Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Kenaikan Tarif PPn Ditunda Sampai 2019

0
0

TOKYO, DDTCNews – Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menegaskan rencana kenaikan pajak penjualan (PPn) Jepang akan ditunda sampai dengan akhir 2019 mendatang. Ini penundaan kedua setelah sebelumnya kenaikan ini direncanakan pada Oktober 2015 dan ditunda sampai April 2017.

Abe mengatakan keputusan penundaan kenaikan pajak ini sangat masuk akal, mengingat lemahnya ekonomi jepang akhir-akhir ini.

“Kenaikan pajak dari 8% menjadi 10% ditunda sampai dengan akhir 2019,” jelasnya.

Baca Juga: Bank Sentral Ingatkan Risiko Resesi Jika Pajak Penjualan Tetap Naik

Beberapa ahli mengatakan, keputusan ini adalah yang terbaik. Pasalnya, ekonomi Jepang saat ini masih rapuh, sekaligus juga menunjukkan seberapa besar kekuatan ‘Abenomics’.

“Ada risiko penurunan bagi perekonomian Jepang. Dalam skenario terburuk, kita memiliki kemungkinan kembali mengalami deflasi. Kita harus mengakselerasikan Abenomics dan mengurangi risiko,” kata Abe.

Abenomics  adalah istilah yang mengacu pada kebijakan ekonomi yang diajukan Perdana Menteri Jepang saat yang dilantik pada 26 Desemer 2012 silam. Setelah ia menjabat, Abe menganjurkan peningkatan belanja pemerintah, stimulus moneter besar-besaran dari bank sentral dan menyisir reformasi ekonomi.

Baca Juga: Otoritas Pajak Indonesia & Jepang Perkuat Kerja Sama di 3 Aspek Ini

Ide yang diangkat adalah memberikan insentif dan keuntungan bagi perusahaan, yang nantinya akan berefek pada peningkatan konsumsi masyarakat atas barang dan jasa. “Jika strategi ini berjalan, maka akan terjadi ‘perputaran’ yang akan memberikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Namun, banyak reformasi yang telah direncanakan seperti perubahan pada pasar tenaga kerja dan sistem pajak yang kini malah mandek, termasuk salah satunya menaikkan tarif PPn. “Keputusan menunda kenaikan tarif PPn  ini adalah salah satu cara untuk mempercepat Abenomics,” tegasnya.

Akan tetapi, seperti dilansir CNN.com, para ekonom berharap pemerintah Jepang segera mengumumkan rencana dalam beberapa bulan mendatang terkait pebaikan dan peningkatan kondisi ekonomi. (Amu)

Baca Juga: Pihak Oposisi Serukan Penundaan Kenaikan Pajak Penjualan

“Kenaikan pajak dari 8% menjadi 10% ditunda sampai dengan akhir 2019,” jelasnya.

Baca Juga: Bank Sentral Ingatkan Risiko Resesi Jika Pajak Penjualan Tetap Naik

Beberapa ahli mengatakan, keputusan ini adalah yang terbaik. Pasalnya, ekonomi Jepang saat ini masih rapuh, sekaligus juga menunjukkan seberapa besar kekuatan ‘Abenomics’.

“Ada risiko penurunan bagi perekonomian Jepang. Dalam skenario terburuk, kita memiliki kemungkinan kembali mengalami deflasi. Kita harus mengakselerasikan Abenomics dan mengurangi risiko,” kata Abe.

Abenomics  adalah istilah yang mengacu pada kebijakan ekonomi yang diajukan Perdana Menteri Jepang saat yang dilantik pada 26 Desemer 2012 silam. Setelah ia menjabat, Abe menganjurkan peningkatan belanja pemerintah, stimulus moneter besar-besaran dari bank sentral dan menyisir reformasi ekonomi.

Baca Juga: Otoritas Pajak Indonesia & Jepang Perkuat Kerja Sama di 3 Aspek Ini

Ide yang diangkat adalah memberikan insentif dan keuntungan bagi perusahaan, yang nantinya akan berefek pada peningkatan konsumsi masyarakat atas barang dan jasa. “Jika strategi ini berjalan, maka akan terjadi ‘perputaran’ yang akan memberikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Namun, banyak reformasi yang telah direncanakan seperti perubahan pada pasar tenaga kerja dan sistem pajak yang kini malah mandek, termasuk salah satunya menaikkan tarif PPn. “Keputusan menunda kenaikan tarif PPn  ini adalah salah satu cara untuk mempercepat Abenomics,” tegasnya.

Akan tetapi, seperti dilansir CNN.com, para ekonom berharap pemerintah Jepang segera mengumumkan rencana dalam beberapa bulan mendatang terkait pebaikan dan peningkatan kondisi ekonomi. (Amu)

Baca Juga: Pihak Oposisi Serukan Penundaan Kenaikan Pajak Penjualan
Topik : berita pajak internasional, jepang, pajak penjualan
artikel terkait
Selasa, 23 April 2019 | 11:16 WIB
ZIMBABWE
Senin, 12 September 2016 | 17:01 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 31 Agustus 2017 | 08:54 WIB
ZIMBABWE
Jum'at, 26 April 2019 | 15:54 WIB
ZIMBABWE
berita pilihan
Jum'at, 11 November 2016 | 17:27 WIB
BRASIL
Kamis, 08 Juni 2017 | 14:18 WIB
ARAB SAUDI
Rabu, 05 Oktober 2016 | 12:33 WIB
AFRIKA SELATAN
Jum'at, 21 Oktober 2016 | 10:03 WIB
SUDAN SELATAN
Kamis, 08 Juni 2017 | 16:55 WIB
BANGLADESH
Jum'at, 21 Oktober 2016 | 12:01 WIB
ITALIA
Kamis, 30 Maret 2017 | 11:35 WIB
INDIA
Jum'at, 14 Juli 2017 | 09:33 WIB
PRANCIS
Kamis, 08 Juni 2017 | 18:36 WIB
UNI EMIRAT ARAB
Jum'at, 05 Mei 2017 | 11:39 WIB
ITALIA