Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Kesal Korupsi Terus Berlangsung, Masyarakat Tahan Pembayaran Pajak

A+
A-
2
A+
A-
2

Ilustrasi bendera Afrika Selatan.

JOHANNESBURG, DDTCNews – Permasalahan korupsi bertahun-tahun membuat masyarakat menahan pembayaran pajaknya. Kondisi yang muncul karena hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap otoritas ini berisiko membuat negara mencari bailout internasional.

Komisioner South African Revenue Services (SARS) Edward Kieswetter mengatakan hilangnya kepercayaan individu maupun perusahaan terhadap otoritas telah meningkatkan penghindaran maupun penipuan pajak. Hal ini membuat pemerintah kehilangan miliaran rand.

“Penahanan dana [pajak] itu pada akhirnya berisiko mengarah pada bailout internasional dari organisasi seperti International Monetary Fund (IMF),” ujarnya, Kamis (12/9/2019).

Baca Juga: Apakah Predikat WBK Jamin Tidak Ada Korupsi Lagi? Ini Kata Sri Mulyani

Menurutnya, berkurangnya kepercayaan publik akan berisiko memberikan justifikasi bahwa secara moral dibenarkan untuk menahan atau memanipulasi pajak. Justifikasi tersebut berisiko memperparah keadaan.

SACS, lembaga pemasaran dan konsultasi yang fokus pada riset nasional, mengadakan survei untuk melihat kredibilitas berbagai institusi di pemerintahan. Direktur Riset dan Juru Bicara SACS Reza Omar mengatakan survei ini dilakukan terhadap 1.300 orang Afrika Selatan berusia 18 tahun ke atas.

Penelitian telah mengungkapkan bahwa ada penurunan kepercayaan untuk SARS antara kuartal I dan kuartal II pada tahun lalu. Angka tercatat memburuk dari 62% menjadi 55% karena adanya penangkapan oknum dan malaadministrasi di Nugent Commission pada awal 2018.

Baca Juga: Masih Ada Oknum yang Korupsi di Ditjen Pajak, Sri Mulyani Jengkel

Selain itu, 56% orang Afrika Selatan juga kehilangan kepercayaan SAR saat mantan Komisioner SARS Tom Moyane diberhentikan dari lembaga tersebut. Ekonomi yang paling maju di Afrika ini telah mengalami penurunan tajam dari sisi pendapatan sejak 2015 karena pelemahan ekonomi dan tidak efisiennya administrasi.

Pertumbuhan kepercayaan meningkat dari 56% pada kuartal terakhir tahun lalu menjadi 59% pada kuartal I/2019. Kondisi ini kemungkinan disebabkan oleh pengumuman SARS yang bertujuan untuk menyelidiki klaim penggelapan pajak yang timbul dari Zondo Commission ke State Capture.

Sekadar informasi, State Capture merupakan jenis korupsi politik dimana kepentingan pribadi mempengaruhi proses pengambilan keputusan negara untuk keuntungan pribadi.

Baca Juga: Presiden Jokowi Bertemu Bos IMF di Bangkok, Apa yang Dibahas?

Selain itu, ada kemajuan 5 persen selama 12 bulan, 55 persen orang menaruh kepercayaan pada SARS pada kuartal kedua 2018 dibandingkan dengan 60% pada kuartal 2019.

Pada kuartal II/2019 penduduk Afrika Selatan mempercayai SARS sebagai institusi yang dapat berubah dan berkembang dari tahun ke tahun. Namun, terlepas dari pengumpulan data riset tersebut, IMF belum menetapkan Afrika Selatan sebagai negara yang mencapai titik bailout. (MG-avo/kaw)

Baca Juga: Rapat IMFC di Washington Singgung Masalah Sistem Pajak

“Penahanan dana [pajak] itu pada akhirnya berisiko mengarah pada bailout internasional dari organisasi seperti International Monetary Fund (IMF),” ujarnya, Kamis (12/9/2019).

