dan Komunikasi.

“Kita sedang bangun database dan pengadaan sistem informasi. Semua sedang dalam proses. Ini mengharuskan adanya suatu jabatan yang dedikasi untuk itu. Konten data harus dianalisis sendiri,” paparnya.

Baca Juga: Sri Mulyani Blokir Importir Tak Patuh Aturan Perpajakan & Tata Niaga

Lebih lanjut, Sri Mulyani menambahkan data dan sistem teknologi informasi merupakan proyek jangka panjang DJP. Tantangan besar di era digital menurutnya harus dijawab dengan kapasitas otoritas pajak yang andal terutama dalam urusan data dan sistem informasi.

“Karena keandalan sistem menjadi sangat penting dan kompatibel dari sisi data. Hal itu membutuhkan suatu sistem yang baik dan dedikasi. Di banyak negara membangun sistem perpajakan memakan waktu yang cukup panjang dan timnya dedikatif,” imbuhnya. (kaw)

Baca Juga: Ini Cerita Menkeu Setelah Bilang Bayar Pajak Harus Semudah Beli Pulsa

“Jadi akan melengkapi DJP agar benar-benar kuat dari sisi konten [data] dan kapasitas yang jauh lebih baik untuk meningkatkan kinerja DJP,” katanya di Kantor Pusat DJP, Senin (8/7/2019).

Baca Juga: Ini 7 Rencana Aksi Ditjen Bea Cukai Tertibkan Importir Nakal

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyatakan kedua direktorat baru tersebut akan melaksanakan tugas penting. Dari sisi data misalnya, dibutuhkan pengelolaan yang andal saat DJP mendapat banyak data mulai dari automatic exchange of information (AEoI) hingga data keterbukaan informasi keuangan dari lembaga jasa keuangan di dalam negeri.

Kemudian, terkait sistem informasi juga memainkan peran penting dalam proses reformasi administrasi otoritas pajak. Pembaruan core tax system menjadi salah satu garapan utama dari Direktorat Teknologi Informasi dan Komunikasi.

“Kita sedang bangun database dan pengadaan sistem informasi. Semua sedang dalam proses. Ini mengharuskan adanya suatu jabatan yang dedikasi untuk itu. Konten data harus dianalisis sendiri,” paparnya.

Baca Juga: Sri Mulyani Blokir Importir Tak Patuh Aturan Perpajakan & Tata Niaga

Lebih lanjut, Sri Mulyani menambahkan data dan sistem teknologi informasi merupakan proyek jangka panjang DJP. Tantangan besar di era digital menurutnya harus dijawab dengan kapasitas otoritas pajak yang andal terutama dalam urusan data dan sistem informasi.

“Karena keandalan sistem menjadi sangat penting dan kompatibel dari sisi data. Hal itu membutuhkan suatu sistem yang baik dan dedikasi. Di banyak negara membangun sistem perpajakan memakan waktu yang cukup panjang dan timnya dedikatif,” imbuhnya. (kaw)

Baca Juga: Ini Cerita Menkeu Setelah Bilang Bayar Pajak Harus Semudah Beli Pulsa
Topik : digitalisasi, data dan informasi, DJP
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Sabtu, 03 November 2018 | 13:40 WIB
WORLDWIDE TAX SYSTEM
Jum'at, 27 September 2019 | 09:54 WIB
WORLD TRANSFER PRICING
Kamis, 22 November 2018 | 16:19 WIB
WORLD TRANSFER PRICING
Jum'at, 25 Agustus 2017 | 12:05 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
berita pilihan
Senin, 08 April 2019 | 11:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 15 Juni 2018 | 18:05 WIB
KREDIT PAJAK
Rabu, 06 Maret 2019 | 11:54 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Kamis, 31 Januari 2019 | 17:33 WIB
INSENTIF FISKAL
Rabu, 13 Maret 2019 | 12:39 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Rabu, 13 Maret 2019 | 11:29 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Rabu, 04 September 2019 | 18:14 WIB
REFORMASI PERPAJAKAN
Selasa, 09 Oktober 2018 | 19:27 WIB
PERTEMUAN TAHUNAN IMF-BANK DUNIA
Kamis, 03 Oktober 2019 | 17:53 WIB
KEBIJAKAN FISKAL
Kamis, 03 Oktober 2019 | 17:03 WIB
TATA KELOLA PERKOTAAN LAYAK HUNI