Baca Juga: Apakah Predikat WBK Jamin Tidak Ada Korupsi Lagi? Ini Kata Sri Mulyani

Menurutnya, berkurangnya kepercayaan publik akan berisiko memberikan justifikasi bahwa secara moral dibenarkan untuk menahan atau memanipulasi pajak. Justifikasi tersebut berisiko memperparah keadaan.

SACS, lembaga pemasaran dan konsultasi yang fokus pada riset nasional, mengadakan survei untuk melihat kredibilitas berbagai institusi di pemerintahan. Direktur Riset dan Juru Bicara SACS Reza Omar mengatakan survei ini dilakukan terhadap 1.300 orang Afrika Selatan berusia 18 tahun ke atas.

Penelitian telah mengungkapkan bahwa ada penurunan kepercayaan untuk SARS antara kuartal I dan kuartal II pada tahun lalu. Angka tercatat memburuk dari 62% menjadi 55% karena adanya penangkapan oknum dan malaadministrasi di Nugent Commission pada awal 2018.

Baca Juga: Masih Ada Oknum yang Korupsi di Ditjen Pajak, Sri Mulyani Jengkel

Selain itu, 56% orang Afrika Selatan juga kehilangan kepercayaan SAR saat mantan Komisioner SARS Tom Moyane diberhentikan dari lembaga tersebut. Ekonomi yang paling maju di Afrika ini telah mengalami penurunan tajam dari sisi pendapatan sejak 2015 karena pelemahan ekonomi dan tidak efisiennya administrasi.

Pertumbuhan kepercayaan meningkat dari 56% pada kuartal terakhir tahun lalu menjadi 59% pada kuartal I/2019. Kondisi ini kemungkinan disebabkan oleh pengumuman SARS yang bertujuan untuk menyelidiki klaim penggelapan pajak yang timbul dari Zondo Commission ke State Capture.

Sekadar informasi, State Capture merupakan jenis korupsi politik dimana kepentingan pribadi mempengaruhi proses pengambilan keputusan negara untuk keuntungan pribadi.

Baca Juga: Presiden Jokowi Bertemu Bos IMF di Bangkok, Apa yang Dibahas?

Selain itu, ada kemajuan 5 persen selama 12 bulan, 55 persen orang menaruh kepercayaan pada SARS pada kuartal kedua 2018 dibandingkan dengan 60% pada kuartal 2019.

Pada kuartal II/2019 penduduk Afrika Selatan mempercayai SARS sebagai institusi yang dapat berubah dan berkembang dari tahun ke tahun. Namun, terlepas dari pengumpulan data riset tersebut, IMF belum menetapkan Afrika Selatan sebagai negara yang mencapai titik bailout. (MG-avo/kaw)

Baca Juga: Rapat IMFC di Washington Singgung Masalah Sistem Pajak
Topik : Afrika Selatan, korupsi, IMF
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Sabtu, 14 September 2019 | 15:45 WIB
ZONE EURO EROPA
Selasa, 23 April 2019 | 11:16 WIB
ZIMBABWE
Senin, 12 September 2016 | 17:01 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 31 Agustus 2017 | 08:54 WIB
ZIMBABWE
berita pilihan
Senin, 13 Mei 2019 | 13:33 WIB
FILIPINA
Jum'at, 12 April 2019 | 17:02 WIB
JERMAN
Jum'at, 12 April 2019 | 18:16 WIB
BREXIT
Jum'at, 12 April 2019 | 18:45 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 12 April 2019 | 19:02 WIB
FINLANDIA
Senin, 15 April 2019 | 10:30 WIB
AMERIKA SERIKAT
Senin, 15 April 2019 | 15:22 WIB
AMERIKA SERIKAT
Senin, 15 April 2019 | 18:24 WIB
NIGERIA
Senin, 15 April 2019 | 18:43 WIB
JEPANG